Nasional

Menteri Yohana Minta Optimalkan Forum Anak untuk Wujudkan IDOLA 2030

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 04 November 2018 23:56   203 kali
Menteri Yohana Yembise saat menutup Pelatihan Forum Anak di Jakarta. (dok : humas KemenPPPA)
JAKARTA (BK) : Pelatihan Peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor Pemenuhan Hak Anak di Jakarta, berakhir. Kegiatan yang berlangsung sejak 2 November 2018, resmi ditutup oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, Minggu (4/11/2018).
 
 
Dihadapan 150 peserta forum anak dan fasilitator dari 12 provinsi di Indonesia, Menteri mengatakan pelatihan ini untuk mengoptimalkan peran Forum Anak guna mewujudkan Indonesia Layak Anak (Idola) tahun 2030.
 
 
“Manfaatkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini saat kembali ke daerah masing-masing. Kalian adalah agen perubahan yang kelak akan membawa Indonesia lebih baik di masa depan,” ujar Menteri Yohana.
 
 
Menteri pun optimis peserta Forum Anak ini dapat berperan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, terutama dalam tiga isu yang menjadi prioritas forum anak yakni, perubahan iklim, perkawinan anak dan sehat tanpa rokok.
 
 
“Kedepannya akan melakukan koordinasi dengan kepala dinas daerah untuk terus memonitor tindak lanjut forum ini. Setiap daerah diwajibkan memberikan laporan pertiga bulan agar nantinya terlihat sudah sejauh mana perkembangan dari kontribusi forum anak telah lakukan dalam membantu pemerintah,” tambah Mama Yo, panggilan akrab Menteri.
 
 
Mama Yo juga menyerukan kepada peserta pelatihan forum anak ini agar mereka terus berkreasi, berinovasi dan berprestasi melalui kegiatan yang ada di Forum Anak. “Tapi jangan sampai lupa tugas utama kalian yaitu, terus giat belajar di sekolah maupun diluar sekolah karena pendidikan tetap nomor satu,” pungkas Menteri.
 
 
Adapun pada pelatihan hari pertama, para peserta mendapatkan pembekalan materi dari narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing. Untuk isu perubahan iklim, materi disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
 
Sedangkan isu perkawinan anak disampaikan oleh perwakilan dari KPAI dan Yayasan Rumah Kitab. Sementara pemateri dari Kementerian Kesehatan dan Komnas Pengendalian Tembakau membahas isu sehat tanpa rokok.
 
 
Pada hari kedua, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai dengan isu yang diminati. Masing-masing kelompok kemudian berdiskusi dan menentukan rencana tindak lanjut sebagai solusi guna menyelesaikan permasalahan terkait tiga isu prioritas.
 
 
Dalam diskusi tersebut, peserta dilatih agar mampu bekerjasama dalam tim, percaya diri, berpikir kritis, dan kreatif. Rencana tindak lanjut dari hasil diskusi kelompok akan dibawa pulang ke daerah asal masing-masing peserta kemudian diimplementasikan melalu aksi nyata.
 
 
Pada tahap ini, menjadi tugas dari pendamping dari forum anak yakni Kepala Dinas di daerah yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, sampai pengevaluasian rencana tindak lanjut tersebut.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 186 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal...
Nasional
04 Nov 2018 / dibaca 257 kali
JAKARTA (BK): Kendati nuansa duka kelihatan menyelimuti keluarganya, tetapi paras muka ayah dan ibunda almarhum Hizkia Jorry Saroinsong, 23...
Nasional
02 Nov 2018 / dibaca 248 kali
TANGERANG (BK) : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjuk Kota Tangerang sebagai Pilot Project Gerakan...
Nasional
01 Nov 2018 / dibaca 217 kali
JAKARTA (BK): Pemerintah berjanji tidak bakal mengabaikan kelanjutan reformasi ekonomi di tengah gebyar Pesta Demokrasi yang akan...
Nasional
31 Oct 2018 / dibaca 204 kali
KRI BIMA SUCI 945  adalah kapal layar tiang tinggi klas BARK(Barque) buatan galangan kapal Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kapal ini...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.