Pendidikan

Gelar PKM, Unsrat Ingin Hasilkan Petani Pelopor Penggunaan Bahan Alami Basmi Hama

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 21 September 2018 15:19   198 kali
Dr. Ir. Juliet M. E Mamahit, MS saat memaparkan materi kepada para petani tanaman krisan di Kakas
MANADO (BK): Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, juga mempunyai tujuan mulia baik untuk masyarakat maupun lingkungan sekitar.
 
Salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah menghasilkan petani-petani yang berpotensi untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan potensi sumber daya alami (SDA) untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan.
 
Bulan Agustus 2018 lalu, dipimpin Ketua Tim Dr. Ir. Juliet M. E Mamahit, MS dan Dr. Ir Jusuf Manueke, MP serta Ir Max Ratulangi, MP, memberikan materi Teknik Perlindungan Hama yang Ramah Lingkungan untuk para petani tanaman Krisen yang ada di Kelurahan Kakas, Kecamatan Tomohon Utara.
 
Dalam kegiatan yang berlangsung sangat dinamis tersebut, DR Ir Juliet M, E Mamahit, MS membawakan materi tentang jenis-jenis serangga hama dan cara membedakan dengan serangga yang justru berperan sebagai pengendali hayati.  
 
Sementara Dr. Ir. Jusuf Manueke, MP menyajikan materi tentang teknik mengekstraksi tanaman yang mengandung bioinsektisida sebagai salah satu pengendali hayati. 
 
Sementara, Ir. Max Ratulangi, MP membawa materi tentang penyakit, dan juga menjelaskan jenis-jenis patogen yang dapat digunakan dalam pengendalian secara hayati.
 
"Ada beberapa jenis hama utama tanaman krisan antara lain kutu daun Aphid sp, tungau Tetranichus sp. Trips sp dan penyakit karat dan busuk akar Phytophtora sp., dan embun  jelaga Oidium sp. Ini harus diketahui," kata DR Ir Juliet M, E Mamahit, MS menjelaskan.
 
Menurut Mamahit, upaya perlindungan tanaman terhadap hama tanaman krisan yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan tanaman yang dapat dijadikan bahan insektisida seperti Buah Bitung dan Buah Lanta perlu diketahui petani.
 
Sementara, dalam pelatihan ini, tim dari Unsrat ini tak hanya memberikan penyuluhan saja, tetapi juga para petani diberikan praktikum tentang penggunaan tanaman yang ada di sekitar petani untuk digunakan sebagi pestisida nabati. 
 
"Tentunya kami sangat senang, karena suasana penyuluhan sangat atraktif. Bahkan, ternyata para petani ini sudah ada yang menggunakan pembasmi hama nabati yang dibeli. Petani, sangat tertarik dengan materi dan praktek yang diberikan kami," kata Mamahit kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 317 kali
MANADO (BK) : Komisi D DPRD Kota Manado berencana memanggil hearing Kepala SD Negeri Winangun, Nortje Tolukun SPD MPd. Hal ini dilakukan...
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 415 kali
TONDANO (BK): Universitas Negeri Manado menggelar kegiatan Wisuda. Wisuda merupakan prosesi kelulusan mahasiswa setelah mengikuti pendidikan di...
Pendidikan
24 Sep 2018 / dibaca 224 kali
MANADO (BK): Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang digelar di Kelurahan Malalayang I Timur, Kecamatan...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 401 kali
JAKARTA (BK): Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,  kampus  tidak boleh menjadi...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 306 kali
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.