Bolmong

Navigasi, Tracking dan Tandu Darurat jadi ‘Santapan’ Pelatihan TRC-PB Bolmong

Pelatihan Jungle Resque Hari Kedua
Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 08 November 2017 20:13   50 kali
Instruktur Basarnas memperagakan pembuatan tandu darurat menggunakan kayu. (FOTO : Ist)

BOLMONG (BK) : Pelatihan Jungle Resque hari kedua, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bolmong, turun lapangan ke kawasan hutan/perkebunan Molayak Kecamatan Lolayan, Rabu (8/11/2017).


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bolmong, Ir Channy Wajong ME, sempat memberikan arahan agar personilnya mampu mengaplikasikan materi dasar Jungle Resque dihari pertama, sebelum melakukan pemantauan kegiatan di lapangan.


“Saya berharap aplikasi lapangan yang diperoleh pada materi dasar bisa dilaksanakan pada praktek lapangan kali ini,” ujarnya.


Ada empat materi yang akan dipraktekkan di lapangan, yaitu Praktek Navigasi Darat, Tracking menggunakan Titik Koordinat,  pembuatan tandu darurat dan Intersection atau menentukan orang atau benda.


Praktek Navigasi Darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan, baik di peta maupun medan sebenarnya. Pengetahuan navigasi darat ini akan berguna ketika diperlukan usaha pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan atau tersesat di gunung dan hutan, serta bencana alam.


Materi Tracking menggunakan Titik Koordinat yaitu pengambilan data titik koordinat dengan menggunakan GPS dari satu titik lokasi ke lokasi lain hingga kembali pada titik awal. Melalui tracking ini akan didapatkan suatu data koordinat yang dapat diolah ke dalam software MapSource, Google Earth dan Surfer, dan akan menghasilkan interpretasi data berupa peta.


Sementara Pembuatan Tandu Darurat digunakan untuk mengevakuasi seseorang yang mengalami kecelakaan atau korban bencana terluka ke tempat yang layak untuk mendapatkan perawatan. Alat bantu ini sangat bermanfaat untuk memudahkan dalam menolong korban agar lebih nyaman saat proses evakuasi.


Tandu darurat biasanya dibuat dalam bentuk sederhana dari kayu atau bambu yang dirancang agar membentuk sebuah tandu dengan menggunakan tali. Yang terpenting dalam pembuatan tandu darurat adalah harus menguasai tali temali, dimana paling tidak harus menguasai dua simpul yaitu simpul pangkal dan simpul jangkar serta satu ikatan.


Sedangkan Intersection atau menentukan orang atau benda digunakan untuk menentukan posisi suatu titik atau benda dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection ini digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat di lapangan, meski sukar untuk dicapai.


Untuk pelatihan hari ketiga, rencananya TRC-PB BPBD Bolmong akan mempraktekkan materi ESAR (Explorer Search And Rescue) atau proses pencarian dan evakuasi korban di hutan rimba.


(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Bolmong
Bolmong
13 Feb 2017 / dibaca 318 kali
BOLMONG (BK): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membantu warga di pesisir Pantai Inobonto untuk...
Bolmong
13 Feb 2017 / dibaca 310 kali
BOLMONG (BK): Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Akibatnya, gelombang air pasang...
Bolmong
12 Feb 2017 / dibaca 344 kali
BOLMONG (BK): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut menilai Pilkada Bolmong rawan akurasi data pemilih. Hal ini diungkapkan Johnny...
Bolmong
10 Feb 2017 / dibaca 384 kali
BOLMONG (BK): Hajar Latama (32), warga Desa Nonapan Baru Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), hanyut di sungai Nonapan....
Bolmong
09 Feb 2017 / dibaca 414 kali
BOLMONG (BK): Sebanyak 346 pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS), dibekali dengan Bimbingan Teknik (Bimtek) oleh Badan Pengawas Pemilu...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.