Kesehatan

Cara Combiphar dan PERAPI Beri Pemahaman Penanganan Luka Bakar

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 12 May 2018 17:56   602 kali
MANADO (BK) : Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, luka bakar menyebabkan sekitar 195 ribu jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun. Sementara riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dirilis tahun 2013, mencatat luka bakar menempati urutan keenam penyebab cedera tidak disengaja (unintentional injury), dengan tingkat prevalensi 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
 
 
Demikian dikatakan Ni Ketut Sukartiwi, Senior GM Marketing Women's Health and Active Day Care Combiphar pada Seminar dan Workshop Penanganan Luka Bakar di Hotel Aryaduta Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (12/5/2018). Combiphar menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik lndonesia (PERAPI) pada seminar yang diikuti sekitar 200 dokter dan perawat.
 
 
“Luka bakar setelah jatuh, sepeda motor, benda tajam/tumpul, transportasi darat lain dan kejatuhan. Kasus luka bakar ini banyak terjadi pada anak di bawah usia lima tahun dan rata-rata terjadi di rumah tangga,” ujar Sukartiwi.
 
 
Pada riset Kementerian Kesehatan itu dikatakannya, anak-anak usia 1-4 tahun menjadi kelompok umur yang paling rentan terkena luka bakar dengan tingkat prevalensi sampai 1,5 persen. Fakta ini diperkuat dari data riset epidemiologi sejumlah dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada tahun 2013-2015, dimana sebanyak 108 pasien (82,3 persen) luka bakar adalah kelompok anak-anak (pediatric group) yang berusia 1-4 tahun. 
 
 
Lanjutnya, kondisi tersebut membuat Combiphar melalui produk Mebo yang telah dipercaya oleh dokter di Indonesia sejak 2006 untuk penanganan luka bakar, mempunyai misi untuk mengedukasi masyarakat khususnya para ibu, guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka mengenai pertolongan pertama luka bakar di rumah.
 
 
“Lebih dari itu, kami ingin mendorong keluarga Indonesia untuk selalu sedia produk obat luka bakar, satu diantaranya adalah Mebo sebagai P3K di rumah,” kata Sukartiwi.
 
 
Saat ini katanya, Mebo telah menjadi pilihan utama dokter untuk penanganan luka bakar di setiap Rumah Sakit. “Luka bakar dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Bukan hanya akibat api, luka bakar juga sering ditimbulkan dari minyak panas, air panas, maupun benda panas lain yang berbahaya,” tandasnya lagi. 
 
 
VP Consumer Healthcare & Wellness and lntemationai Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto mengatakan pentingnya Seminar dan Workshop untuk pengetahuan dan penanganan luka bakar yang tepat dan benar agar membantu penyembuhan luka secara optimal, dicermati oleh Combiphar dengan produk unggulannya Mebo. Dia menyatakan kerjasama strategis ini merupakan cara efektif untuk memperluas pemahaman tentang penanganan luka bakar dan pemilihan obat yang tepat.
 
 
“Ini adalah wujud nyata kami dalam ‘Championing A Healthy Tomorrow’ dengan memberikan edukasi dan memperluas jangkauan informasi terutama bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan healthcare professional dalam memberikan penanganan yang tepat terhadap pasien darurat luka bakar. Kami yakin informasi ini juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya di wilayah Manado,” ungkap Weitarsa.
 
 
Menurut Weitarsa, kegiatan ini merupakan inisiatif kedua belah pihak untuk mengedukasi frontliner praktisi pelayanan kesehatan melalui materi dan informasi yang tepat, khususnya dalam menangani pasien pasien luka bakar baik ringan maupun berat. Seminar ini dikatakan acara serupa yang sudah dilaksanakan di Kupang, 28 April 2018 yang diikuti 86 peserta.
 
 
“Kebutuhan dokter yang memiliki keahlian dalam penanganan luka bakar sangat diperlukan. Pengetahuan mengenai cara perawatan luka bakar yang tepat dan benar pun menjadi sangat penting dalam membantu penyembuhan luka yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup pasien selanjutnya,” terangnya.
 
 
Oleh karena itu, dia mengatakan tidak hanya tenaga medis profesional yang diperlukan, namun keberadaan produk farmasi yang handal juga memainkan peranan penting.
 
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PERAPI, dr Donna Savitry, SpBP-RE mengatakan ada sinergi berupa edukasi tentang luka bakar dan luka lainnya untuk para dokter umum di Indonesia, antara PERAPI dengan Mebo dari Combiphar yang memasarkan salep luka bakar Mebo. Diharapkan, sinergitas ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak tenaga medis yang dapat mengaplikasikan ilmunya secara langsung dengan penanganan yang cepat dan tepat untuk luka bakar dan luka lainnya dapat dilakukan dengan optimal.
 
 
Menurutnya, kasus luka bakar menjadi wewenang dan kompetensi dokter bedah plastik. Namun hal ini belum sejalan dengan kondisi di lapangan, dimana keberadaan dokter bedah plastik dan luka bakar terutama di daerah perifer (terpencil) Indonesia masih sangat minim.
 
 
“Umumnya di daerah perifer kasus luka bakar akan ditangani oleh dokter umum terlebih dahulu untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit yang memiliki unit luka bakar atau kota yang memiliki dokter bedah plastick,” ujar dr. Donna. 
 
 
Senada dengan PERAPI, dr Mendy H OIey, SpBP-RE dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado mengatakan, dengan makin banyaknya tenaga medis yang memahami penanganan terintegrasi terhadap luka, termasuk luka bakar baik ringan hingga tingkat yang lebih serius, akan meminimalisir terjadinya risiko tinggi yakni cacat dan kematian.
 
 
“Hal ini perlu didukung dengan pemilihan produk perawatan luka yang tepat, dimana yang terpenting adalah terciptanya kondisi moist (lembab) pada area luka untuk menunjang penyembuhan luka yang lebih baik,” kata dr. Mendy.
 
 
Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, Combiphar akan mendonasikan 100 tube Mebo yang akan diberikan kepada Rumah Sakit Umum Pusat(RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado. Pemberian itu diterima secara simbolis oleh dr. lan Ngantung, SpBP-RE.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Kesehatan
Kesehatan
17 Mar 2017 / dibaca 1161 kali
TOMOHON (BK):  Dalam rangka hari ulang tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia ke 43 (PPNI) tanggal 17 Maret 2017, Siloam Hospitals...
Kesehatan
28 Jan 2017 / dibaca 875 kali
MANADO (BK) : Di tahun Ayam Api, manajemen di 23 unit Siloam yang tersebar di berbagai kota di Indonesia melanjutkan program pemberian...
Kesehatan
26 Dec 2016 / dibaca 1042 kali
MANADO (BK): Damai dan kasih Natal disambut penuh sukacita oleh para pasien rawat inap Siloam Hospitals Manado. Hal ini dikarenakan dengan...
Kesehatan
25 Nov 2016 / dibaca 921 kali
LOLAK (BK): Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) meraih tujuh penghargaan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 Provinsi...
Kesehatan
24 Oct 2016 / dibaca 776 kali
MANADO (BK):  Siloam Hospitals Manado bekerja sama dengan Kalbe Nutrive Benecol menyelenggarakan Health Talk , dengan pembicara dr....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.