Pendidikan

RUU SDA Diseminarkan, Penuhi Hak Dasar Manusia akan Air

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 05 November 2018 22:14   117 kali
Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Flora Pricilla Kalalo. (dok : sulutreview.com)
MANADO (BK) : Pernyataan menarik disampaikan oleh Budiyono, Ketua Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (P-TALI) mengenai pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Sumber Daya Air (SDA). Dia menyebut harus ada aturan bagi investor yang mengelola air untuk komersial.
 
 
“Air adalah sumber kehidupan, seharusnya masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmatinya tanpa membiayai,” ujar Budiyono saat menjadi pemateri pada Seminar Nasional RUU SDA untuk Keamanan Lingkungan dan Keberlanjutan Bangsa, di Fakultas Hukum, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Senin (5/11/2018).
 
 
Budiyono yang membawakan materi ‘Peran Lembaga Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Air Berkelanjutan’, mengatakan, seharusnya pembahasan RUU itu dapat memenuhi Hak Asasi Manusia akan kebutuhan air. Karena kebutuhan air merupakan hak dasar manusia yang juga harus dikelola dan diawasi oleh negara.
 
 
“Apakah RUU SDA yang tengah digodok sekarang ini mengatur larangan bagi investor untuk mengelola air?” tukasnya.
 
 
Menurutnya, dari aspek sosial dan lingkungan, pengelolaan air ini bukan soal dikelola investor atau masyarakat, tetapi dampak-dampak yang terjadi jika sumber air dikelola dapat dikendalikan. Dia menyebut perlu disikapi, ketika investor mengelolanya dan masyarakat yang menerima dampaknya atau sebaliknya.
 
 
“Jadi bagaimana pengelolaan itu sehingga air berproduksi secara berkelanjutan? Perlu legalitas agar organisasi masyarakat sebagai pengelola dapat menyediakan air untuk masyarakat,” jelas Budiyono.
 
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Marly Gumalang mengatakan, perlu adanya otonomisasi agar pengelolaan SDA menjadi lebih kompleks. Hal ini mengingat satuan wilayah sungai atau daerah aliran sungai secara teknis, tidak dibatasi oleh batas-batas administratif.
 
 
“Peran pemerintah dan institusi penyedia jasa menjadi institusi pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha agar memiliki kemampuan dalam menyediakan kebutuhan air secara mandiri dan berkelanjutan tanpa mengabaikan pelestarian potensi SDA itu sendiri,” katanya.
 
 
Sementara Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Flora Pricilla Kalalo sebelumnya mengungkapkan ada persoalan hukum dibalik permasalahan air ini. Bahkan katanya, telah menjadi fakta bahwa sepertiga dari penduduk di dunia tidak tersedia air bersih yang mencukupi.
 
 
Di Indonesia katanya, ada sekitar 72 juta orang yang masih belum mempunyai akses air minum yang layak, dan sekitar 96 juta penduduk Indonesia belum mempunyai akses sanitasi yang layak.
 
 
“Permasalahannya, kita tidak bisa mendapatkan air bersih secara cuma-Cuma. Masyarakat harus mengeluarkan dana untuk mendapatkan air, padahal hak atas air tidak bisa dipisahkan dari hak asasi manusia,” tandasnya.
 
 
Diungkapkannya, Indonesia melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2005 telah meratifikasi Konvensi Internasional sehingga Indonesia sudah mempunyai kewajiban secara formal berkaitan dengan hak air tersebut sesuai komentar umum PBB, di mana Indonesia berkewajiban untuk menghormati melindungi dan memenuhi hak atas air. (dikutip dari sulutreview.com)
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
21 Sep 2018 / dibaca 134 kali
MANADO (BK): Tim dosen Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi yang terdiri dari Dr. Hanny H Pontororing S.Si, Msi dan Dr Hanny J Lengkong,...
Pendidikan
21 Sep 2018 / dibaca 144 kali
MANADO (BK): Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sebagai salah satu...
Pendidikan
20 Sep 2018 / dibaca 145 kali
MANADO (BK): Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas MIPA Unsrat, menyasar para petani yang ada di Kelurahan Kamasi Kecamatan...
Pendidikan
19 Sep 2018 / dibaca 596 kali
TONDANO (BK): Bukan hanya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) handal, tetapi Universitas Negeri Manado (Unima) dibawah kepemimpinan Rektor Prof...
Pendidikan
14 Sep 2018 / dibaca 299 kali
MANADO (BK): Kebanyakan petani selalu menggunakan pestisida untuk mengatasi atau membasmi hama pada hasil tanaman mereka. Padahal, penggunaan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.