Nasional

Kemen PPPA Dorong Kebijakan Perubahan Iklim Responsif Gender

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 14 November 2018 19:45   183 kali
MALANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar Pelatihan Integrasi Gender dalam Perubahan Iklim, Senin (12/11/2018). Kegiatan yang akan berlangsung hingga 6 hari kedepan, dipusatkan di Kota Malang, Jawa Timur.
 
 
Pelatihan ini bekerja sama dengan Sekretariat Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) Indonesia dan Sekretariat Colombo Plan. 19 orang dari 6 negara anggota Colombo Plan, yakni Bangladesh, Pakistan, Fiji, Srilanka, Vietnam dan Indonesia menjadi pesertanya.
 
 
Kepala Biro Perencanaan dan Data Kemen PPPA, Indra Gunawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membagikan pengalaman Pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan isu gender ke dalam kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
 
 
Perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global saat ini katanya, menjadi isu penting dalam pembangunan yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Perubahan suhu rata-rata yang tidak menentu, kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, banjir dan kekeringan menjadi beberapa contoh dampak perubahan iklim yang tentu saja memengaruhi semua aspek kehidupan.
 
 
Dampak perubahan iklim itupun kemudian bersifat tidak netral gender. Hal ini dikarenakan setiap kelompok dewasa dan anak-anak baik perempuan maupun laki-laki, orang tua dan difabel memiliki pengetahuan, pemahaman, kapasitas dan pengalaman yang berbeda dalam merespon dampak perubahan iklim.
 
 
“Kondisi inilah yang kemudian mendorong pentingnya kebijakan perubahan iklim yang responsif gender untuk merespon kebutuhan dan memastikan semua kelompok gender mendapatkan akses, kontrol, mampu berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari pembangunan yang adil dan setara,” ungkap Gunawan.
 
 
Hal senada juga dikatakan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malang, Abdurrahman. Dia mengatakan bahwa perempuan merupakan salah satu kelompok paling rentan yang terkena dampak perubahan iklim.
 
 
“Perempuan adalah kelompok paling rentan yang terkena dampak perubahan iklim. Berdasarkan data dari PBB, 80% perempuan menjadi kelompok terdampak dari adanya perubahan iklim dikarenakan peran utamanya sebagai perawat, penyedia makanan dan bahan bakar yang kemudian menyebabkan mereka lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim,” ujar Abdurrahman.
 
 
Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang fokus pada strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di 6 sektor utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan, penyediaan perumahan, infrastruktur, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Kemen PPPA juga sedang menyusun kebijakan terkait integrasi gender dalam energi terbarukan melalui pelibatan kelompok perempuan dalam impelmentasi pilot project di Pulau Sumba dan program konservasi air Srikandi Sungai Indonesia.
 
 
Kedua program tersebut mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dari masing-masing kelompok gender untuk mampu mendapat akses, berpartisipasi, mengontrol dan mendapatkan manfaat dari adanya kebijakan terkait energi terbarukan dan konservasi sungai. 
 
 
Pelatihan yang akan berlangsung hingga 17 November 2018, akan ada beberapa narasumber lainnya dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan perwakilan masyarakat yang akan memberikan materi. Kunjungan lapangan untuk melihat dan berbagi pengalaman serta praktik terbaik terkait program atau kegiatan integrasi gender dalam perubahan iklim juga masuk dalam program pelatihan ini.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 189 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal...
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 259 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 249 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 218 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 207 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.