Hukum

Kenalkan Hukum Sejak Usia Dini, JMS Kunjungi SMPN 1 Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 23 May 2019 15:35   188 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan penyuluhan hukum di SMP Negeri 1 Manado, Rabu (22/5/2019). Penyuluhan ini merupakan salah satu program unggulan Kejaksaan yaitu Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
 
 
Tim terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E Mallaka, Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I Pelealu, Reny Hamel, Heskiel Sumombo, dan Augustinus Nong. Penyuluhan diawali doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu 2 siswa, Hana Runtu dan Tesalonika Tompodung.
 
 
Wakil Kepala SMP Negeri 1 Manado, Salmon Rosang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejati Sulut yang memilih sekolahnya untuk melaksanakan penyuluhan hukum.
 
 
“Kami sangat bangga dan mendukung kegiatan ini. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat diagendakan kembali minimal 1 tahun sekali di SMP Negeri 1 Manado,” tuturnya.
 
 
Sementara itu, Kasi Penkum Yoni E Mallaka dalam pemaparannya mengatakan Jaksa Masuk Sekolah adalah program untuk menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik.
 
 
“Tujuannya adalah untuk mengenalkan hukum sejak dini kepada para siswa-siswi sehingga kelak mereka tidak akan terlibat dalam hal-hal yang melanggar hukum sehingga menjauhkan mereka dari hukuman,” ungkap Mallaka.
 
 
Pada program JMS ini, lanjutnya, SMP Negeri 1 Manado adalah sekolah kedua yang dikunjungi oleh Tim Penkum Kejati Sulut di Tahun 2019 ini.
 
 
Kepala Seksi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I Pelealu saat memberikan materi tentang bahaya dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. (foto : Penkum Kejati Sulut)
 
 
Khathryna I Pelealu memaparkan hukum dalam arti yang sederhana. Dimana hukum adalah aturan, yang apabila dilanggar akan ada sanksinya. Sekarang ini, kata Pelealu, banyak hal-hal yang melanggar hukum yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih usia sekolah.
 
 
Dicontohkannya, yang paling banyak terjadi dewasa ini adalah penyalahgunaan narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm.
 
 
“Bahkan ada juga yang menjadi korban traficking atau perdagangan orang, serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video atau pun gambar yang tidak layak di media sosial,” terang Pelealu.
 
 
Dia kemudian meminta para siswa untuk tidak terlibat, karena hanya akan merusak masa depan. “Saya yakin di sini tidak ada siswa seperti itu, makanya belajarlah dengan baik, buatlah orang tua dan guru bangga dengan prestasi,” pinta Pelelalu.
 
 
Penyuluhan hukum ini dihadiri oleh sekitar 115 orang siswa-siswi. Mereka juga diberi kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang dibawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
23 Jun 2019 / dibaca 151 kali
(Ilustrasi)         MANADO (BK) : Sempat mendapat perawatan di rumah sakit, Stenly Manis (18),...
Hukum
22 Jun 2019 / dibaca 355 kali
(Ilustrasi)      MANADO (BK) : 2 orang meninggal dunia dan satunya kritis setelah tertimpa pohon yang tumbang...
Hukum
21 Jun 2019 / dibaca 117 kali
MANADO (BK) : Penyumbang terbesar terjadinya over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) adalah narapidana dan...
Hukum
21 Jun 2019 / dibaca 110 kali
MANADO (BK) : Bidang Dokkes Polda Sulut menggelar bhakti kesehatan di Desa Kalasey 2 Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Jumat...
Hukum
17 Jun 2019 / dibaca 324 kali
Anggota Inafis Polresta Manado membawa jasad lansia yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. (Fistel Mukuan/Tribun Manado)  ...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.