Nasional

Mama Yo : Kitong Pu Tanah Harus Maju, Jangan Lagi Baku Pukul

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 19 May 2018 21:22   467 kali
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise berfoto dengan warga Kampung Astj Kabupaten Asmat Papua. (foto : ist)
ASMAT (BK) : Angka kekerasan pada perempuan dan anak di Provinsi Papua, ternyata paling tinggi diantara provinsi yang lain di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Astj masih melakukan kekerasan fisik, baik guru kepada murid, orang tua kepada anak maupun suami kepada isteri.
 
 
Dialog langsung dengan masyarakat pun dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, untuk memecahkan permasalahan kekerasan tersebut, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asmat Papua, Jumat (18/5/2018).
 
 
“Tindak kekerasan tidak lagi diselesaikan dengan cara adat, denda dan mediasi, namun harus ditangani secara hukum,” pesan Mama Yo, panggilan Menteri Yohana dengan logat khas Papua, kala berdialog dengan guru, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama  dan anak anak di kampung Astj, Kabupaten Asmat Papua.
 
 
Kata Menteri, budaya patriaki harus diubah, dimana laki laki Astj harus melindungi, menyayangi  dan memuliakan perempuan. Begitu juga dengan anak, perhatikan kesehatannya dan pendidikannya, terutama anak perempuan.
 
 
“Jangan begitu anak perempuan menjadi gadis trus langsung kasih nikah,” tutur Mama Yo.
 
 
Untuk mendukung kemajuan di negeri Papua lanjutnya, semua elemen masyarakat harus bersatu padu menghilangkan budaya kekerasan sejak saat ini. “Kitong pu tanah ini harus  maju, jangan lagi baku pukul” tegas Mama Yo.
 
 
Mama Yo juga telah menandatangani launching Kabupaten Asmat menuju Kabupaten Layak Anak di gedung Bumiwiyata Mandala. Ada 24 indikator dan tahapan yang harus dijalani, salah satunya anak anak harus bersekolah, mendapatkan akses kesehatan, gizi yang baik dan perlindungan hak sipil.
 
 
"Yang tidak kalah penting, segeralah membuat forum anak agar terlibat di dalam musyawarah perencanaan pembangunan," pungkas Mama Yo.
 
 
Pada hari kedua kunjungan kerjanya di Kabupaten Asmat, Mama Yo menempuh perjalanan sungai dari ibukota kabupaten Asmat ke kampung Astj dengan menggunakan speed boat. Perjalanan memakan waktu satu setengah hingga dua jam dengan kecepatan rata rata speedboat 60 km/jam.
 
 
Kedatangan menteri disambut antusias warga kampung Astj. Sebagian berkelompok menyanyikan lagu khas diiringi dengan tabuh gendang dan tarian, sesekali pekikan suara warga juga terdengar.
 
 
“Mama yo memang sudah ditunggu tunggu oleh masyarakat setempat, karena belum pernah ada pejabat Negara setingkat Menteri hadir di kampung kami” ujar Pastor Eko, tokoh agama kampung Astj.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 186 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal...
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 257 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 248 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 217 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 204 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.