Nasional

IPW: Tiga Kelompok akan Gagalkan Pelantikan Jokowi-Amin

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 08 October 2019 16:57   189 kali

JAKARTA (BK): Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Menjelang pelantikan, kepolisian diminta untuk mewaspadai pergerakan tiga kelompok yang dinilai bertujuan untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, Polri dan jajaran intelijen perlu mewaspadai adanya manuver politik dari tiga kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden periode kedua.

 

"Manuver itu akan mereka kamuflase dengan aksi-aksi demo anarkis untuk menolak UU KUHP, UU KPK dan lainnya," ujar Neta kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

 

IPW menjelaskan, kelompok itu akan memperalat oknum mahasiswa dan kalangan preman dalam menggulirkan aksinya. Ketiga kelompok itu dijelaskannya, yakni koalisi kelompok radikal keagamaan dan koalisi kelompok sekuler yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi karena kepentingannya tidak terakomodasi serta kelompok yang mencoba memainkan bargaining posisi dengan Jokowi.

 

"IPW yakin manuver ketiga kelompok itu tidak akan menuai hasil, tapi jajaran kepolisian tetap perlu mencermatinya agar aksi aksi yang dikamuflase ketiga kelompok itu tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di ibukota Jakarta," tuturnya.

 

Menurut dia, aksi demo di sejumlah kota di Papua yang berujung pada terjadinya kerusuhan sosial membuat konsentrasi Polri terbelah. Begitu juga penempatan personil menjadi terbelah antara mengamankan Papua dan berkonsentrasi mengantisipasi keamanan situasi Jakarta.

 

"Dalam mempersiapkan keamanan Jakarta saat pelantikan Jokowi sebagai presiden, Polri perlu meminta tambahan dukungan personil TNI dalam mengamankan objek objek vital," tutur Neta.

 

Selain itu, ungkapnya, intelejen kepolisian perlu memantau kantong-kantong radikalisme di seputar Jabodetabek serta memburu penyandang dana aksi demo yang berniat menggagalkan upaya pelantikan Jokowi sebagai presiden, 20 Oktober mendatang.

 

Dia menegaskan, tindakan persuasif, preventif dan antisipatif yang tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian, jauh sebelum pelantikan presiden dilakukan. "Polri harus berani bersikap tegas demi menjaga keamanan masyarakat luas dan sikap tegas Polri itu pasti akan didukung masyarakat," katanya.

 

(sindonews/bk-1)

 

 

Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
03 Nov 2019 / dibaca 1021 kali
TUNJANGAN  kinerja (tukin) di tiap kementerian memiliki besaran yang beragam. Tentu saja itu menjadi salah satu daya tarik bagi yang...
Nasional
02 Nov 2019 / dibaca 155 kali
(foto kiri ke kanan):  Theo Sambuaga, Gubernur Olly Dondokambey, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Bupati Minahasa Selatan...
Nasional
01 Nov 2019 / dibaca 132 kali
MANADO (BK) :  Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2020 sebesar Rp...
Nasional
01 Nov 2019 / dibaca 167 kali
MANADO (BK) :  Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Dr Zainuddin Amali memilih Manado untuk mengawali agenda kerja Kementerian Pemuda dan...
Nasional
01 Nov 2019 / dibaca 86 kali
JAKARTA (BK): Jenderal Idham Azis resmi menjabat Kapolri setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Jumat...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.