Ekonomi

TSP Bio Industri Palma Mapanget, Ini Fungsi dan Kegunaannya

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 19 December 2017 22:41   494 kali
Peserta FGD Taman Sains Pertanian (TSP) Bio Industri Palma Mapanget berfoto bersama. (FOTO : Acha)

MANADO (BK) : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Balai Penelitian Tanaman Palma Manado. Mengusung tema Taman Sains Pertanian (TSP) Bio Industri Palma ini, dihadiri pemerintah, instansi terkait serta pengusaha.


Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil-hasil Penelitian pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Bogor, Ir. Jelfina Alouw MSc PhD ketika membuka forum ini mengatakan pembangunan taman sains adalah salah satu program mendukung Bappenas. Program ini ditargetkan selama 5 tahun dan dimulai dari 2015.


“Sudah ada 10 TSP termasuk satu TSTPN Nasional di Cimangku Bogor. Juga TTP yang ada di 26 kota dan kabupaten,” ujar Jelfina, Selasa (19/12/2017).


Menurutnya, TSP ini terbentuk dari hasil invensi balai balai penelitian. Sementara TSP Bio Industri Palma Mapanget Manado sendiri dijadikan semacam wahana untuk mengalirkan invensi tersebut untuk menjadi inovasi. Untuk membedakan dengan balai penelitian disebut inkubator bisnis.


“Inkubator bisnis itu sebagai apa? Sebagai wadah untuk mencetak calon wirausahawan, pengusaha, pengusaha muda yang bergerak di bidang yang berbasis komoditi kelapa, juga sagu dan aren,” terang Jelfina.


Dia berharap keberadaan TSP ini dapat meningkatkan perekonomian di masyarakat, dimana Sulawesi Utara yang terkenal dengan istilah Nyiur Melambai. Begitu juga dengan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di kabupaten yang ingin mengembangkan kelapa agar bisa bekerjasama dengan TSP Bio Industri Palma Mapanget Manado.


“Jadi itu pentingnya kenapa TSP itu ada, karena disitu ada invensi yang kita hasilkan, ada inovasi, tidak hanya didisplay di dalam ruangan ini, tapi harus didiseminasikan,” pungkas wanita yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Pelayanan Teknik Balitbangtan Kementerian Pertanian ini.


Berbagai materi yang diterima peserta dalam FGD ini, diantaranya materi Grand Design TSTP dengan membedah contoh kasus TSP di TSP Bio Industri Palma Mapanget Manado oleh Kepala Balit Palma, Dr. Ir Ismail Maskromo MSi. Juga materi Inkubasi dan Strategi Bisnis Mendukung TSP Bio Industri Palma oleh Dr. James DD Massie, SE MSi.


Adapun dalam FGD ini, dihasilkan beberapa rumusan yaitu :


TSP Bio Industri Palma Mapanget Manado bertujuan sebagai penyedia pengetahuan terkini oleh peneliti litbang pertanian yang siap diterapkan dalam kegiatan ekonomi. Juga sebagai penyedia solusi teknologi yang tak terselesaikan di TTP, dan sebagai pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut bagi perekonomian lokal.


Spirit TSP adalah Sains, Inovation dan Network bagi industri Rural Development untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing ekonomi lokal dan regional.


Diharapkan, keluaran yang tercapai sampai tahun 2019 adalah sarana/prasarana TSP, teknologi/inovasi baru produk pangan fungsional serta teknologi alat prosesing modern dari komoditi kelapa, aren dan sagu. Teknologi juga untuk memperbanyak kelapa unggul, menciptakan wirausahawan baru dan terciptanya kawasan industri berbasis teknologi komoditi kelapa serta terjalinnya kontinuitas jaringan kerja dengan mitra bisnis.


Juga sejak tahun 2016-2017, sudah dilakukan kerjasama Balit Palma dengan pihak swasta dan pemerintah daerah, diantaranya kerjasama pembangunan kebun kelapa dalam, seperti suplai bibit dan pendampingan teknologi. Untuk swasta, kerjasama dilakukan di Kalimantan Utara, Sulut dan Gorontalo.


Kerjasama penelitian dan pendampingan pembangunan kebun kelapa Genjah sumber gula nira kelapa di Sukabumi oleh PT Unilever. Juga melakukan kerjasama pembangunan kebun induk kelapa dalam dan hibrida dengan PT Malisya Sejahtera dan SMIP.


Tanaman kelapa sebagai tanaman kehidupan atau The Tree of Life, sudah saat saatnya menjadi agent of change and innovation center dalam merobah petani kelapa (coco farmers) menjadi wirausaha kelapa (cocopreneurs) untuk menghasilkan derivatif tanaman kelapa yang kreatif dan inovatif.


Untuk itu diperlukan kerjasama dengan industri kelapa yang difasilitasi oleh pemerintah agar semua pelaku usaha sejahtera dalam rangka pengelolaan kelapa berkelanjutan.


(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
07 Oct 2017 / dibaca 353 kali
MAKASSAR (BK): Banking Journalist Workshop (BJW) yang diselenggarakan di Makassar resmi dibuka, Jumat 6 Oktober 2017. Bertempat di hall...
Ekonomi
06 Oct 2017 / dibaca 321 kali
MAKASSAR (BK): Sebanyak 25 jurnalis dari seluruh wilayah Indonesia, mulai hari ini Jumat hingga Sabtu 6-7 Oktober 2017 akan mengikuti Banking...
Ekonomi
29 Sep 2017 / dibaca 368 kali
AMURANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE, menyambangi Kantor Kementerian Keuangan Republik...
Ekonomi
14 Sep 2017 / dibaca 337 kali
JAKARTA (BK): Wali Kota Tomohon Jimmy F. Eman, SE. Ak menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun...
Ekonomi
07 Sep 2017 / dibaca 348 kali
MANADO (BK): Generasi Millenial adalah sebutan untuk generasi yang memiliki tingkat kerja yang sangat efektif. Generasi yang dalam penelitian...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.