Olahraga

"Dari Kamar Sampai Istora, Saya Tarik Nafas Terus"

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 28 January 2019 08:10   368 kali

JAKARTA (BK): Pebulutangkis putri Indonesia Liliyana Natsir menegaskan bisa pensiun dengan tenang meski menelan kekalahan di laga terakhirnya pada final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

 

Liliyana menyudahi kariernya sebagai pebulutangkis profesional di ajang Indonesia Masters 2019. Di babak final Tontowi Ahmad/Liliyana tumbang dengan skor 21-19, 19-21, 16-21 di tangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

 

Meski tak berhasil menyudahi kariernya dengan gelar juara, Liliyana menyatakan bisa tetap pensiun dengan tenang. Pasalnya, Liliyana tetap mampu melangkah hingga ke babak final Indonesia Masters 2019 di pengujung kariernya.



"Saya bersyukur Tontowi mendampingi saya selama ini hingga saat ini, hingga masuk babak final [Indonesia Masters]. Saya bisa pensiun dengan tenang," ucap Liliyana dalam sesi konferensi pers usai laga final.

 

Bersama Tontowi, Liliyana berhasil meraih dua gelar juara dunia (2013 dan 2017), hattrick All England, serta medali emas Olimpiade. Saat berpasangan dengan Nova Widianto, Liliyana juga mampu dua kali jadi juara dunia dan menggenggam medali perak Olimpiade. Gelar-gelar itulah yang membuat Liliyana jadi salah satu pemain Indonesia dengan catatan prestasi mentereng.

 

Terkait laga terakhir melawan Zheng/Huang, Liliyana menyatakan sudah menampilkan level permainan terbaik di laga tersebut. "Saya puas dengan penampilan saya. Mereka punya kecepatan dan tenaga yang kuat. Mereka lebih muda dan masih on fire. Dengan umur yang sudah senior, kami bisa membuat ganda China tersebut kesulitan dan hampir mengalahkan mereka," tutur Liliyana.

 

Liliyana mengakui ia dan Tontowi punya peluang untuk menang. Terlebih di gim kedua Tontowi/Liliyana sudah sempat unggul 18-14. "Saat kami sudah unggul 18-14, ganda China mulai kelihatan ragu, dia mulai kelihatan goyang. Namun kami melakukan kesalahan. Seharusnya kami bisa tampil lebih tenang karena kami sedang unggul," ujar Liliyana.

 

Mengenai upacara perpisahan sebelum laga final Indonesia Masters 2019 berlangsung, Liliyana mengaku berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.

 

"Dari kamar sampai Istora, saya tarik napas terus dan bertekad agar jangan sampai keluar air mata. Pastinya saya tersentuh karena penonton begitu antusias. Mereka hadir sejak awal padahal dua partai final pertama tidak ada wakil Indonesia. Saya ucapkan terima kasih. Momen tersebut tak akan bisa dilupakan," ucap Liliyana. 

 

(cnn/bk-1)

 

 

 

Komentar ()
Berita Olahraga
Olahraga
06 Oct 2018 / dibaca 388 kali
JAKARTA (BK): Presiden Jokowi membuka pembukaan Asian Para Games 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno ( SUGBK), Sabtu...
Olahraga
21 Sep 2018 / dibaca 1010 kali
YOGYAKARTA (BK): Siswi Kelas VI Sekolah Dasar (SD) GMIST Zoar Bungalawang, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Erine Brythania Aurora...
Olahraga
20 Sep 2018 / dibaca 997 kali
MANADO (BK): Moment peringatan Hari Anak Nasional menjadi moment Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Manado yang terus continue...
Olahraga
27 Aug 2018 / dibaca 943 kali
JAKARTA (BK) : Perhelatan Asian Games di Jakarta menghadirkan atlit dari seluruh pelosok Indonesia. Sulawesi Utara mengutus atlit pencak Silat....
Olahraga
13 Aug 2018 / dibaca 414 kali
MANADO (BK) : Tim Lantamal VIII Manado menjadi yang terbaik dalam Lomba Gerak Jalan 45 Km, memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 yang digeber...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.