Olahraga

"Dari Kamar Sampai Istora, Saya Tarik Nafas Terus"

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 28 January 2019 08:10   543 kali

JAKARTA (BK): Pebulutangkis putri Indonesia Liliyana Natsir menegaskan bisa pensiun dengan tenang meski menelan kekalahan di laga terakhirnya pada final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

 

Liliyana menyudahi kariernya sebagai pebulutangkis profesional di ajang Indonesia Masters 2019. Di babak final Tontowi Ahmad/Liliyana tumbang dengan skor 21-19, 19-21, 16-21 di tangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

 

Meski tak berhasil menyudahi kariernya dengan gelar juara, Liliyana menyatakan bisa tetap pensiun dengan tenang. Pasalnya, Liliyana tetap mampu melangkah hingga ke babak final Indonesia Masters 2019 di pengujung kariernya.



"Saya bersyukur Tontowi mendampingi saya selama ini hingga saat ini, hingga masuk babak final [Indonesia Masters]. Saya bisa pensiun dengan tenang," ucap Liliyana dalam sesi konferensi pers usai laga final.

 

Bersama Tontowi, Liliyana berhasil meraih dua gelar juara dunia (2013 dan 2017), hattrick All England, serta medali emas Olimpiade. Saat berpasangan dengan Nova Widianto, Liliyana juga mampu dua kali jadi juara dunia dan menggenggam medali perak Olimpiade. Gelar-gelar itulah yang membuat Liliyana jadi salah satu pemain Indonesia dengan catatan prestasi mentereng.

 

Terkait laga terakhir melawan Zheng/Huang, Liliyana menyatakan sudah menampilkan level permainan terbaik di laga tersebut. "Saya puas dengan penampilan saya. Mereka punya kecepatan dan tenaga yang kuat. Mereka lebih muda dan masih on fire. Dengan umur yang sudah senior, kami bisa membuat ganda China tersebut kesulitan dan hampir mengalahkan mereka," tutur Liliyana.

 

Liliyana mengakui ia dan Tontowi punya peluang untuk menang. Terlebih di gim kedua Tontowi/Liliyana sudah sempat unggul 18-14. "Saat kami sudah unggul 18-14, ganda China mulai kelihatan ragu, dia mulai kelihatan goyang. Namun kami melakukan kesalahan. Seharusnya kami bisa tampil lebih tenang karena kami sedang unggul," ujar Liliyana.

 

Mengenai upacara perpisahan sebelum laga final Indonesia Masters 2019 berlangsung, Liliyana mengaku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.

 

"Dari kamar sampai Istora, saya tarik napas terus dan bertekad agar jangan sampai keluar air mata. Pastinya saya tersentuh karena penonton begitu antusias. Mereka hadir sejak awal padahal dua partai final pertama tidak ada wakil Indonesia. Saya ucapkan terima kasih. Momen tersebut tak akan bisa dilupakan," ucap Liliyana. 

 

(cnn/bk-1)

 

 

 

Komentar ()
Berita Olahraga
Olahraga
19 Aug 2019 / dibaca 330 kali
MANADO (BK) : HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, pada tanggal 17 Agustus 2019, turut diperingati oleh Masjid Baitul Ilmi Desa Sea,...
Olahraga
19 Aug 2019 / dibaca 1866 kali
MANADO (BK) : 2 atlet binaragawan Sulawesi Utara (Sulut), Danias Manangkalangi dan Benny Kaunang, berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional...
Olahraga
09 Aug 2019 / dibaca 507 kali
MANADO (BK): SMA Negeri 7 yang berada di bilangan Teling Manado selama ini dikenal sebagai lumbung atlet-atlet berpretasi dengan reputasi...
Olahraga
02 Aug 2019 / dibaca 273 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 25 orang yang tergabung dalam Karate-Do Gojukai Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas)...
Olahraga
30 May 2019 / dibaca 578 kali
JAKARTA (BK) : Posisi Ketua Umum (Ketum) PSSI yang kosong, banyak menuai pro dan kontra. Iwan Budianto yang mengisi kekosongan sebagai...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.