Nasional

4 Poin Rakortek Perlindungan Anak, Wujudkan Perlindungan Anak dengan Sinergitas dan Kreativitas

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 08 November 2018 21:24   203 kali
Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Anak (Rakortek PA) 2018 di Jakarta. (dok : ist)
JAKARTA (BK) : Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Anak (Rakortek PA) 2018 di Jakarta, berakhir, Rabu (7/11/2018). Ada 4 rekomendasi yang dihasilkan sebagai upaya perjuangan untuk mewujudkan perlindungan anak.
 
 
Plt Deputi Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Sri Danti Anwar mengatakan, perjuangan untuk mewujudkan perlindungan anak tidak hanya sekadar membutuhkan komitmen dari pihak Pemerintah saja. Namun juga dibutuhkan peran orang tua sebagai pelindung garda terdepan, pendidik, pihak swasta dan masyarakat luas.
 
 
“Ini momentum bagi kita untuk berjuang meningkatkan komitmen dan koordinasi demi mewujudkan perlindungan anak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, masyarakat dan swasta,” ujarnya saat menutup Rakortek PA yang sudah berlangsung sejak 5 November 2018 itu.
 
 
Selain hasil rekomendasi tersebut, Sri Danti meminta harus ada perubahan cara pandang dalam mendidik dan melindungi anak. Apalagi anak adalah insan yang unik dengan masing-masing kepribadian yang berbeda.
 
 
“Selain berperan sebagai pendidik, kita juga harus bisa menjadi pendongeng yang mampu berperan sebagai sahabat anak,” tandasnya sambil menambahkan partisipasi masyarakat juga menjadi hal yang penting bagi pencegahan kekerasan terhadap anak.
 
 
“Permasalahan yang terjadi pada anak, pertama kali dapat diketahui di akar rumput, atau pihak yang dekat dengan mereka selain keluarga, yakni masyarakat. Oleh karenanya, penting untuk melibatkan masyarakat dalam melindungi anak, contohnya Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM),” pungkas Sri Danti.
 
 
Hal senada diungkapkan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) sekaligus aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi. Kak Seto sapaan akrabnya mengatakan, lingkungan sekitar diantaranya lingkup keluarga dan sekolah, dapat mempengaruhi terjadinya kekerasan terhadap anak. Untuk itu, selain dibutuhkan peran serta pemerintah, juga dibutuhkan ‘satu kampung’ untuk melindungi anak-anak.
 
 
Dicontohkannya, salah satu kekerasan pada anak di sekolah yang selama ini kerap terjadi di sekitar kita adalah bullying (perundungan). Dampak bullying di antaranya membuat anak menjadi gelisah, cemas, rendah diri, malas belajar, panik, agresif, hingga yang terparah ingin bunuh diri.
 
 
Kekerasan juga terjadi dalam keluarga. Katanya, secara tidak sadar beberapa orang tua mungkin pernah menjewer, membentak, mencubit anak-anak mereka. Padahal, orang tua merupakan garda terdepan untuk melindungi anak dan sebagai pranata kontrol, bukan malah sebagai pelaku kekerasan terhadap anak.
 
 
Keharmonisan antara orang tua juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Ketika terjadi pertengkaran antar kedua orang tua, maka tetangga dan warga sekitar harus ikut turun tangan untuk mendamaikan dan melindungi anak-anak mereka. Maka, melindungi anak memang perlu orang sekampung,” jelas Kak Seto.
 
 
Seto juga menambahkan agar setiap RT dan RW di seluruh wilayah membentuk Satuan Petugas (Satgas) Perlindungan anak. Tugasnya bukan hanya sekadar seperti “pemadam kebakaran”, namun bagaimana memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak.
 
 
Satgas tersebut dapat berperan untuk menyosialisasikan hak anak, memberikan masukan kebijakan terkait perlindungan anak, melaporkan kepada pihak yang berwenang jika terjadi kekerasan pada anak, serta berperan aktif dalam proses rehabilitasi anak dan menghilangkan stigma negatif bagi anak korban kekerasan.
 
 
Adapun hasil rekomedasi Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Anak (Rakortek PA) 2018 sebagai berikut:
 
A. Koordinasi Penyelenggaraan Perlindungan Anak
 
B. Standarisasi Layanan pada Unit Layanan Perlindungan Anak di daerah
 
C. Menjaring aspirasi masyarakat sebagai masukan Renstra Kemen PPPA dan RPJMN 2020-2024
 
D. Rekomendasi lainnya
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 189 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal...
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 259 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 249 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 218 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 207 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.