Manado

LSM Maesaan Tou Malesung : Mahasiswa Papua Aman di Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 03 September 2019 14:14   290 kali
Ketua Umum LSM Adat Maesaan Tou Malesung, Meiyer Tanod.
MANADO (BK) : Ketua Maesa’an Tou Malesung (MTM), Meiyer Tanod meminta seluruh pemangku kebijakan untuk bersikap arif dengan isu kepulangan mahasiswa Papua kembali ke tanah Papua. Menyusul dikeluarkan maklumat dari Majelis Rakyat Papua (MRP) yang berisi seruan, mahasiswa Papua di semua studi pada wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kembali ke tanah Papua.
 
 
“Ada informasi-informasi yang harus diluruskan, dan ini harus disikapi arif dan bijaksana oleh pemangku kebijakan di Indonesia,” ujar Tanod di Manado, Selasa (3/9/2019).
 
 
Informasi kepulangan masyarakat dan mahasiswa Papua, lanjut Tanod, bukan berarti karena tekanan pemerintah. Karena menurutnya bisa saja kepulangan mereka karena ada kepentingan seperti panggilan keluarga atau sedang mengurus kepentingan mereka di daerah asal, bukan karena tekanan maupun permintaan MRP.
 
 
“Informasi-informasi seperti ini yang harus kita benahi dengan melihat situasi dan kondisi,” katanya.
 
 
Dia mengatakan, pada dasarnya masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Manado dan Minahasa, tidak ada istilah untuk mengeluarkan mereka dari Sulut. Mereka bahkan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan serta berusaha mengembangkan perekonomian seperti yang dilakukan orang Minahasa di tanah Papua.
 
 
“Jadi tidak ada istilah ingin mendiskreditkan atau ingin melihat bahwa masyarakat Papua itu bukan bagian dari masyarakat Minahasa, tapi mereka itu adalah bagian dari saudara-saudara kita yang torang (kami) anggap sama, memiliki harkat dan derajat yang sama dengan masyarakat Minahasa atau Sulut pada umumnya,” terang Tanod.
 
 
“Malahan kami disini menganggap masyarakat Papua, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai pengusaha adalah saudara kita semua dan sama derajatnya di NKRI,” tandasnya lagi.
 
 
Tanod kemudian menghimbau masyarakat, terutama kalangan kampus untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada saudara-saudara mahasiswa Papua, agar mereka merasa betah dan nyaman untuk belajar menimba ilmu di Sulut. Apalagi Sulut adalah salah satu provinsi yang paling banyak menampung mahasiswa Papua dalam mengenyam pendidikan.
 
 
“Mari kita menjaminnya karena mereka adalah saudara kita juga, sebangsa dan setanah air, sehingga mereka bisa memperoleh ilmu dan ketika mereka kembali ke Papua, ilmu mereka akan implementasikan untuk membangun Papua,” tukasnya.
 
 
“Saya tambahkan, tidak ada diskriminasi masyarakat Papua di Sulut. Silahkan datang dan membuktikan bahwa masyarakat Minahasa dan Sulut itu menjamin keberadaan ataupun niat dari masyarakat maupun mahasiswa Papua yang datang belajar,” tutup Tanod.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
14 May 2019 / dibaca 478 kali
Mendiang almarhum Freddy Roeroe, wartawan senior Sulut bersama mantan Gubernur Sulut, yang kini Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Sinyo...
Manado
29 Apr 2019 / dibaca 587 kali
MANADO (BK) : Tim Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana), melakukan evakuasi jenazah yang terjebak banjir di Ternate Tanjung Kecamatan Singkil,...
Manado
29 Apr 2019 / dibaca 392 kali
MANADO (BK): Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Manado banjir penghargaan. Momen itu semakin paripurna saat Rutan Manado sukses saat dipercayakan...
Manado
28 Apr 2019 / dibaca 509 kali
MANADO (BK): Kepala Bidang Kedaruratan dan  Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Jenny Bangonang, di Manado,...
Manado
20 Apr 2019 / dibaca 342 kali
MANADO (BK): Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kota Manado, Jumat (19/4) mengikuti prosesi Jalan Salib, sebagai refleksi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.