Lingkungan

Darurat Sampah, Manado Butuh Penegakan Aturan dan Kesadaran

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 26 November 2016 03:13   1181 kali

MANADO (BK): Manado ternyata berpredikat darurat sampah. Fakta ini terungkap pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Kantor DPRD Kota Manado, Jumat (25/11/2016).

 

Wakil Walikota Mor D Bastiaan, Ketua DPRD Kota Manado Noortje Van Bone, tampil sebagai pembicara bersama Ketua Badan Legislasi, Hengky Noch Kawalo. Ishak Kusrant dari AJI Manado menjadi moderator pada FGD bertema Kesadaran, Sosialisasi atau Efek Jera untuk Solusi Manado Bersih.

 

Mor pada kesempatan pertama memaparkan sampah telah menjadi masalah besar di Kota Manado. Bahkan ibukota Provinsi Sulut ini sempat dikenakan darurat sampah sehingga perlu esktra keras untuk menanganinya.

 

"Salah satu kebijakan yang dilakukan Pemkot Manado adalah pengelolaan sampah dari Dinas Kebersihan dialihkan ke kecamatan," papar dia.

 

Mor menambahkan, perkembangan perekonomian yang semakin maju berujung pada peningkatan volume sampah. Namun tidak seimbang dengan armada sampah yang dimiliki Pemkot Manado.

 

"Armada kami banyak yang sudah tua dan rusak sehingga hanya setengah saja yang bisa diangkut. Untuk itu perlu ada penambahan armada dan petugas sampah," jelasnya.

 

Politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan, pada APBD perubahan telah dianggarkan armada motor sampah yang akan ditempatkan di setiap lingkungan yang berjumlah 504. "Tapi kami baru merealisasikan 100 unit dan sedang dalam proses," tandas Mor.

 

Sebelumnya, Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun dalam pengantar sebelum FGD mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian program AJI Manado yang didukung oleh lembaga donor dari Kanada yakni Development and Peace.

 

“Sudah sejak tahun 2015 kami menjalankan program penguatan jurnalis untuk isu lingkungan. Tahun 2016 ini ada 21 kegiatan, salah satunya adalah advokasi kebijakan seperti yang dilakukan bersama Pemkot dan DPRD Kota Manado dalam FGD ini,” ujar Ikanubun.

 

Sementara Nortje Van Bone mengakui, terkait masalah aturan memang perlu diperbaharui seiring dengan kemajuan pembangunan yang berdampak pada meningkatnya persoalan sampah. Untuk itu katanya, DPRD terus berupaya membantu Pemkot Manado dalam meloloskan kebijakan dalam penyiapan peralatan sampah serta penambahan petugas armada sampah.

 

"Tapi semua ini harus diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya," ucapnya.

 

Ketua Badan Legislasi, Hengky Noch Kawalo lebih keras dalam penyampaian pendapat. Dia mengatakan adanya tumpang tindih aturan yang berujung penegakan Perda Sampah tidak optimal.

 

"Legislatif tidak melihat adanya penindakan yang tegas dari Pemkot Manado," tegasnya.

 

Banyaknya sampah serta kesadaran membuang sampah pada tempatnya ditanggapi Tokoh Nelayan Manado, Ronny Mamesah. Ronny menyebut sampah yang tak tertangani karena dibuang sembarangan di darat, bisa terbawa air saat hujan dan bermuara ke laut.

 

"Tangkapan nelayan pun berkurang, bahkan sempat gumala (mata kail) nelayan beberapa kali tersangkut sampah, bukannya ikan," tukasnya.

 

Selain itu, lanjutnya, penindakan yang kurang dari pemerintah serta reklamasi juga jadi persoalan besar di sector lingkungan. Dia meminta harus ada pembatasan, terutama saluran air antar kelurahan, karena banyak sampah yang terbawa di got dan kemudian menumpuk ke tempat lain.

 

"Saya pernah membersihkan got di samping rumah makan saya, tak sampai 1 jam, gotnya kembali penuh sampah karena terbawa arus air dari tempat lain," tandasnya.

 

Akademisi Fakultas MIPA Unsrat, Veralyn Maabuat sependapat dengan Ronny Mamesah. Sebabnya, saat melakukan penelitian di tahun 2015 untuk daerah pesisir persoalannya juga terkait sampah.

 

"Masalah pesisir adalah sampah, ada sampah kiriman, dan limbah rumah tangga dibuang ke laut. Di sisi lain kesadaran masyarakat masih kurang, dan juga kurangnya sosialisasi dari instansi terkait tentang sampah,” ujar Veralyn sambil menambahkan penegakkan aturan juga belum maksimal.

 

Moderator FGD, Ishak Kusrant kemudian menyimpulkan adanya persoalan dengan sampah di Manado. Tingginya volume sampah, kurangnya armada, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya sosialisasi dan penegakan aturan terkait sampah menjadi persoalan mendasar bagaimana menciptakan Manado bersih.

 

Turut hadir dalam FGD yang berlangsung lebih dari 2 jam ini, Kepala Dinas Kebersihan Kota Manado, Julises Oehlers, Kabag Hukum Setdakot Paul Sualang, Camat Malalayang, Laurens Umboh, Camat Mapanget Danny Kumajas, Camat Wanea, Sammy Kaawoan, Camat Bunaken, Welliam Wongkar dan Camat Bunaken Kepulauan, Robert Dauhan.

 

Selain itu juga dari kalangan DPRD Kota Manado yaitu Benny Parasan, Stenly Tamo dan tokoh masyarakat dan kalangan jurnalis dari berbagai media massa, baik cetak maupun online.

 

(acha/bk-8)

Komentar ()
Berita Lingkungan
Lingkungan
19 Jun 2016 / dibaca 1028 kali
SILIAN RAYA (BK): Kelompok Pencinta Alam (KPA) Silian, Kecamatan Silian Raya, Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan kegiatan Bakti Sosial...
Lingkungan
11 Jun 2016 / dibaca 994 kali
JAKARTA (BK): Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS) melakukan peninjauan langsung demo alat berat watermaster sebagai alat...
Lingkungan
04 Jun 2016 / dibaca 1071 kali
    TONDANO (BK) : Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi menghadiri Presentasi Alat Berat Watermaster pada Rabu 1/6 di...
Lingkungan
06 Feb 2016 / dibaca 1231 kali
LIKUPANG (BK) : Sejumlah warga meminta aparat untuk menindak tegas oknum yang melakukan pembabatan hutan mangrove (hutan bakau) di Wilayah Desa...
Lingkungan
28 Nov 2015 / dibaca 1356 kali
JAKARTA (BK):   Untuk kelima kalinya, Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara mendapat penghargaan sebagai Kota Sehat 2015. Wali...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.