Hukum

Senator Ini Apresiasi Kapolda Sulut Berantas PETI

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 26 March 2020 22:51   156 kali
JAKARTA (BK) : Anggota DPD RI, Jafar Alkatiri memberikan apresiasi kepada Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa yang menutup Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh wilayah Sulut.
 
 
"Ini bagus, tanpa negosiasi langsung ditutup," ujar Jafar seusai pertemuan dengan Kapolda Sulut di Jakarta, Kamis (26/3/2020).
 
 
Kapolda Sulut, katanya, tidak banyak kompromi dan langsung tutup ditempat. Beliau juga tidak lagi menunggu segala macam rapat dan diskusi.
 
 
"Prinsipnya sederhana kalian punya izin silahkan dibuka,” tandas senator asal Sulut ini.
 
 
Bahkan menurutnya karena langkah tegas Kapolda yang baru ini, tambang-tambang ilegal kini berhenti beroperasi. Ini menjadi bukti bahwa Kapolda tidak main-main.
 
 
"Sekarang sudah ditutup, tanpa embel-embel, tanpa dibawa ke rapat. Sampai sekarang pun masih tutup,” terang Jafar lagi.
 
 
 
 
Selanjutnya, eks legislator Manado tiga periode ini meminta Pemerintah Daerah untuk membuat secara jelas mana wilayah yang diperbolehkan untuk pertambangan dan mana yang tidak boleh. Tentunya harus dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda).
 
 
"Dalam penetapan wilayah tersebut, Pemerintah perlu juga memperhatikan kepentingan masyarakat biasa yang mungkin sudah turun temurun hidupnya dari pertambangan. Beri mereka juga ruang untuk mereka berusaha," imbuh Jafar.
 
 
Wakil Ketua Komite I DPD RI ini juga meminta pemerintah daerah perlu mengatur dan membina masyarakat, bagaimana menambang secara baik dan benar. "Tentunya, kalau di wilayah yang diusahakan oleh perusahaan, harus jelas bagaimana proses perizinannya. Semuanya harus jelas agar tidak ada lagi aktivitas pertambangan yang ilegal,” terangnya.
 
 
Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa sebelumnya bersama tim melakukan penertiban atas kegiatan PETI di sejumlah tempat. Salah satunya di Potolo, Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
 
 
Langkah Kapolda ini kemudian mendapat dukungan dari Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulut, Theo Runtuwene. Menurut Theo, ini langkah maju dari aparat kepolisian yang tidak hanya memberi statement di media tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan.
 
 
Kehadiran tambang ilegal, khususnya di Kabupaten Bolmong dan Minahasa Tenggara, menurutnya sudah sangat meresahkan. "Terutama di Bolmong yang sempat menjadi perhatian nasional karena ada kecelakaan yang menyebabkan sejumlah penambang meninggal dunia," tandas Theo.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
11 Jan 2020 / dibaca 480 kali
MANADO (BK) : Tiga orang pemuda mengalami kecelakaan di ruas jalan Daan Mogot, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Motor...
Hukum
10 Jan 2020 / dibaca 5956 kali
JAKARTA (BK) : Setelah menjalani kurun waktu 3 bulan persidangan, Rabu 8 Januari 2020 kemarin akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat...
Hukum
09 Jan 2020 / dibaca 256 kali
Kapolsek Pineleng, Iptu Shirley Mangelep bersama Danramil 1309-04/Pineleng, Mayor Inf Alex Musak pada penanaman pohon di lingkungan Polsek...
Hukum
09 Jan 2020 / dibaca 157 kali
MANADO (BK) : Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas dalam kamar kostnya di Kelurahan Paniki Bawah, Lingkungan I, Kecamatan Mapanget Kota...
Hukum
08 Jan 2020 / dibaca 210 kali
JAKARTA (BK): Salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) terjaring operasi tangkap tangan (OTT). OTT dikabarkan digelar di Bandara...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.