Pendidikan

Sumendap: Jaga Wibawa GMIM, UKIT Tidak Boleh Mati  

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 11 August 2017 15:44   216 kali
James Sumendap

TOMOHON (BK): Ketua Alumni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) James Sumendap diundang khusus hadir dalam pertemuan yang digelar Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, terkait penyelesaian persoalan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Kamis (10/8/2017).

 

Sumendap yang ditemui setelah pertemuan tersebut, memintakan kepada pihak yayasan selaku pengelola untuk bersikap tegas dan bijaksana memperhatikan persoalan di perguruan tinggi kebanggaan GMIM tersebut.

 

"Bagi saya harus ada sikap tegas dan cepat serta berani yang harus diambil oleh pihak yayasan, dalam rangka menyelesaikan persoalan ini. Kalau sudah ada keputusan yang diambil berarti itu yang dilaksanakan," katanya.

 

Menurutnya, semakin berlarut-larutnya permasalan UKIT tanpa ada titik temu dan penyelesaian yang cepat serta tegas dari pihak yayasan, dapat berdampak buruk terhadap GMIM pada umumnya.

 

Dikatakannya, semua pihak dapat mengutamakan kepentingan bersama berkaitan dengan penyelesaian permasalahan UKIT.

 

“Hormati mekanismenya demi kewibawaan dan nama baik gereja. Soal siapa yang menganggap diri benar, biarlah itu menjadi bagian dari proses administrasi yang berlaku. Harus melihat kepentingan bersama, jangan hanya dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan orang tertentu," tegas Sumenadap yang juga Bupati Minahasa Tenggara ini.

 

Ia pun meminta semua pihak agar bersama-sama membangun UKIT, dan mengesampingkan egoisme masing-masing kelompok yang berada di dalam universitas tersebut.

 

"UKIT tidak boleh mati karena kepentingan oknum-oknum tertentu. UKIT harus diselamatkan. Kita semua cinta almamater kita, kita semua cinta UKIT," ujarnya.

 

Sementara itu terkait dengan pembekuan sementara UKIT oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), Sumendap meminta agar pihak kementerian dapat mempertimbangkan nasib para mahasiswa yang sedang melaksanakan studi di universitas tersebut.

 

"Menristek juga jangan mengorbankan anak-anak mahasiswa yang tidak punya salah. Kementerian harus melihat sisi positifnya, apalagi saat ini ada 3.000 mahasiswa yang ada di UKIT," katanya.

 

Ia pun meminta agar pihak kementerian harus bertanggung jawab terhadap nasib ribuan mahasiswa tersebut, dengan dibekukannya UKIT, dimana menurutnya negara harus memberikan solusi yang baik tanpa harus mengorbankan nasib para mahasiswa. "Dimana nawa cita dari Jokowi? jika kemudian anak-anak mahasiswa ini harus dikorbankan dengan pembekuan yang diberlakukan oleh Kemenristek," katanya.

 

Menurut Sumendap, jika pihak Kementerian tetap pada keputusannya membekukan sampai menutup UKIT, maka pemerintah wajib menyiapkan fasilitas pendidikan untuk menampung para mahasiswa tersebut.

 

"Jika memang ini harus ditutup oleh kementerian, maka pemerintah harus menyiapkan penggantinya untuk menampung ribuan mahasiswa ini," tandasnya.

 

(*/bk-8)

Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
14 Mar 2017 / dibaca 520 kali
MANADO (BK): Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa) Politeknik Negeri MAnado (Polimdo) resah dengan sistem yang...
Pendidikan
06 Mar 2017 / dibaca 375 kali
MANADO (BK): Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menggenjot...
Pendidikan
04 Mar 2017 / dibaca 432 kali
MANADO (BK): Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Manado, Sabtu 4 Maret 2017 menggelar Latihan Dasar Jurnalistik...
Pendidikan
17 Feb 2017 / dibaca 508 kali
MANADO (BK): Mengajar untuk anak menjadi berani, kreatif dan cinta alam menjadi tujuan utama dari kegiatan Super Camp yang digelar Ikatan Guru...
Pendidikan
21 Dec 2016 / dibaca 683 kali
MANADO (BK): Universitas Terbuka Unit Program Belajar Jarak Jauh (UT-UPBJJ) Manado kembali menggelar seminar untuk mahasiswanya. Seminar...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.