Manado

LSM Maesaan Tou Malesung : Mahasiswa Papua Aman di Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 03 September 2019 14:14   497 kali
Ketua Umum LSM Adat Maesaan Tou Malesung, Meiyer Tanod.
MANADO (BK) : Ketua Maesa’an Tou Malesung (MTM), Meiyer Tanod meminta seluruh pemangku kebijakan untuk bersikap arif dengan isu kepulangan mahasiswa Papua kembali ke tanah Papua. Menyusul dikeluarkan maklumat dari Majelis Rakyat Papua (MRP) yang berisi seruan, mahasiswa Papua di semua studi pada wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kembali ke tanah Papua.
 
 
“Ada informasi-informasi yang harus diluruskan, dan ini harus disikapi arif dan bijaksana oleh pemangku kebijakan di Indonesia,” ujar Tanod di Manado, Selasa (3/9/2019).
 
 
Informasi kepulangan masyarakat dan mahasiswa Papua, lanjut Tanod, bukan berarti karena tekanan pemerintah. Karena menurutnya bisa saja kepulangan mereka karena ada kepentingan seperti panggilan keluarga atau sedang mengurus kepentingan mereka di daerah asal, bukan karena tekanan maupun permintaan MRP.
 
 
“Informasi-informasi seperti ini yang harus kita benahi dengan melihat situasi dan kondisi,” katanya.
 
 
Dia mengatakan, pada dasarnya masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Manado dan Minahasa, tidak ada istilah untuk mengeluarkan mereka dari Sulut. Mereka bahkan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan serta berusaha mengembangkan perekonomian seperti yang dilakukan orang Minahasa di tanah Papua.
 
 
“Jadi tidak ada istilah ingin mendiskreditkan atau ingin melihat bahwa masyarakat Papua itu bukan bagian dari masyarakat Minahasa, tapi mereka itu adalah bagian dari saudara-saudara kita yang torang (kami) anggap sama, memiliki harkat dan derajat yang sama dengan masyarakat Minahasa atau Sulut pada umumnya,” terang Tanod.
 
 
“Malahan kami disini menganggap masyarakat Papua, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai pengusaha adalah saudara kita semua dan sama derajatnya di NKRI,” tandasnya lagi.
 
 
Tanod kemudian menghimbau masyarakat, terutama kalangan kampus untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada saudara-saudara mahasiswa Papua, agar mereka merasa betah dan nyaman untuk belajar menimba ilmu di Sulut. Apalagi Sulut adalah salah satu provinsi yang paling banyak menampung mahasiswa Papua dalam mengenyam pendidikan.
 
 
“Mari kita menjaminnya karena mereka adalah saudara kita juga, sebangsa dan setanah air, sehingga mereka bisa memperoleh ilmu dan ketika mereka kembali ke Papua, ilmu mereka akan implementasikan untuk membangun Papua,” tukasnya.
 
 
“Saya tambahkan, tidak ada diskriminasi masyarakat Papua di Sulut. Silahkan datang dan membuktikan bahwa masyarakat Minahasa dan Sulut itu menjamin keberadaan ataupun niat dari masyarakat maupun mahasiswa Papua yang datang belajar,” tutup Tanod.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
31 Oct 2019 / dibaca 271 kali
MANADO (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu menghadiri pembukaan Archipelagic & Island States Forum...
Manado
29 Oct 2019 / dibaca 220 kali
MANADO (BK): Gempa bumi dengan magnitudo 4,5 guncang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa ini tidak dilaporkan...
Manado
19 Oct 2019 / dibaca 209 kali
MANADO (BK): Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) mengingatkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tetap berkomitmen menindaklanjuti...
Manado
17 Oct 2019 / dibaca 307 kali
MANADO (BK) : Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut diperingati Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado dengan penyuluhan...
Manado
09 Oct 2019 / dibaca 333 kali
MANADO (BK): Sedikitnya 30 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) masa jabatan 2019-2024, mengikuti...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.