Hukum

Motor 'Bodong' Bawa Sekeluarga ke Penjara

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 26 May 2018 03:14   772 kali
Sekeluarga pelaku curanmor yang diringkus Tim Resmob Manguni Polda Sulut. (foto : ist)

MANADO (BK): Ada beberapa motor yang dijual murah serta tidak memiliki kelengkapan surat di Desa Minanga Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Satu unit motor hanya dihargai Rp 3 juta hingga 3,5 juta.

 

Warga pun kemudian menaruh curiga kepada satu keluarga yang nyaris selalu menjual motor. Mereka lalu menginformasikannya kepada Tim Resmob Manguni Polda Sulut.

 

Salut. Informasi itu dengan cepat direspon. Tim yang dipimpin Ipda Recky Pongayouw langsung menuju desa tersebut untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Setelah mengakuratkan bahan, penggebrekan dilakukan di rumah keluarga yang dicurigai, Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 23.30 WITA.

 

Tiga orang yang terdiri dari bapak, ibu dan anak, langsung diamankan malam itu juga, karena motor-motor yang dijual, ada keterkaitan dengan sejumlah kasus pencurian. Mereka adalah SE alias Said (46), TN alias Tina (49) dan SE alias Sandi (22).

 

Pengembangan kemudian dilanjutkan untuk menemukan motor-motor yang telah dijual keluarga yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan itu. Alhasil, 9 unit motor dan sebuah kompresor berhasil disita sebagai barang bukti.

 

Barang bukti yang diamankan itu adalah 4 unit sepeda motor Honda Beat, satu unit Honda Supra X125, satu unit Vario 125, satu unit Vario 110, satu unit Yamaha Vixion, satu unit Yamaha Mio, dan satu buah Kompresor.

 

Tapi, disaat pencarian barang bukti, ayah dan anak mencoba melawan dan berusaha untuk melarikan diri. Anggota Tim Manguni pun tak sungkan-sungkan menarik picu pistol untuk melumpuhkan aksi pelarian keduanya.

 

"Iya, ketiganya memang satu keluarga, ayah, ibu dan anak," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Sulut kepada wartawan, Jumat (25/5/2018).

 

Tapi, bagaimana cara mereka mencuri motor? Ternyata dengan menggunakan alat bantu kunci "T". Aksi mereka pun terbilang nekat, karena mereka mencuri motor di tempat umum, parkiran umum tempat perbelanjaan dan perumahan.

 

"Setelah tertangkap dan diinterogasi, satu pelaku ternyata residivis kasus yang sama dan bebas tahun 2016 lalu," terang Tompo.

 

"Mereka sudah dijebloskan ke dalam tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," Tompo menutup konfirmasinya.

 

Ternyata ada mata rantai saling bertautan yang dijalankan ketiganya. Peran itu berjalan dari dicurinya motor yang jadi incaran hingga proses penjualan. "Yang pasti, kalau papa dan mama keluar, pasti masing-masing bawa pulang motor," sebut Sandi.

 

Untuk menghilangkan jejak dan identitas, motor-motor itu lalu dimodifikasi. Setelah berobah bentuk dan warna, motor dipasarkan melalui grup jual beli di media sosial facebook.

 

"Saya kebagian tukang modifikasi," tutur Sandi.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
18 Jan 2019 / dibaca 151 kali
JAKARTA (BK): Presiden Jokowi berhasil mengambil langkah penting dalam memberantas korupsi. Yakni, membangun system pendukung seperti e...
Hukum
17 Jan 2019 / dibaca 162 kali
MANADO (BK) : Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) siap memberikan bantuan hukum kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. RD...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 984 kali
MANADO (BK) : Niat baik Ridwan Thalib (23), warga Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, malah membawa petaka. Nyawanya nyaris...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 470 kali
MANADO (BK) : EK alias Erwin (23), terpaksa diamankan oleh Tim Paniki Polresta Manado. Gara-garanya, warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan...
Hukum
14 Jan 2019 / dibaca 233 kali
MANADO (BK) : Pencurian di SD Negeri 46 Manado, Kelurahan Tumumpa Dua, Lingkungan II, Kecamatan Tuminting, akhirnya terungkap. Aparat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.