Minut

Liburan ke Pantai Paal, Seorang Remaja Hilang Terseret Ombak

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 07 February 2022 13:28   476 kali
Anggota Basarnas Manado memegang AQUA EYE yang gunanya untuk pendeteksi korban di bawah air atau benda-benda yang berada di dalam air.
MINUT (BK) : Seorang remaja asal Desa Wasian, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Yonathan Rumimpunu, menjadi korban terseret ombak di Pantai Paal. Hingga saat ini, korban yang masih berusia 15 tahun ini belum ditemukan.
 
Berdasarkan laporan yang diterima dari Basarnas Manado, korban bersama beberapa rekannya berlibur akhir pekan ke pantai yang berlokasi di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minut, Minggu (6/2/2022) sore.
 
Saat sedang mandi, korban sempat diperingati rekan-rekannya karena mandi sendirian dan agak ke tengah pantai. Apalagi saat itu, ombak sedang bergelombang tinggi dan bisa membahayakan.
 
Sekitar pukul 17.00 WITA dan akan kembali pulang, korban tidak terlihat. Rekan-rekan korban mencoba menunggu hingga 15 menit, tapi Nathan, panggilan korban juga tidak terlihat.
 
Mereka pun lalu melaporkan ke penjaga pantai, lalu diteruskan kepada Basarnas. Namun upaya pencarian yang dilakukan Pos SAR Likupang bersama masyarakat setempat dan keluarga korban pada sore itu, tidak membuahkan hasil.
 
Pencarian sempat dilanjutkan hingga malam dengan menyisir pinggiran pantai menggunakan perahu karet dan penerangan lampu senter. Hingga pukul 21.00 WITA, pencarian dihentikan untuk dilanjutkan keesokan harinya.
 
Pada pencarian di hari Senin, (7/2/2022), Kepala Basarnas Manado, Suhri Sinaga kemudian ikut memerintahkan 10 personilnya yang ‘standby’ di kantor untuk ikut pada pencarian di hari kedua itu. Pencarian difokuskan dengan penyelaman dan menggunakan alat baru AQUA EYE yang gunanya untuk pendeteksi korban di bawah air atau benda-benda yang berada di dalam air.
 
“Alat tersebut memiliki sonar atau radar berjarak sampai 50 meter dari titik posisi alat saat dinyalakan. Alat ini akan memberikan tanda X apabila ada korban yang ditangkap AQUA EYE,” ujar Suhri.
 
Suhri menambahkan berharap dengan menggunakan alat canggih ini bisa memaksimalkan pencarian dan mempercepat penemuan korban. Ia juga meminta selama bekerja, Tim SAR gabungan baik dari Basarnas, Pemerintah Daerah, masyarakat setempat dan keluarga korban bisa menjalin koordinasi yang baik di lapangan.
 
“Kami akan fokuskan dengan penyelaman di sekitar LKP dengan menerjunkan 4 penyelam dari Basarnas,” pungkasnya.
 
Namun hingga berita ini ditayangkan, korban belum juga ditemukan.
 
Editor: Asrar Yusuf
 
Komentar ()
Berita Minut
Minut
15 Sep 2021 / dibaca 770 kali
MINUT (BK): Dalam Rangkaian HAORNAS Ke-36 KONI Kabupaten Minahasa Utara,Telah Menyerahkan Atlit dan Pelatih Kontingen PON XX Papua Kepada...
Minut
10 Sep 2021 / dibaca 669 kali
MINUT (BK) : Hari kedua Balai Serbuan Vaksinasi Korem 131/Santiago di Kabupaten Minahasa Utara, dipusatkan di lapangan sepakbola Desa Winuri,...
Minut
09 Sep 2021 / dibaca 584 kali
MINUT (BK) : Korem 131/Santiago kembali menggelar Balai Serbuan Vaksinasi Covid-19 di dua tempat berbeda di Kecamatan Dimembe, Kabupaten...
Minut
08 Sep 2021 / dibaca 810 kali
MINUT (BK) :  Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Penugasan (PPMP) melaksanakan kegiatan pelatihan, Perawatan dan Perbaikan Alat Mesin...
Minut
25 Aug 2021 / dibaca 558 kali
MINUT (BK) :  Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) terus memperhatikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2022 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.