Hukum

Kejati Sulut Jadikan Paskah Momentum Tinggalkan Paradigma Ingin Dilayani

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 01 May 2019 09:13   76 kali
Kajati Sulut, M Roskanedi saat memberikan sambutan pada Perayaan Paskah Kejaksaan se-Sulut. (foto : Penkum Kejati Sulut)
MANADO (BK) : Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut), M Roskanedi menegaskan, rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi dan berhak atas pelayanan prima. Untuk itu, di momentum perayaan Paskah, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus meninggalkan paradigma lama ingin selalu dilayani.
 
 
“Sebagai ASN dan juga penegak hukum, sudah saatnya kejaksaan menempatkan masyarakat pada posisi yang harus dilayani dengan baik,” ujar Roskanedi pada Perayaan Paskah Keluarga Besar Kejaksaan se-Sulut, di Aula Kejati Sulut, Selasa (30/4/2019) pagi.
 
 
Perayaan Paskah tahun ini mengangkat Tema “Kebangkitan Kristus Memampukan Kita Berdiri Teguh Dan Terus Melayani Semua”, dengan Sub Tema “Berdiri Teguh Dalam Komitmen Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Guna Mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)”.
 
 
Paskah menurut Kajati adalah kebangkitan Kristus mengalahkan kematian dari semua bentuk kesia-siaan yang sering membelenggu kehidupan manusia. Inilah kemudian menjadi dasar iman umat Kristiani untuk mengalahkan bentuk kesia-siaan hidup.
 
 
“Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Injil dan iman umat Kristiani. Karena itu, kebangkitan Kristus adalah kenyataan yang menegaskan keberpihakan Tuhan pada kebenaran dan keadilan,” kata Roskanedi.
 
 
Foto bersama usai Perayaan Paskah Kejaksaan se-Sulut di Aula Kejati Sulut. (foto : Penkum Kejati Sulut)
 
 
Kajati juga menyorot isi sub tema Perayaan Paskah adalah upaya bersama untuk mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM di Kejati Sulut dan Kejari se-Sulut. Pencanangan zona integritas ini sudah dimulai sejak 11 Februari 2019 lalu.
 
 
Menurutnya, membangun zona integritas pada dasarnya adalah melakukan perubahan yang mendasar dari paradigma lama yang ingin dilayani, menjadi paradigma baru yang melayani masyarakat.
 
 
Manajemen perubahan ini, lanjut Kajati, menjadi pengungkit dalam mencapai sasaran hasil yang diinginkan, yaitu meliputi perubahan penataan tata laksana, penataan managemen Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju pemerintah yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
 
 
Foto bersama usai Perayaan Paskah Kejaksaan se-Sulut di Aula Kejati Sulut. (foto : Penkum Kejati Sulut)
 
 
“Untuk itu melalui perayaan Paskah ini, saya mengajak seluruh jajaran Kejaksaan se-Sulut untuk berkomitmen dan berkeinginan yang kuat untuk menegakkan integritas diri kita masing-masing dalam rangka  mengembalikan martabat serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, keadilan yang menjadi dambaan masyarakat,” pungkas mantan Kajati Kalimantan Tengah ini.
 
 
Sebelum perayaan, digelar ibadah Paskah yang dipimpin Sekteraris Umum Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pdt Evert AA Tangel STh, dan dihadiri khusus oleh seluruh Pegawai Kejaksaan se-Sulut dan Keluarga Besar Purnawirana Kejaksaan (KBPA) yang beragama Kristen. Acara diakhiri dengan ucapan terima kasih oleh Wakil Ketua Panitia Paskah yang juga Kepala Kejari Kotamobagu, Dasplin SH MM.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
15 Apr 2019 / dibaca 1009 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, dilantik menjadi PNS. Pengambilan...
Hukum
15 Apr 2019 / dibaca 134 kali
MANADO (BK) : Insiden berdarah terjadi di Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado, Sabtu (13/4/2019) malam. Seorang wanita muda,...
Hukum
15 Apr 2019 / dibaca 120 kali
MANADO (BK) : Kapolsek Kawasan Bandara, Iptu Ilham Matulangi melakukan pengecekan kesiapan anggotanya jelang Pemilu 2019. Pengecekan untuk...
Hukum
10 Apr 2019 / dibaca 185 kali
MANADO (BK) : Perkembangan teknologi informasi saat ini, ternyata seperti "Pedang Bermata Dua" bagi para jaksa. Disatu sisi, dapat...
Hukum
08 Apr 2019 / dibaca 537 kali
MANADO (BK) : Gara-gara menodongkan pisau sambil mengancam membunuh, RK alias Rosi (38), warga Kelurahan Lawangirung, Lingkungan III,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.