Pendidikan

Gelar PKM, Unsrat Ingin Hasilkan Petani Pelopor Penggunaan Bahan Alami Basmi Hama

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 21 September 2018 15:19   267 kali
Dr. Ir. Juliet M. E Mamahit, MS saat memaparkan materi kepada para petani tanaman krisan di Kakas
MANADO (BK): Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, juga mempunyai tujuan mulia baik untuk masyarakat maupun lingkungan sekitar.
 
Salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah menghasilkan petani-petani yang berpotensi untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan potensi sumber daya alami (SDA) untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan.
 
Bulan Agustus 2018 lalu, dipimpin Ketua Tim Dr. Ir. Juliet M. E Mamahit, MS dan Dr. Ir Jusuf Manueke, MP serta Ir Max Ratulangi, MP, memberikan materi Teknik Perlindungan Hama yang Ramah Lingkungan untuk para petani tanaman Krisen yang ada di Kelurahan Kakas, Kecamatan Tomohon Utara.
 
Dalam kegiatan yang berlangsung sangat dinamis tersebut, DR Ir Juliet M, E Mamahit, MS membawakan materi tentang jenis-jenis serangga hama dan cara membedakan dengan serangga yang justru berperan sebagai pengendali hayati.  
 
Sementara Dr. Ir. Jusuf Manueke, MP menyajikan materi tentang teknik mengekstraksi tanaman yang mengandung bioinsektisida sebagai salah satu pengendali hayati. 
 
Sementara, Ir. Max Ratulangi, MP membawa materi tentang penyakit, dan juga menjelaskan jenis-jenis patogen yang dapat digunakan dalam pengendalian secara hayati.
 
"Ada beberapa jenis hama utama tanaman krisan antara lain kutu daun Aphid sp, tungau Tetranichus sp. Trips sp dan penyakit karat dan busuk akar Phytophtora sp., dan embun  jelaga Oidium sp. Ini harus diketahui," kata DR Ir Juliet M, E Mamahit, MS menjelaskan.
 
Menurut Mamahit, upaya perlindungan tanaman terhadap hama tanaman krisan yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan tanaman yang dapat dijadikan bahan insektisida seperti Buah Bitung dan Buah Lanta perlu diketahui petani.
 
Sementara, dalam pelatihan ini, tim dari Unsrat ini tak hanya memberikan penyuluhan saja, tetapi juga para petani diberikan praktikum tentang penggunaan tanaman yang ada di sekitar petani untuk digunakan sebagi pestisida nabati. 
 
"Tentunya kami sangat senang, karena suasana penyuluhan sangat atraktif. Bahkan, ternyata para petani ini sudah ada yang menggunakan pembasmi hama nabati yang dibeli. Petani, sangat tertarik dengan materi dan praktek yang diberikan kami," kata Mamahit kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 354 kali
MANADO (BK): Anak-anak merupakan generasi muda bangsa yang harus dijaga. Untuk itu, perlu ada gerakan cepat dan tepat untuk memproteksi...
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 414 kali
BANGKOK (BK): Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Utara, Jerry Sambuaga akan menjadi pembicara pada seminar internasional...
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 390 kali
MANADO (BK): Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, September 2018 lalu, mengaplikasikan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi...
Pendidikan
11 Nov 2018 / dibaca 398 kali
TONDANO (BK) : Universitas Negeri Manado (Unima) terus tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang juga sebagai peneliti.  ...
Pendidikan
05 Nov 2018 / dibaca 274 kali
MANADO (BK) : Pernyataan menarik disampaikan oleh Budiyono, Ketua Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (P-TALI) mengenai pembahasan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.