Kesehatan

Siloam Hospital Kenalkan HBOT, Pengobatan dengan Pemberian Oksigen Murni

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 22 October 2018 20:16   4204 kali
Sosialisasi Manfaat Pengobatan HBOT yang berlangsung di Maxx Coffee Manado. (foto : acha)
MANADO (BK) : Penyakit dekompresi yang kerap dialami penyelam laut, ternyata bisa ditangani dengan pengobatan Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT). Hal ini disampaikan dr. Mendy Hatibie, Sp.BP-RE dan dr. Friko Talumewo, pada Sosialisasi Manfaat Pengobatan HBOT yang berlangsung di Maxx Coffee Manado, Senin (22/10/2018).
 
 
Pada session ‘HBOT on Wound Healing and Wellness’, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika Siloam Hospitals Manado ini, mengatakan, HBOT adalah metode pemberian oksigen murni kepada pasien dalam ruang bertekanan tinggi, yakni lebih dari 1 Atmosfer Absolut. “Ini bertujuan guna meningkatkan dan memperbaiki kondisi tubuh,” ujar dr. Mendy.
 
 
Selain itu katanya, dekompresi, HBOT juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai indikasi klinis, antara lain penyembuhan luka tubuh (seperti luka bakar dan luka terkait penyakit diabetes mellitus) serta pencangkokan kulit. “Hal ini sudah diakui secara resmi oleh Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS) dan Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat pada tahun 2011,” kata dr. Mendy.
 
 
Dia menjelaskan, pemberian oksigen murni dalam ruang bertekanan yang disebut chamber, mampu menyuplai oksigen 10-15 kali lebih banyak dibandingkan jika pemberian oksigen dilakukan di permukaan laut atau pada tingkat atmosfer normal. Karena itu, HBOT sangat efektif untuk merangsang pembentukan pembuluh darah baru, mengurangi pembengkakan dan peradangan, menonaktifan racun, meningkatkan kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi dan membunuh beberapa jenis bakteri berbahaya.
 
 
“Juga membantu tubuh membangun jaringan ikat baru, membersihkan racun dan produk sisa metabolisme, serta mempercepat proses penyembuhan,” jelasnya.
 
 
Adapun bagi pasien Diabetes Melitus, HBOT dapat bermanfaat untuk mengatasi komplikasi masalah kesehatan yang biasanya sering terjadi. Komplikasi tersebut disebabkan karena kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh berlangsung pada waktu lama sehingga merusak pembuluh darah dan sistem saraf.
 
 
“Komplikasi diabetes bisa berakibat pada beberapa kerusakan bagian tubuh, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan amputasi, dan impotensi. Nah, suplai oksigen dari HBOT mampu memperbaiki fungsi saraf dan memperlancar peredaran darah, serta dapat meningkatkan kinerja insulin pasien diabetes,” jelas dr. Mendy. 
 
 
Alat Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) yang berada di Siloam Hospital Manado. (foto : acha)
 
 
Hasil dari HBOT, lanjutnya, dapat dirasakan setelah menjalankan beberapa sesi terapi, dimana terapi ini juga dapat dijalankan bersamaan dengan terapi lain sesuai dengan rekomendasi dokter. Secara umum, semakin kronis kondisi pasien, sesi yang dibutuhkan juga bisa semakin banyak.
 
 
“Untuk itu, diskusikan dengan dokter Anda mengenai terapi spesifik apa yang dapat Anda terima sesuai dengan kondisi medis serta berapa sesi yang harus dijalani. Ceritakan kondisi medis anda secara jelas dan lengkap kepada dokter guna menghindari efek samping yang tidak diinginkan,” tambah dr. Mendy Hatibie.
 
 
Pengobatan HBOT sebenarnya telah dimanfaatkan di Indonesia sejak tahun 1960. Pengobatan ini kemudian terus dikembangkan hingga kini melalui pemberian pelatihan teori dan praktik kepada para tenaga ahli medis, seperti Pelatihan Dasar Ilmu Kedokteran Kelautan bagi tenaga operasional HBOT oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan (Perdokla) di Siloam Hospitals Manado pada 27-31 Agustus 2018 lalu.
 
 
Sejak dibuka 1 Agustus 2018, pelayanan HBOT di Siloam Hospitals telah melayani treatment pasien dengan kasus-kasus seperti luka bakar, luka kecelakaan yang sudah dilakukan tindakan awal. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelayanan HBOT Siloam Hospitals Manado, hubungi (0431) 7290900.
 
 
Sosialisasi juga menghadirkan Management Siloam Hospitals Manado, diantaranya Direktur dr. Abraham Talumewo, MHSM, CEO Diana Kawatu, Hodiv Business Development Magdalena Molenaar dan Head Dept Marketing Communication Melissa Walandouw.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Kesehatan
Kesehatan
26 May 2018 / dibaca 904 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) DR (HC) Christiany Eugenia Paruntu SE kembali menyabet penghargaan dari Presiden RI...
Kesehatan
13 May 2018 / dibaca 1070 kali
Manado (BK): Perawat Siloam Hospital Manado sukses mengadakan Bakti Sosial dan Jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Perawat Sedunia...
Kesehatan
12 May 2018 / dibaca 1270 kali
MANADO (BK) : Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, luka bakar menyebabkan sekitar 195 ribu jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun....
Kesehatan
16 Feb 2018 / dibaca 1162 kali
MANADO (BK): Menyambut tahun baru Imlek 2569 Siloam Hospitals Group serentak membagikan kado  menarik bagi seluruh pasien rawat inap...
Kesehatan
10 Feb 2018 / dibaca 586 kali
JAKARTA (BK): Profesi sebagai wartawan ternyata juga bisa menyebabkan serangan berbagai penyakit, dari ringan sampai berat.   Namun...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.