Nasional

Kementerian PPPA Canangkan Geber Stop KDRT

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 04 November 2018 19:32   186 kali
Menteri Yohana menandatangani spanduk pencanangan Geber Stop KDRT. (dok : Humas KemenPPPA)
JAKARTA (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menyebut kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) semakin mengkhawatirkan dengan modus dan karakteristik yang semakin beragam. Namun, masyarakat Indonesia masih menganggap KDRT merupakan urusan pribadi rumah tangga yang tidak perlu dilaporkan kepada pihak berwajib, karena alasan malu, tabu atau alasan lainnya.
 
 
“Kalau dulu dianggap mitos dan persoalan pribadi, kini menjadi urusan publik yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT),” ujar Menteri pada Pencanangan Gerakan Bersama (Geber) Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/11/2018).
 
 
Menurut Menteri, berdasarkan hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) pada 2016, menunjukkan 1 dari 3 perempuan usia 15 - 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual. Kemudian 1 dari setiap 4 perempuan yang pernah/sedang menikah, mengalami kekerasan berbasis ekonomi serta 1 dari 5 perempuan yang pernah/sedang menikah mengalami kekerasan psikis. 
 
 
Sementara faktor dominan yang menjadi penyebab KDRT adalah faktor-faktor yang bersifat kolektif (multy factors). Dari angka-angka tersebut itu dikatakan Menteri, sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan bahwa KDRT merupakan masalah yang serius dan mendesak untuk dicarikan solusinya, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.
 
 
“Oleh karena itu, KDRT hanya bisa diselesaikan secara kolektif atau berkelompok, tidak bisa sendiri-sendiri. Upaya mencari solusi KDRT ini perlu mempertimbangkan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan agama,” tegas Mama Yo, panggilan Menteri Yohana.
 
 
Hapus KDRT Sejak Dini
 
Menteri Yohana mengatakan KDRT memiliki empat jenis, yakni kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran. KDRT dalam konteks sederhana, katanya menyerupai lingkaran sebab akibat yang kompleks dan rumit.
 
 
“Contohnya, anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang mengalami KDRT cenderung akan meniru ketika mereka dewasa. Anak-anak yang melihat ibunya dipukul ayahnya dan ibunya diam saja, tidak melapor, maka anaknya cenderung melakukan hal yang sama ketika dalam berumah tangga ia mengalami KDRT,” terangnya.
 
 
Menteri juga mengatakan, komunitas muda-mudi sebagai calon ibu dan calon ayah dapat memutus mata rantai KDRT. Keberadaan dan pelibatan mereka merupakan langkah strategis karena penanganan KDRT bagi mereka yang sudah berumah tangga memerlukan waktu, pengorbanan, dan biaya yang tidak murah.
 
 
Kaum muda-mudi yang berada pada fase menjelang kehidupan berumah tangga harus diberikan pemahaman, pengetahuan, dan peran yang signifikan dalam penghapusan KDRT. Misalnya, kesiapan dalam membangun rumah tangga, kedewasaan calon pengantin, kesiapan ekonomi, pengetahuan masing-masing pasangan, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, budaya, dan lain-lain.
 
 
“Mereka merupakan garda terdepan dalam menghapus atau mencegah KDRT. Semakin cepat kaum muda-mudi mengenali potensi KDRT, semakin siap pula mereka menangkal dan menghindarinya,” harap Menteri Yohana.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 188 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal...
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 258 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 248 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 218 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 204 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.