Kesehatan

Pengajar Faked Unsrat Gelar Ipteks Bagi Masyarakat Desa Tingkulu

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 01 December 2017 14:00   481 kali
Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, DR. dr Martha Marie Kaseke, M.Kes memaparkan soal malaria kepada warga
 
Pentingnya Penyuluhan Pencegahan Penyakit Malaria
 
APA ITU MALARIA.....???
Malaria adalah Penyakit yang disebabkan oleh Parasit (plasmodium) dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles. (Garcia&Bruckner, 1997; Depkes RI 2007, 2008)
 
Nyamuk Anopheles sendiri memiliki habitat hidup di rawa-rawa, air tergenang, kolam air yang tidak terawat dan sawah yang menggigit pada malam hari.
 
Ada 5 jenis malaria yang ditemukan. Adapun Jenis Malaria diantaranya, Malaria tropika yang disebabkan oleh plasmodium falciparum dengan gejala demam yang timbul terus menerus setiap hari. Jenis malaria ini bisa menjadi malaria berat yang menyebabkan kematian.
 
Malaria tertiana yang disebabkan oleh plasmodium vivax dengan gejala demam yang timbul (berulang).
 
Malaria Kuartana yang disebabkan oleh plasmodium malariae dengan gejala demam yang timbul (berulang).
 
Malaria Ovale yang disebabkan oleh plasmodium ovale dan Malaria Knowlesi yang disebabkan oleh plasmodium Knowlesi.
 
Melihat pentingnya pengetahuan masyarakat akan penyakit Malaria tersebut, pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, DR. dr Martha Marie Kaseke, M.Kes pada Sabtu 28 Oktober 2017 menggelar kegiatan Ipteks Bagi Masyarakat atau disingkat IbM di Desa Tingkulu Lingkungan 8 atau tepatnya di lokasi tempat dilaksanakan Posyandu mulai pukul 09.00 WITA sampai 14.30 WITA.
 
Kegiatan yang juga merupakan bentuk partisipatif tenaga pengajar untuk memajukan Unsrat menjadi Excelent University ini, dilaksanakan di desa Tingkulu yang masuk wilayah kerja dari puskesmas Teling Atas, karena situasi desa Tingkulu lingkungan 8 terletak di daerah lembah dan disekitarnya dikelilingi oleh pohon-pohon, dan terdapat beberapa kolam-kolam ikan yang tidak terawat yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyebab penyakit malaria. 
 
Kegiatan sendiri diawali tim pengabdian dengan membagikan kuesioner sebagai pretest sebelum menerima materi kepada masyarakat yang hadir untuk mengikuti acara ini. 
 
Narasumber pada acara ini yang pertama adalah dr. Oktavian Yollah Umboh, kepala puskesmas Teling Atas yang membawakan materi “Ayo Berantas Malaria”.
 
Dalam penuturannya, dr. Oktavian Yollah Umboh membeberkan beberapa hal diantaranya:  
 
GEJALA DAN TANDA MALARIA
- Menggigil
- Demam
- Berkeringat
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
 
Gejala Lanjut
- Gangguan Kesadaran
- Kejang
- Mata dan Tubuh Kuning
- Gangguan kencing
- Kelemahan Umum
- Sesak 
- Perdarahan
Apabila sudah ada gejala dan tanda malaria serta gejala lanjut, maka harus SEGERA PERIKSA KE DOKTER.
 
Bagaimanakah:
PENGOBATAN MALARIA ??
 
- GRATIS DI PUSKESMAS
- MINUM SESUAI PETUNJUK DOKTER
- ISTIRAHAT
- KONTROL KEMBALI
 
“ ABC”
A : Awas dan perhatikan : faktor resiko, cara penularan, cara pencegahan, gejala dan tanda
B : Biasakan untuk hindari gigitan nyamuk selama di daerah endemis dengan menggunakan kelambu saat tidur, pakai lotion anti nyamuk, pakai kawat anti nyamuk di rumah, menjaga kebersihan lingkungan
C : Cek darah segera ke tenaga kesehatan jika ada gejala
 
Apabila ABC dilakukan dengan baik, maka:
MASYARAKAT SEHAT
TANPA MALARIA
 
Sementara, Dr. dr. Martha Marie Kaseke, M.Kes, penggagas kegiatan IbM desa Tingkulu ini juga menjadi narasumber dan memberikan materi seputaran pencegahan Malaria.
 
Dielaskannya, kegiatan penyuluhan ini diharapkan bisa dilaksanakan secara reguler agar materi-materi yang telah diberikan oleh narasumber dapat meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat Tingkulu lingkungan 8, bagaimana cara pencegahan penyakit malaria. 
 
"Ada pepatah mengatakan “Lebih baik mencegah daripada Mengobati”."
 
Dr. dr. Martha Marie Kaseke, M.Kes, mengharapkan dengan kegiatan seperti ini yang dilakukan secara reguler, bisa terus mengingat-ingatkan kepada masyarakat bagaimana cara dan pola hidup di lingkungan yang sehat sehingga terhindar dari gigitan vektor (nyamuk malaria).
 
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti melakukan kerja bakti masal pada setiap minggu (jumat bersih) untuk membasmi sarang nyamuk dengan membersihkan selokan-selokan yang tidak mengalir dengan baik, lobang-lobang yang tergenang air, kolam-kolam yang tidak terawat, rawa-rawa yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk malaria. 
Tidur malam juga hari harus memakai lotion anti nyamuk, memakai kelambu yang mengandung antiseptik.
 
Setelah pemberian materi oleh nara sumber, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dengan peserta yang hadir. 
 
Setelah selesai diskusi, langsung diberikan kuesioner (post test) yang diisi oleh peserta yang telah menerima materi. Hasil pretest yang 40% meningkat menjadi 90% (post test) pengetahuan tentang pencegahan penyakit malaria.
 
Setelah penyuluhan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, konsultasi dan pengobatan gratis kepada masyarakat.
 
Oleh Dr.dr. MARTHA MARIE KASEKE, M.Kes
UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO
Komentar ()
Berita Kesehatan
Kesehatan
17 Mar 2017 / dibaca 1260 kali
TOMOHON (BK):  Dalam rangka hari ulang tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia ke 43 (PPNI) tanggal 17 Maret 2017, Siloam Hospitals...
Kesehatan
28 Jan 2017 / dibaca 935 kali
MANADO (BK) : Di tahun Ayam Api, manajemen di 23 unit Siloam yang tersebar di berbagai kota di Indonesia melanjutkan program pemberian...
Kesehatan
26 Dec 2016 / dibaca 1166 kali
MANADO (BK): Damai dan kasih Natal disambut penuh sukacita oleh para pasien rawat inap Siloam Hospitals Manado. Hal ini dikarenakan dengan...
Kesehatan
25 Nov 2016 / dibaca 968 kali
LOLAK (BK): Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) meraih tujuh penghargaan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 Provinsi...
Kesehatan
24 Oct 2016 / dibaca 826 kali
MANADO (BK):  Siloam Hospitals Manado bekerja sama dengan Kalbe Nutrive Benecol menyelenggarakan Health Talk , dengan pembicara dr....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.