Hukum

Jalani Pemeriksaan, Oknum Wartawan Lecehkan Rekan Seprofesi Belum Ditetapkan Tersangka

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 22 August 2017 19:41   866 kali
Capture postingan FB oknum wartawan yang diduga melecehkan rekan seprofesi. (ist)
MANADO (BK) : SS alias Simon, oknum wartawan yang diduga melecehkan rekan seprofesinya AM alias Amas, akhirnya memenuhi panggilan penyidik. Simon mendatangi ruangan unit II Polresta Manado untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Selasa (22/8/2017) pagi.
 
 
Sejumlah wartawan pos Pemerintahan Kota (Pemkot) Manado, rekan-rekan terlapor ikut menemaninya. Pemeriksaan berjalan sekitar setengah jam. Usai diperiksa, Simon langsung menemui rekan-rekannya yang menunggu di kantin Polresta Manado.
 
 
Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi membenarkan terlapor telah menghadap penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Namun dia belum menyebut ada penetapan tersangka dalam kasus itu.
 
 
"Belum ada penetapan tersangka, kan terlapornya baru menjalani pemeriksaan. Nanti setelah kita gelar perkaranya untuk penerapan pasal untuk penetapan tersangka," terangnya.
 
 
Mantan Kapolsek Pineleng ini mengatakan, jika memang ada upaya mediasi dari keduanya, pihaknya akan memberikan ruang tersebut. Namun, jika nanti upaya itu juga menemui jalan buntu, pihaknya akan meneruskan proses hukum tersebut.
 
 
"Kita tunggu saja hasil gelarnya, kami akan pertemukan terlapor dengan korban jika memang ada upaya mediasi," pungkas Sahelangi.
 
 
Sebelumnya, Sekretaris KNPI Kota Manado, AM alias Amas, melaporkan SS alias Simon ke Mapolresta Manado. Simon diduga melanggar Undang-undang (UU) ITE melalui media sosial Facebook, yang tertuang dalam laporan bernomor LP/1839/VII/2017/SPKT/RESTA MANADO tertanggal 28 Juli 2017.
 
 
Kasus ini berawal dari berita dan status yang diposting pelaku di akun FB-nya pada tanggal 8 Juli 2017 pukul 22.47 WITA. Postingan itu kemudian dibanjiri komentar antara korban dan terlapor hingga keesokan harinya.
 
 
Namun dari beberapa komentar terlapor menyebutkan kata-kata kasar yang menghina serta melecehkan korban. “Isu murahan karena seorang Amas Mahmud memang kelas MURAHAN. Bahkan anus pun masih lebih berharga dari seorang Amas Mahmud. Biar tempat pembuangan, tapi kalau tidak ada, membahayakan. Kalau Amas Mahmud, bisa di abaikan. hhhaaa…hhhaa..,” sebut SS membalas komentar korban.
 
 
Bahkan pada komentar lain, terlapor sampai menyuruh korban untuk memakan babi, padahal korban adalah seorang yang beragama muslim. “Hhhaaa..hhhaa..Maycle so pangge, pergi jo Amas Mahmud, makan babi sana, supaya otak mu bijak dan pintar.. hhhiii..hhiii..,”
 
 
Postingan itulah kemudian dianggap telah melecehkan dan dibawa korban ke ranah hukum.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
01 Feb 2018 / dibaca 2814 kali
MANADO (BK): Perampokan karyawati salah satu karyawati cafe di dalam kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (29/1/2018) malam, terungkap....
Hukum
31 Jan 2018 / dibaca 140 kali
MANADO (BK) : Irwandi Kolinu alias Wawan (24), narapidana yang kabur dari Lapas Tuminting, ternyata telah menjadi target operasi kepolisian....
Hukum
31 Jan 2018 / dibaca 115 kali
MANADO (BK) : Irwandi Kolinu alias Wawan (24), narapidana kasus pencurian motor, berhasil kabur dari Lapas Kelas IIA Tuminting Manado, Selasa...
Hukum
31 Jan 2018 / dibaca 336 kali
MANADO (BK) : Seorang narapidana dikabarkan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tuminting Manado.    ...
Hukum
31 Jan 2018 / dibaca 112 kali
MANADO (BK): Meski berstatus tersangka, meninggalnya residivis kasus pencurian, JL alias Joy (49), warga Desa Kokole Dua Jaga II Kecamatan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.