Bitung

Bitung Rusuh, GMNI Nilai Walikota, Kapolres dan Dandim Lalai

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 20 July 2015 21:58   5112 kali

MANADO (BK): Kondisi gesekan horizontal yang telah menjurus ke isu Suku Agama Ras Antar Golongan (SARA) yang terjadi di Kota Bitung, mendapatkan perhatian serius dari sejumlah kalangan aktifis.

Ketua Kordinator Daerah (Korda) GMNI Sulawesi Utara, Clance Teddy, Senin 20 Juli 2015, menilai jika para pimpinan daerah di wilayah tersebut telah lalai dalam menjalankan fungsi dan tugas mereka.

Teddy sendiri meminta pertanggung jawaban para pimpinan antara lain Walikota, Kapolres dan Dandim terkait dengan kondisi yang terjadi di Bitung saat ini.

"Dimana peran pemerintah, khususnya Walikota untuk meredam kondisi ini serta mempertemukan seluruh elemen yang terkait agar bisa berdamai. Dimana juga peran Kapolres serta Dandim di Bitung untuk mengamankan situasi ini," ujar Teddy.

Menurut Teddy, sebagai pemerintah serta aparat keamanan, Walikota, Dandim serta Kapolres tidak bisa membiarkan keadaan seperti ini terus berlarut larut, sehingga menjadi konflik yang besar.

"Jangan sampai ini terkesan terjadi pembiaran oleh aparat yang berwenang, terlebih khusus Pemerintah Kota Bitung yang tugas utamanya mengayomi masyarakatnya agar tercipta keharmonisan dan kedamaian," tutur Teddy.

Dirinya pun mendesak agar DPRD Kota Bitung segera mengambil sikap tegas, dengan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Walikota Bitung, yang dinilai olehnya terkesan lambat menangani kasus ini.

"Selain itu, kami juga meminta Kapolda dan Danrem untuk mengevaluasi kinerja Polres dan Dandim di Bitung yang hingga saat ini terkesan lambat dalam menangani persoalan keamanan di daerah itu," ujar aktifis yang memiliki pandangan ideologi nasionalis ini.

"Jangan sampai terprovokasi dengan isu-isu sesat yang bisa memecah belah persatuan. Indonesia memiliki dasar ideologi yang kuat yakni Pancasila yang menjunjung tinggi pluralisme keyakinan, dan Bitung adalah bagian dari Indonesia."

Senada dengan Teddy, Sekretaris Korda GMNI Sulut Edwin Tumurang pun menambahkan kalau seharusnya pemerintah dan aparat keamanan bisa segera mempertemukan seluruh tokoh agama yang ada di Bitung, guna meredam gesekan horizontal itu, untuk tidak melebar sampai pada konflik fisik.

"Perlu ada langkah tegas dari pemerintah dan aparat keamanan untuk menjembatani dengan mempertemukan seluruh tokoh agama dalam kasus ini. Jangan sampai muncul pandangan kalau kasus di Bitung ini sengaja dipelihara," kata Tumurang yang merupakan putra asli Kota Bitung itu.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kota Manado, Resky Ransulangi menambahkan, agar kerukunan keberagamaan yang telah tercipta di Sulut selama ini terus dijaga.

"Mari buktikan kalau Sulut Sulit untuk Disulut. Semangat Torang Samua Basudara harus dikedepankan. Buktikan kalau persaudaraan dan persatuan di Sulut bisa menjadi contoh secara nasional," imbuh Ransulangi.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC GMNI Minahasa Mikson Wakulu juga menambahkan, kalau ideologi yang telah ditanamkan pendiri bangsa ini, dalam hal ini Soekarno untuk terus dipelihara dan dijaga.

"Pancasila jangan ternodai dengan hal-hal yang berbau SARA. Toleransi dan kerukunan antar umat bergama harus dijaga. Aparat dan pemerintah wajib menjamin itu, untuk menciptakan keharmonisan dan kedamaian, terlebih khusus di Kota Bitung saat ini," tuturnya kembali.

(bk-7/***)

Komentar ()
Berita Bitung
Bitung
17 Apr 2015 / dibaca 1550 kali
BITUNG (BK): Sedikitnya 10 Karang Taruna Kelurahan di Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara dilantik di Balai Pertemuan...
Bitung
17 Apr 2015 / dibaca 892 kali
BITUNG (BK): Seorang aktivis buruh di Kota Bitung, MR alias Mike, nyaris dihakimi massa karena kepergok bersama dengan istri orang berinisial...
Bitung
15 Apr 2015 / dibaca 3199 kali
BITUNG (BK): Lagi, satu kapal motor penangkap ikan yang ditumpangi nelayan asal Filipina ditangkap KM Macan Tutul 001 di perairan dekat...
Bitung
10 Apr 2015 / dibaca 1192 kali
BITUNG (BK): Seorang ibu bernama Hamise berusia 18 tahun diduga bunuh diri dengan menyetrum sekujur tubuh pakai kabel listrik, Kamis...
Bitung
01 Apr 2015 / dibaca 1650 kali
BITUNG (BK): Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Linda Kaulusan (63) tewas di tangan anak kandungnya sendiri, di Perumahan Dea Permata...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.