Kesehatan

Pertama Kali di Manado, RSUP Kandou Operasi Neurointervensi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 06 July 2018 20:25   2903 kali
Kepala IBS RSUP dr. Kandou Malalayang, dr Herman Kereh SpB (tengah) bersama dr Gilbert Tangkudung SpS FINS FINA (kiri) dan dr Bambang Try Prasetyo SpS

MANADO (BK):  RSUP Prof. Kandou Malalayang Manado, berhasil melakukan operasi neurointervensi (intervensi saraf) kepada dua pasien, di kamar operasi IBS, rumah sakit tersebut, pada Jumat (29/6/2018). Kegiatan itu merupakan pertama kali di Manado.

 

Hal tersebut dikatakan Dirut RSUP dr. Kandou Malalayang Manado, melalui Kepala Instalasi Bedah Sentral (IBS), dr. Herman Kereh SpB kepada beritakawanua.com, belum lama ini.

 

Ia menjelaskan, pihaknya hanya menyediakan peralatan atau fasilitas dan mengatur kegiatan di kamar operasi. “Dokter yang melakukan operasi yaitu putra kawanua ahli saraf dr.Gilbert Tangkudung SpS FINS FINA (spesialis saraf intervensi) didampingi dr Bambang Try Prasetyo SpS(K) FINS FINA dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta. Dokter Tangkudung saat ini adalah dokter satu-satunya spesialis saraf intervensi,” papar dia.

 

Kereh menuturkan, tindakan saraf intervensi tersebut dilakukan terhadap pasien-pasien dengan gangguan persarafan seperti stroke. “Jika sebelumnya pasien stroke hanya penanganan berupa pengobatan, kini lebih tinggi tingkatannya. Lewat tindakan operatif dengan memasukkan alat ke tubuh penderita untuk ditangani secara medis ke bagian saraf yang mengalami gangguan.Berupa tindakan coiling aneurisma pembuluh darah otak,” papar dia.

 

Disebutkannya, keberhasilan tindakan coiling aneurisma pembuluh darah otak tersebut ditunjang ketersediaan alat Cath Lab (Catheterization Laboratory) di kamar operasi IBS. “Langkah itu adalah bentuk visi dan misi RSUP Prof Kandou, untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien-pasien di Sulut dan Indonesia Bagian Timur,” ujar Kereh.

 

Pada kesempatan yang sama, dr. Gilbert menerangkan, tindakan coiling adalah tindakan memasukkan coil melalui akses pembuluh darah ke lokasi target kelainan. Sehingga darah tidak lagi masuk ke dalam kantong aneurisma yang pecah. Jalannya operasi menggunakan alat Cath Lab di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof Kandou. Jalannya operasi menggunakan alat Cath Lab di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof Kandou.

 

“Belakangan ini tindakan coiling atau embolisasi mulai banyak digemari oleh para dokter, sehingga banyak dipilih dalam pengobatan aneurisma,” ujarnya.

 

Gilbert menerangkan, aneurisma merupakan salah satu jenis kelainan pembuluh darah otak. Di mana terdapat kelemahan pada sebagian dinding pembuluh darah.

 

(*/patria)

 

 

 

 

Komentar ()
Berita Kesehatan
Kesehatan
26 May 2018 / dibaca 905 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) DR (HC) Christiany Eugenia Paruntu SE kembali menyabet penghargaan dari Presiden RI...
Kesehatan
13 May 2018 / dibaca 1071 kali
Manado (BK): Perawat Siloam Hospital Manado sukses mengadakan Bakti Sosial dan Jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Perawat Sedunia...
Kesehatan
12 May 2018 / dibaca 1271 kali
MANADO (BK) : Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, luka bakar menyebabkan sekitar 195 ribu jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun....
Kesehatan
16 Feb 2018 / dibaca 1162 kali
MANADO (BK): Menyambut tahun baru Imlek 2569 Siloam Hospitals Group serentak membagikan kado  menarik bagi seluruh pasien rawat inap...
Kesehatan
10 Feb 2018 / dibaca 587 kali
JAKARTA (BK): Profesi sebagai wartawan ternyata juga bisa menyebabkan serangan berbagai penyakit, dari ringan sampai berat.   Namun...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.