Hukum

Jalani Pemeriksaan, Oknum Wartawan Lecehkan Rekan Seprofesi Belum Ditetapkan Tersangka

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 22 August 2017 19:41   923 kali
Capture postingan FB oknum wartawan yang diduga melecehkan rekan seprofesi. (ist)
MANADO (BK) : SS alias Simon, oknum wartawan yang diduga melecehkan rekan seprofesinya AM alias Amas, akhirnya memenuhi panggilan penyidik. Simon mendatangi ruangan unit II Polresta Manado untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Selasa (22/8/2017) pagi.
 
 
Sejumlah wartawan pos Pemerintahan Kota (Pemkot) Manado, rekan-rekan terlapor ikut menemaninya. Pemeriksaan berjalan sekitar setengah jam. Usai diperiksa, Simon langsung menemui rekan-rekannya yang menunggu di kantin Polresta Manado.
 
 
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi membenarkan terlapor telah menghadap penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Namun dia belum menyebut ada penetapan tersangka dalam kasus itu.
 
 
"Belum ada penetapan tersangka, kan terlapornya baru menjalani pemeriksaan. Nanti setelah kita gelar perkaranya untuk penerapan pasal untuk penetapan tersangka," terangnya.
 
 
Mantan Kapolsek Pineleng ini mengatakan, jika memang ada upaya mediasi dari keduanya, pihaknya akan memberikan ruang tersebut. Namun, jika nanti upaya itu juga menemui jalan buntu, pihaknya akan meneruskan proses hukum tersebut.
 
 
"Kita tunggu saja hasil gelarnya, kami akan pertemukan terlapor dengan korban jika memang ada upaya mediasi," pungkas Sahelangi.
 
 
Sebelumnya, Sekretaris KNPI Kota Manado, AM alias Amas, melaporkan SS alias Simon ke Mapolresta Manado. Simon diduga melanggar Undang-undang (UU) ITE melalui media sosial Facebook, yang tertuang dalam laporan bernomor LP/1839/VII/2017/SPKT/RESTA MANADO tertanggal 28 Juli 2017.
 
 
Kasus ini berawal dari berita dan status yang diposting pelaku di akun FB-nya pada tanggal 8 Juli 2017 pukul 22.47 WITA. Postingan itu kemudian dibanjiri komentar antara korban dan terlapor hingga keesokan harinya.
 
 
Namun dari beberapa komentar terlapor menyebutkan kata-kata kasar yang menghina serta melecehkan korban. “Isu murahan karena seorang Amas Mahmud memang kelas MURAHAN. Bahkan anus pun masih lebih berharga dari seorang Amas Mahmud. Biar tempat pembuangan, tapi kalau tidak ada, membahayakan. Kalau Amas Mahmud, bisa di abaikan. hhhaaa…hhhaa..,” sebut SS membalas komentar korban.
 
 
Bahkan pada komentar lain, terlapor sampai menyuruh korban untuk memakan babi, padahal korban adalah seorang yang beragama muslim. “Hhhaaa..hhhaa..Maycle so pangge, pergi jo Amas Mahmud, makan babi sana, supaya otak mu bijak dan pintar.. hhhiii..hhiii..,”
 
 
Postingan itulah kemudian dianggap telah melecehkan dan dibawa korban ke ranah hukum.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
23 May 2018 / dibaca 371 kali
MANADO (BK) : Fano Pulu (17), warga Kelurahan Banjer Lingkungan IV Kecamatan Tikala Kota Manado, nyaris menjadi korban penusukan. Meski...
Hukum
22 May 2018 / dibaca 220 kali
MANADO (BK) : Banyak pasangan yang sudah menikah mendambakan buah hati dalam kehidupan berumah tangga. Mereka bahkan harus rela menunggu...
Hukum
16 May 2018 / dibaca 370 kali
MANADO (BK) : Aparat kepolisian bertindak cepat dengan penemuan tas koper berwarna hitam di jalan Pierre Tendean (Boulevard), tepatnya dekat...
Hukum
16 May 2018 / dibaca 121 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 1.298 liter barang bukti miras jenis cap tikus dimusnahkan di halaman Mako Lantamal VIII Manado, Rabu (16/5/2018)....
Hukum
16 May 2018 / dibaca 1111 kali
MANADO (BK) : Warga Manado dihebohkan dengan sebuah tas koper di jalan Pierre Tendean (Boulevard), tepatnya dekat Patung Wolter Monginsidi,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.