Ekonomi

Bisa Tunjang Pariwisata, PHRI Dukung Cap Tikus 1978 Dilegalkan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 15 February 2019 23:46   256 kali
Rakernas PHRI ke IV di Jakarta, Senin pekan lalu. (foto : istimewa)
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978, minuman keras (miras) lokal Sulawesi Utara (Sulut), ternyata mampu menyita perhatian nasional. Dukungan pun terus mengalir setelah mendapatkan predikat legal. Salah satunya oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
 
 
Cap Tikus menjadi salah satu poin pembahasan penting pada Rakernas PHRI ke-IV yang berlangsung di Jakarta, Senin lalu yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.
 
 
Jokowi sempat menyampaikan produk-produk khas daerah yang mampu berkontribusi terhadap devisa negara, untuk dijadikan sektor unggulan. Apalagi menyangkut peluang pariwisata, dimana Indonesia masuk dalam 6 negara terindah serta 10 negara yang wajib dikunjungi.
 
 
PHRI kemudian menganggap dengan legalnya Cap Tikus 1978, akan menjadi langkah strategis untuk mendukung sektor pariwisata daerah menjadi sektor andalan. Selain itu, juga bisa membantu sekitar 200 ribu petani penyadap aren di Sulut.
 
 
Kepala Marketing produk Cap Tikus 1978, Mario Baraputra mengaku pihaknya bakal memberikan terobosan melalui produk perusahaannya, demi meningkatkan daya tarik di sektor pariwisata. Apalagi saat ini, Sulut banyak didatangi wisatawan asal Cina yang terbiasa mengkonsumsi Ciu, arak asal negeri Tirai Bambu itu.
 
 
“Tidak bisa dipungkiri, turis Cina pasti akan mencari Ciu. Tapi arak itu menjadi sangat mahal di Indonesia. Nah, itulah peluang untuk memunculkan produk asli buatan lokal kita,” ujar Baraputra di Manado, Jumat (15/2/2019).
 
 
Dia menekankan, pihaknya siap mendukung program Pemprov Sulut karena mempunyai misi yang sama. Dukungan telah dibuktikan dengan membantu menaikkan taraf hidup masyarakat Minahasa Selatan, karena bahan baku pembuatan Cap Tikus 1978 berasal dari petani cap tikus, sehingga tidak melupakan kearifan lokal.
 
 
“Karena sudah legal, kami juga akan mendistribusikan produk kami hingga ke skala nasional, sehingga bisa dikenal luas. Dengan begitu, ada potensi para wisatawan lebih mengenal Sulut melalui produk ini,” terang Baraputra.
 
 
“Bahkan rencana kedepan produk Cap Tikus 1978 bakal diekspor keluar negeri,” tambahnya.
 
 
Sebelumnya, pada Launching Cap Tikus 1978, awal Januari lalu, Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, mengungkapkan Pemprov Sulut menyambut baik diangkatnya budaya kearifan lokal menjadi legal.
 
 
“Peluncuran produk ini telah menggairahkan perekonomian serta mengangkat dunia pariwisata Sulut kembali ke permukaan. Dibalik itu, petani cap tikus juga semakin sejahtera,” ungkap Mewengkang.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
29 Nov 2018 / dibaca 254 kali
MANADO (BK) : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aksi Perempuan Indonesia (API) yang...
Ekonomi
17 Nov 2018 / dibaca 475 kali
MANADO (BK): Warga Manado jangan sampai ketinggalan kegiatan First Anniversary Transmart Kawanua, satu-satunya perusahaan retail yang...
Ekonomi
16 Nov 2018 / dibaca 375 kali
MANADO (BK) : Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan berbagai sektor produktif...
Ekonomi
16 Nov 2018 / dibaca 461 kali
MANADO (BK) : Kementerian Pertanian (Kementan) memfokuskan pertanian sebagai pilar penentu dan penyelamat perekonomian nasional. Program...
Ekonomi
14 Nov 2018 / dibaca 365 kali
MANADO (BK) Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) Bersubsidi masih saja dikeluhkan oleh warga di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara. Menurut...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.