Nasional

Ingin Melapor Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak? Gunakan Aplikasi Ini

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 06 July 2018 19:03   466 kali
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018). (foto : ist)
MANADO (BK) : Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Masyarakat juga enggan melaporkan karena takut mendapat malu.
 
 
Menyikapi kejadian seperti ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berinovasi dengan mengeluarkan aplikasi berbasis online agar masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cepat dan mudah.
 
 
Aplikasi tersebut adalah “LAKER” atau Lapor Kekerasan. Inovasi ini muncul karena selama ini masyarakat enggan melaporkan kekerasan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), karena jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
 
 
Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulut, Mieke Pangkong mengatakan, aplikasi LAKER telah diluncurkan sejak Januari 2018 dan mulai efektif digunakan oleh masyarakat sejak Juni 2018. Menurutnya, aplikasi ini membuat masyarakat lebih berani melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
“Hal ini terbukti dari 89 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlapor di P2TP2A sejak Januari 2018, 20 kasus diantaranya dilaporkan melalui aplikasi LAKER,” ujar Mieke pada Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado, Jumat (6/7/2018).
 
 
Menurutnya, aplikasi ini tidak hanya dapat dimanfaatkan di Sulut saja, namun juga masyarakat di seluruh Indonesia yang menggunakan gawai android. Karena masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui Google Play Store.
 
 
“Nantinya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan ditindaklanjuti oleh P2TP2A, nantinya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di wilayah tersebut akan menanganinya,” tandas Mieke.
 
 
Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise, mengapresiasi aplikasi yang diluncurkan Dinas PPPA Provinsi Sulut. Menurutnya, aplikasi ini harus dipertahankan dan dikembangkan untuk mempermudah masyarakat jika mengalami atau melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
 
Suatu Negara, katanya, tidak bisa maju apabila perempuan dan anaknya belum berada di garis aman. Untuk itu, dengan adanya inovasi seperti ini, kaum perempuan diharapkan lebih mudah dan berani untuk melaporkan tindak kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual.
 
 
“Saya juga berharap aplikasi LAKER dapat diadopsi oleh daerah–daerah lain di Indonesia,” harap Menteri Yohana yang juga hadir dalam acara Pameran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Manado.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
11 Feb 2019 / dibaca 607 kali
JAKARTA (BK) : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan peringatan dini tinggi gelombang untuk tiga hari ke depan,...
Nasional
09 Feb 2019 / dibaca 540 kali
SURABAYA (BK): Presiden Joko Widodo akhirnya mencabut remisi I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa....
Nasional
06 Feb 2019 / dibaca 271 kali
JAKARTA (BK) : Petisi penolakan terhadap pemberian remisi untuk Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali AA Prabangsa...
Nasional
06 Feb 2019 / dibaca 301 kali
MANADO (BK):  Anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Utara, Djenri Keintjem, SH.MH melakukan dialog dengan masyarakat di Kota Manado...
Nasional
03 Feb 2019 / dibaca 234 kali
JAKARTA (BK) : Upah kerja yang rendah, gaji yang telat dibayar, dan kekerasan fisik menjadi tiga ancaman terbesar bagi para jurnalis di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.