Nasional

Pesan Menteri Yohana, Perempuan Timika Harus Membawa Kedamaian

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 23 May 2018 21:41   460 kali
Menteri Yohana saat memberikan sambutan pada Pelatihan Perempuan Pegiat Perdamaian di Timika. (foto : ist)
TIMIKA (BK) : Timika adalah daerah di Provinsi Papua yang dinilai rawan konflik yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Untuk itu, perempuan di Timika harus disiapkan secara dini untuk menjadi agen perdamaian di daerahnya sendiri.
 
 
“Perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian sejak dini,dan dimulai dari dalam keluarganya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, saat memberikan sambutan pada Pelatihan Perempuan Pegiat Perdamaian di Timika, Papua, Selasa (22/5/2018).
 
 
Menteri Yohana berharap, dapat meningkatnya pemahaman perempuan, organisasi masyarakat, kedinasan atau sektor tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik sosial. “Selain itu diharapkan agar Dinas PPPA Kabupaten Timika dapat menjadi leading sektor untuk menjadikan perempuan Timika sebagai Perempuan Perdamaian,” pesannya.
 
 
Pelatihan yang berlangsung sehari ini diselenggarakan oleh Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA. Pelatihan ini dihadiri SKPD, Badan Usaha, Lembaga Adat, Organisasi Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat serta Pemerhati Perempuan dan Anak se-Kabupaten Timika.
 
 
Menteri Yohana mengatakan menurut data Sistem Nasional Pemantau Kekerasan (SNPK) menunjukkan, bahwa setiap bulan angka kekerasan dan tawuran semakin meningkat. Januari 2014 sampai dengan November 2014 terdapat 94.483 jumlah konflik dan kekerasan.
 
 
 
 
Untuk wilayah yang paling rawan adalah Jawa Timur dengan 28.021 kali, Jabodetabek sebanyak 23.252 kali, Aceh 18.053 kali, Sumatera Utara 17.057 kali, Kalimantan Barat 16.482 kali dan Papua 14.866 kali. 
 
 
“Salah satu penanggulangannya kami membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS) di pusat dan daerah rawan konflik, yang terdiri dari Pencegahan, Penanganan, Pemberdayaan Perempuan dan Partisipasi Anak,” terang Mama Yohana.
 
 
Lanjutnya, Indonesia memiliki UU Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, antara lain mengamanatkan pemerintah, pemerintah daerah untuk melakukan penyelamatan perlindungan, rehabilitasi dan pemenuhan dasar dan spesifik terhadap perempuan dan anak dalam penanganan konflik sosial.
 
 
Dari tindak lanjut Undang-undang tersebut, kemudian terbit Perpres Nomor 18 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS). Dalam Perpres tersebut mengamanatkan bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah upaya pencegahan dan penanganan dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi perempuan dan anak.
 
 
“Juga memberikan layanan kebutuhan dasar dan spesifik perempuan dan anak dalam penanganan konflik, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penanganan konflik,” sebutnya.
 
 
Untuk melaksanakan Perpres tersebut, lanjut Menteri, KPPPA telah melakukan berbagai  program kegiatan melalui Rencana Aksi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS) tahun 2014 – 2019 yang dipayungi regulasi Peraturan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat No. 7 Tahun 2014.
 
 
“Di dalamnya berisi pembentukan Kelompok Kerja Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (Pokja P3AKS) di pusat dan di daerah rawan konflik melalui regulasi Permenko Kesra Nomor 08 tahun 2014,” tutup Menteri Yohana.
 
 
Sementara itu, Plt Bupati Timika, Yohanis Bassang, mengapresiasi dan menyambut baik pelatihan ini. “Semoga perempuan dapat membuka cakrawala pengetahuannya, sanggup meimplementasikan dalam kehidupan sehari hari, serta berdaya dan menjadi agen perdamaian,” ungkap Yohanis.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Nasional
Nasional
06 Feb 2019 / dibaca 300 kali
MANADO (BK):  Anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Utara, Djenri Keintjem, SH.MH melakukan dialog dengan masyarakat di Kota Manado...
Nasional
03 Feb 2019 / dibaca 234 kali
JAKARTA (BK) : Upah kerja yang rendah, gaji yang telat dibayar, dan kekerasan fisik menjadi tiga ancaman terbesar bagi para jurnalis di...
Nasional
02 Feb 2019 / dibaca 172 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dr Christiany Eugenia Paruntu SE bertandang di Kementerian Pariwisata Republik...
Nasional
02 Feb 2019 / dibaca 131 kali
SURABAYA (BK) : Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bencana tahun 2019 di Jatim Expo, Surabaya,...
Nasional
30 Jan 2019 / dibaca 326 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Dr Christiany Eugenia Paruntu SE, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.