Lingkungan

Editor Media Cetak Digandeng AJI Manado, Kupas Lingkungan Dalam Perspektif Budaya

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 30 November 2016 21:49   1246 kali
Focus Group Discussion (FGD) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado yang digelar di Kantor Harian Kawanua Post. (foto : ito)
MANADO (BK) : Focus Group Discussion (FGD) kembali digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado. Kali ini, editor berbagai media cetak di Sulawesi Utara digandeng untuk ikut terlibat dalam pemberitaan mengenai lingkungan yang dilaksanakan di Kantor Harian Kawanua Post, Rabu (30/11/2016).
 
 
Ketua AJI Manado Yoseph Ikanubun dalam pengantarnya mengatakan, AJI Manado disokong donor Development and Peace (DnP) Canada yang fokus terhadap isu-isu lingkungan. Dan FGD di Harian Kawanua Post adalah yang kelima kalinya dilaksanakan untuk media cetak setelah di Tribun Manado, Koran Sindo, Swarakita dan Media Sulut.
 
 
"Disini kami mengangkat tema Menjaga Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Budaya," ujar Ikanubun.
 
 
Lanjutnya, isu lingkungan saat ini masih dianggap kurang seksi dan menarik sehingga tidak terakomodir oleh media. Pendekatan melalui FGD seperti ini nantinya bisa diketahui isu lingkungan sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup sekarang dan dimasa yang akan datang.
 
 
"Terkadang reporter di lapangan telah membuat berita mengenai lingkungan, tapi tidak diakomodir di bagian keredaksian. Itulah mengapa editor dan pemimpin redaksi kita ajak untuk berdiskusi pentingnya isu lingkungan," katanya.
 
 
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kawanua Post, Alfein Gilingan yang didaulat sebagai pembicara memaparkan peran media sangat strategis dalam pelestarian lingkungan. Namun dia cenderung lingkungan hidup dalam perspektif budaya di Sulut terjadi karena kearifan lokal. 
 
 
"Contoh pelestarian lingkungan dengan menggunakan kearifan lokal adalah pasangan yang akan berumah tangga baru harus menanam pohon sebelum menuju ke Catatan Sipil. Ini sangat menarik, karena memiliki nilai-nilai budaya, kemanusian hingga sosiologis," tandasnya.
 
 
Dia berharap, model kearifan lokal adalah sebuah tatanan yang diwariskan leluhur yang harus terus dijaga. Untuk itu, dalam menjaga kelestarian lingkungan ini dapat dimulai dari lingkungan keluarga, komunitas pers dan lain-lain.
 
 
"Kearifan lokal ini sangat menarik untuk ditulis. Kita sebagai pelaku pers punya tanggung jawab moril untuk menjaganya," pungkasnya.
 
 
Sementara itu, Budayawan Sulut Denni Pinontoan menjelaskan perkembangan peradaban manusia terbagi dalam 3 bagian besar. Era ekosentrime, dimana manusia pada zamannya menjadikan alam sebagai rumahnya.
 
 
Selanjutnya era antroposentrisme yaitu manusia menaklukan tanah dan mengekspolitasi sumber daya alam, serta era kosmosentrime, dimana manusia dan alam adalah satu kesatuan dan tak bisa dilepaskan dari lingkungan hidup.
 
 
"Jadi kita sekarang berada di era kosmosentrime ketika ada atau muncul kesadaran bahwa manusia harus kembali menyatu dengan alam," terangnya.
 
 
Dia menegaskan, kerusakan lingkungan hidup, laut direklamasi dan lain-lain itu tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan peradaban manusia. Dia menambahkan, budaya memiliki arti yang luas dan dinamis.
 
 
Budaya yang di dalamnya merupakan kearifan lokal saat ini katanya, sudah tidak dipahami. Salah satu faktornya karena agama.
 
 
"Contoh kearifan lokal yang sudah tidak dipahami adalah pohon besar menurut orang tua dulu jangan diganggu atau dipotong, tapi dianggap takhyul. Padahal makna sebenarnya karena terkait pelestarian lingkungan. Dimana, saat pohon itu dipotong ternyata terjadi longsor," tegasnya.
 
 
FGD yang menghadirkan 15 editor berbagai media cetak di Sulutnya ini, ditutup dengan diskusi mencari solusi peran media untuk ikut menjaga kearifan lokal lingkungan hidup untuk terus terjaga melalui pemberitaan.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Lingkungan
Lingkungan
10 Aug 2016 / dibaca 856 kali
MANADO (BK) : Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban banjir bandang 2014 di Kota Manado terus bergulir. Sepekan ini memasuki...
Lingkungan
22 Jun 2016 / dibaca 976 kali
TONDANO (BK) : Mensikapi cuaca buruk yang berkepanjangan ditandai dengan turunnya hujan disertai angin kencang yang terjadi selama 2 (dua) hari...
Lingkungan
19 Jun 2016 / dibaca 1155 kali
SILIAN RAYA (BK): Kelompok Pencinta Alam (KPA) Silian, Kecamatan Silian Raya, Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan kegiatan Bakti Sosial...
Lingkungan
11 Jun 2016 / dibaca 1082 kali
JAKARTA (BK): Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS) melakukan peninjauan langsung demo alat berat watermaster sebagai alat...
Lingkungan
04 Jun 2016 / dibaca 1175 kali
    TONDANO (BK) : Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi menghadiri Presentasi Alat Berat Watermaster pada Rabu 1/6 di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.