Nasional

Mama Yo : Kitong Pu Tanah Harus Maju, Jangan Lagi Baku Pukul

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 19 May 2018 21:22   506 kali
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise berfoto dengan warga Kampung Astj Kabupaten Asmat Papua. (foto : ist)
ASMAT (BK) : Angka kekerasan pada perempuan dan anak di Provinsi Papua, ternyata paling tinggi diantara provinsi yang lain di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Astj masih melakukan kekerasan fisik, baik guru kepada murid, orang tua kepada anak maupun suami kepada isteri.
 
 
Dialog langsung dengan masyarakat pun dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, untuk memecahkan permasalahan kekerasan tersebut, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asmat Papua, Jumat (18/5/2018).
 
 
“Tindak kekerasan tidak lagi diselesaikan dengan cara adat, denda dan mediasi, namun harus ditangani secara hukum,” pesan Mama Yo, panggilan Menteri Yohana dengan logat khas Papua, kala berdialog dengan guru, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama  dan anak anak di kampung Astj, Kabupaten Asmat Papua.
 
 
Kata Menteri, budaya patriaki harus diubah, dimana laki laki Astj harus melindungi, menyayangi  dan memuliakan perempuan. Begitu juga dengan anak, perhatikan kesehatannya dan pendidikannya, terutama anak perempuan.
 
 
“Jangan begitu anak perempuan menjadi gadis trus langsung kasih nikah,” tutur Mama Yo.
 
 
Untuk mendukung kemajuan di negeri Papua lanjutnya, semua elemen masyarakat harus bersatu padu menghilangkan budaya kekerasan sejak saat ini. “Kitong pu tanah ini harus  maju, jangan lagi baku pukul” tegas Mama Yo.
 
 
Mama Yo juga telah menandatangani launching Kabupaten Asmat menuju Kabupaten Layak Anak di gedung Bumiwiyata Mandala. Ada 24 indikator dan tahapan yang harus dijalani, salah satunya anak anak harus bersekolah, mendapatkan akses kesehatan, gizi yang baik dan perlindungan hak sipil.
 
 
"Yang tidak kalah penting, segeralah membuat forum anak agar terlibat di dalam musyawarah perencanaan pembangunan," pungkas Mama Yo.
 
 
Pada hari kedua kunjungan kerjanya di Kabupaten Asmat, Mama Yo menempuh perjalanan sungai dari ibukota kabupaten Asmat ke kampung Astj dengan menggunakan speed boat. Perjalanan memakan waktu satu setengah hingga dua jam dengan kecepatan rata rata speedboat 60 km/jam.
 
 
Kedatangan menteri disambut antusias warga kampung Astj. Sebagian berkelompok menyanyikan lagu khas diiringi dengan tabuh gendang dan tarian, sesekali pekikan suara warga juga terdengar.
 
 
“Mama yo memang sudah ditunggu tunggu oleh masyarakat setempat, karena belum pernah ada pejabat Negara setingkat Menteri hadir di kampung kami” ujar Pastor Eko, tokoh agama kampung Astj.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
06 Feb 2019 / dibaca 300 kali
MANADO (BK):  Anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Utara, Djenri Keintjem, SH.MH melakukan dialog dengan masyarakat di Kota Manado...
Nasional
03 Feb 2019 / dibaca 234 kali
JAKARTA (BK) : Upah kerja yang rendah, gaji yang telat dibayar, dan kekerasan fisik menjadi tiga ancaman terbesar bagi para jurnalis di...
Nasional
02 Feb 2019 / dibaca 172 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dr Christiany Eugenia Paruntu SE bertandang di Kementerian Pariwisata Republik...
Nasional
02 Feb 2019 / dibaca 131 kali
SURABAYA (BK) : Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bencana tahun 2019 di Jatim Expo, Surabaya,...
Nasional
30 Jan 2019 / dibaca 326 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dr Christiany Eugenia Paruntu SE, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.