Ekonomi

Garuda Indonesia Bakal Masukkan Agen Penjual Tiket ke Daftar Hitam Jika Harganya di atas TBA

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 27 November 2019 18:05   1449 kali

JAKARTA (BK): PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengancam bakal memasukkan perusahaan agen perjalanan (travel agent) ke dalam daftar hitam (blacklist) jika menjual tiket pesawat di atas Tarif Batas Atas (TBA).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan perusahaan online travel agent (OTA) seringkali menjual harga tiket tinggi. Sebab, OTA seringkali menggabungkan rute.

"Yang jadi masalah di OTA itu suka digabung-gabungkan rutenya sehingga menyebabkan harganya mahal," ucap Pikri, Selasa (26/11).

Ia mencontohkan, harga TBA untuk rute Bandung-Medan sebesar Rp2,4 juta. Namun, harga jual di OTA bisa mencapai Rp5 juta.

"Misalnya karena Garuda Indonesia kan tidak punya rute itu, jadi sistem OTA akan cari Bandung-Denpasar,-Cengkareng-Medan, sehingga harganya gabungan dari itu total bisa Rp5 juta," jelas Pikri.

Sementara itu, Pikri memastikan harga tiket pesawat untuk momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (nataru) tak akan naik. Perusahaan memastikan harganya akan sama seperti hari normal.

"Kami sampaikan tak ada kenaikan harga selama nataru," tegasnya.

Maka itu, ia akan memantau harga yang akan dijual di sejumlah agen perjalanan untuk meminimalisir penjualan harga tiket di atas TBA. Pikri menyebut tiket yang akan dijual nantinya tetap di bawah tarif batas atas (TBA).

"Harga tiket tidak boleh ditentukan sendiri, di domestik sudah ditentukan pemerintah di dalam TBA. Maskapai mana pun tak boleh jual lebih dari TBA," papar dia.

Hanya saja, harga yang ia maksud di bawah TBA itu belum termasuk dengan penambahan sejumlah komponen lain, seperti Pembayaran Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC), pajak pertambahan nilai (PPn) 10 persen, dan asuransi.

"Contoh Jakarta-Yogyakarta misalnya tiket Rp800 ribu. Tapi ada PSC Rp130 ribu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ditambah PPn 10 persen, dan iuran asuransi. Jadi bisa Rp1 juta lebih," pungkas Pikri.

(cnn/bk-10)

Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
22 Apr 2019 / dibaca 607 kali
MANADO (BK) : 21 bocah cilik berlenggak-lenggok bagaikan model di lobby Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (22/4/2019). Mereka memamerkan...
Ekonomi
11 Apr 2019 / dibaca 443 kali
MANADO (BK) : Panasonic terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan di wilayah Manado. Salah satunya dengan memindahkan kantor cabang Manado...
Ekonomi
12 Mar 2019 / dibaca 439 kali
MANADO (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Franky Donny Wongkar SH, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank...
Ekonomi
01 Mar 2019 / dibaca 494 kali
MANADO (BK) : Bandara Sam Ratulangi Manado memusnahkan ratusan prohibited item, atau barang terlarang dalam penerbangan. Pemusnahan...
Ekonomi
15 Feb 2019 / dibaca 569 kali
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978, minuman keras (miras) lokal Sulawesi Utara (Sulut), ternyata mampu menyita perhatian nasional. Dukungan pun...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.