Ekonomi

Wali Kota: Pemkot Upaya Realisasi Permintaan Presiden

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 27 July 2017 20:53   327 kali

JAKARTA (BK):  Wali Kota Tomohon, Jimmy Eman mengatakan, Pemkot selalu berupaya merealisasikan permintaan Presiden. "Untuk dukung harapan Presiden Jokowi, Pemkot sedang bangun Kantor Pelayanan Publik, yang akan di-launch-ing pada Agustus mendatang. Kantor tersebut akan urus semua bentuk ijin," jelas Wali Kota kepada wartawan usai menghadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) Pengendalian Inflasi , di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (27/7/2017).  

 

Rakornas tersebut dibuka Presiden Joko Widodo dihadir gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota.

 

Wali Kota Eman mejelaskan, Pemkot telah melakukan pembuatan SOP perijinan bekerja sama dengan KPK. "Kami telah ediakan aplikasi untuk rmudah urusan ijin," tukas dia.

 

Untuk menunjang kantor Pelayanan Publik, sambung dia, Pemkot menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti bus gratis beroperasi sepanjang hari, ATM center, ruang bermain anak, ruang menyusui, kantin kejujuran, command center, serta fasilitas lain.

 

"Kami juga akan tempatkan SDM profesional, handal dan tangguh guna tunjang keberadaan Kantor Pelayanan Publik," ungkap Wali Kota Eman.

 

Pada rakornas itu, Presiden mengatakan, Kementerian/Lembaga, Gubernur, Wali Kota/Bupati harus mengetahui dua hal kunci utama dalam mengelola perekonomian negara dan daerah.

 

"Dua hal tersebut, Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Mengendalikan Inflasi," papar Presiden Jokowi ketika membuka rakornas.

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih sangat berat sekali, bila dibandingkan dengan negara-negara anggota G-20. "Indonesia berada pada posisi 3 besar untuk pertumbuhan ekonominya setelah India dan Cina," jelas Jokowi.

 

Presiden menambahkan, Kepala Daerah baik Gubernur maupun Wali Kota/bupati masih lambat (daya serap anggaran rendah) dalam mengeluarkan/merealisasikan APBD. "Kecenderungan anggaran nanti dikebut pada akhir tahun (Oktober, November, Desember). Hal ini menyebabkan dana APBD lama terpendam di bank yang mempengaruhi perputaran uang di daerah tersebut," urai Presiden.

 

"Saya ingatkan kepada Kepala Daerah agar membuat perencanaan yang baik, sehingga realisasi anggaran setiap bulannya benar-benar terealisasi dengan baik dan memberikan efek positif bagi perputaran uang di daerah, yang nantinya hal ini dapat membawa dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi maupun dalam pengendalian inflasi di suatu daerah," tegas Presiden.

 

(karlie/bk-1)

 

Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
23 Oct 2017 / dibaca 612 kali
MANADO (BK): Akibat aksi demo sopir angkutan umum dalam kota (mikrolet) di Kota Manado para penumpang terlantar, Senin (23/10/2017) siang....
Ekonomi
23 Oct 2017 / dibaca 1014 kali
MANADO (BK): Sedikitnya puluhan angkutan umum dalam kota (mikrolet) menggelar aksi mogok tidak mencari selama sehari di Kota Manado, Senin...
Ekonomi
07 Oct 2017 / dibaca 397 kali
MAKASSAR (BK): Banking Journalist Workshop (BJW) yang diselenggarakan di Makassar resmi dibuka, Jumat 6 Oktober 2017. Bertempat di hall...
Ekonomi
06 Oct 2017 / dibaca 351 kali
MAKASSAR (BK): Sebanyak 25 jurnalis dari seluruh wilayah Indonesia, mulai hari ini Jumat hingga Sabtu 6-7 Oktober 2017 akan mengikuti Banking...
Ekonomi
29 Sep 2017 / dibaca 413 kali
AMURANG (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu SE, menyambangi Kantor Kementerian Keuangan Republik...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.