Pendidikan

Konaspi 2019, Menristekdikri "Revolusi Pendidikan Indonesia"; Rektor "Unima Harus Turut Serta"

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 15 March 2019 19:48   296 kali
PADANG (BK) : Konvensi Nasional Pendidikan (KONASPI) IX Tahun 2019. Di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat tepatnya di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Kamis, 14 Maret 2019.
 
Tanah Minang dengan legenda terkenal "Malin Kundang" dan "Sitti Nurbaya" memberi pesona tersendiri bagi ribuan peserta KONASPI 2019 termasuk didalamnya Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang mengutus 50 peserta konvensi dan dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, M.S.
 
KONASPI 2019 merupakan wahana akademik bagi kaum pendidik di Indonesia yang selalu membahas isu-isu kritis dunia pendidikan Indonesia. Pada Rabu, 13 Maret 2019 telah dibuka secara resmi oleh MENRISTEKDIKTI Prof. Mohamad Nasir, Ph.D. Kali ini pokok pembahasan KONASPI adalah tentang Revolusi Pendidikan Indonesia. 
 
Prof. Mohamad Nasir, Ph.D. dalam sambutan pembukaannya dikuti dengan simbol pemukulan gong menekankan pada hasil rekomendasi KONASPI 2019 yang solutif, aplikatif, dan inovatif.
 
"Melalui KONASPI 2019 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang solutif dan aplikatif bagi pengembangan tenaga kependidikan, dan inovasi sistem pembelajaran di Indonesia" tegas Menristekdikti.
 
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) Jenderal Polisi Prof. Tito Karnavian, Ph.D. turut hadir dalam KONASPI IX Tahun 2019. KAPOLRI Menjadi salah satu narasumber mencerahkan peserta dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an.
 
"Indonesia adalah Negara besar yang memiliki modal karakter kuat dan sudah teruji dari segi peradaban kemanusiaan dan sumber daya alam. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus menjaga keutuhan NKRI melalui pelestarian nilai-nilai ke-Indonesia-an untuk mencegah terorisme dan gangguan keamanan yang lain. Supaya Indonesia terus menjadi Negara yang diperhitungkan dunia" pesan KAPOLRI
 
Prof. Dr. Mahfud MD. Salah satu narasumber KONASPI IX Tahun 2019 memberikan materi sehubungan dengan perkembangan pendidikan yang harus didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.
 
"..... Pancasila telah diuji dalam segala proses di Negara kita. Bahkan sejarah bangsa Indonesia telah mengakui Pancasila. Pancasila telah berproses melalui proses konstitusional bahkan proses gerakan bersenjata" ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI.
 
Lebih lanjut, Prof. Mahfud menambahkan terkait perkembangan pendidikan di Indonesia yaitu konsep "Pendidikan Kritis".
 
"Pendidikan Kritis untuk mengembangkan pendidikan Indonesia, artinya, setiap warga Negara harus berpikir kritis tentang Undang-undang yang justru dihasilkan dari kepentingan dan kebijakan politik" tambah Prof. Mahfud.
 
Tawaran konsep pendidikan kritis perlu disertai dengan strategi pendidikan yang tepat sasaran yaitu menempatkan siapa yang akan menentukan nilai instrumental pendidikan dan siapa yang akan menjalankan nilai praktikal pendidikan. Bahkan Konsep dan strategi pendidikan kritis ini perlu dikampanyekan.
 
"Saya mau berkampanye. Kampanye tentang pendidikan kewarganegaan. Bukan soal harus memilih siapa tetapi mari berperan untuk menentukan masa depan bangsa yang didalamnya masa depan pendidikan. Gunakan hak pilih kita dalam PEMILU 17 April 2019 bukan hanya soal memilih pemimpin dan wakil rakyat tetapi juga untuk menentukan siapa-siapa yang berwenang menentukan nilai-nilai intrumen dan siapa-siapa yang akan menjalankan nilai-nilai praktikalnya. Mari bangun pendidikan berdasarkan filosofi pendidikan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bukan untuk mencerdaskan otak" tutup Prof. Mahfud.
 
Sementara itu, Rektor UNIMA Prof. Dr. Julyeta P.A. Runtuwene, M.S. berharap agar supaya UNIMA dapat mencatatkan nama dalam sejarah bangsa Indonesia melalui bidang pendidikan.
 
"Selaku Rektor saya berharap semua peserta KONASPI dari UNIMA dapat mengambil bagian dan aktif memberi sumbangan pemikiran untuk perumusan konsep inovatif pendidikan Indonesia, karena dengan ini, kita telah mencatatkan nama UNIMA dalam sejarah bangsa Indonesia" ujar satu-satunya Rektor perempuan LPTK Indonesia.
 
(mfw/bk-11)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 372 kali
MANADO (BK): Anak-anak merupakan generasi muda bangsa yang harus dijaga. Untuk itu, perlu ada gerakan cepat dan tepat untuk memproteksi...
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 433 kali
BANGKOK (BK): Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Utara, Jerry Sambuaga akan menjadi pembicara pada seminar internasional...
Pendidikan
14 Nov 2018 / dibaca 448 kali
MANADO (BK): Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, September 2018 lalu, mengaplikasikan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi...
Pendidikan
11 Nov 2018 / dibaca 435 kali
TONDANO (BK) : Universitas Negeri Manado (Unima) terus tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen yang juga sebagai peneliti.  ...
Pendidikan
05 Nov 2018 / dibaca 286 kali
MANADO (BK) : Pernyataan menarik disampaikan oleh Budiyono, Ketua Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (P-TALI) mengenai pembahasan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.