Pendidikan

Sumendap: Jaga Wibawa GMIM, UKIT Tidak Boleh Mati  

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 11 August 2017 15:44   447 kali
James Sumendap

TOMOHON (BK): Ketua Alumni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) James Sumendap diundang khusus hadir dalam pertemuan yang digelar Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, terkait penyelesaian persoalan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Kamis (10/8/2017).

 

Sumendap yang ditemui setelah pertemuan tersebut, memintakan kepada pihak yayasan selaku pengelola untuk bersikap tegas dan bijaksana memperhatikan persoalan di perguruan tinggi kebanggaan GMIM tersebut.

 

"Bagi saya harus ada sikap tegas dan cepat serta berani yang harus diambil oleh pihak yayasan, dalam rangka menyelesaikan persoalan ini. Kalau sudah ada keputusan yang diambil berarti itu yang dilaksanakan," katanya.

 

Menurutnya, semakin berlarut-larutnya permasalan UKIT tanpa ada titik temu dan penyelesaian yang cepat serta tegas dari pihak yayasan, dapat berdampak buruk terhadap GMIM pada umumnya.

 

Dikatakannya, semua pihak dapat mengutamakan kepentingan bersama berkaitan dengan penyelesaian permasalahan UKIT.

 

“Hormati mekanismenya demi kewibawaan dan nama baik gereja. Soal siapa yang menganggap diri benar, biarlah itu menjadi bagian dari proses administrasi yang berlaku. Harus melihat kepentingan bersama, jangan hanya dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan orang tertentu," tegas Sumenadap yang juga Bupati Minahasa Tenggara ini.

 

Ia pun meminta semua pihak agar bersama-sama membangun UKIT, dan mengesampingkan egoisme masing-masing kelompok yang berada di dalam universitas tersebut.

 

"UKIT tidak boleh mati karena kepentingan oknum-oknum tertentu. UKIT harus diselamatkan. Kita semua cinta almamater kita, kita semua cinta UKIT," ujarnya.

 

Sementara itu terkait dengan pembekuan sementara UKIT oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), Sumendap meminta agar pihak kementerian dapat mempertimbangkan nasib para mahasiswa yang sedang melaksanakan studi di universitas tersebut.

 

"Menristek juga jangan mengorbankan anak-anak mahasiswa yang tidak punya salah. Kementerian harus melihat sisi positifnya, apalagi saat ini ada 3.000 mahasiswa yang ada di UKIT," katanya.

 

Ia pun meminta agar pihak kementerian harus bertanggung jawab terhadap nasib ribuan mahasiswa tersebut, dengan dibekukannya UKIT, dimana menurutnya negara harus memberikan solusi yang baik tanpa harus mengorbankan nasib para mahasiswa. "Dimana nawa cita dari Jokowi? jika kemudian anak-anak mahasiswa ini harus dikorbankan dengan pembekuan yang diberlakukan oleh Kemenristek," katanya.

 

Menurut Sumendap, jika pihak Kementerian tetap pada keputusannya membekukan sampai menutup UKIT, maka pemerintah wajib menyiapkan fasilitas pendidikan untuk menampung para mahasiswa tersebut.

 

"Jika memang ini harus ditutup oleh kementerian, maka pemerintah harus menyiapkan penggantinya untuk menampung ribuan mahasiswa ini," tandasnya.

 

(*/bk-8)

Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
19 Jan 2018 / dibaca 176 kali
MINUT (BK): Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), menggelar study tour pada Selasa 16 Januari 2018. Adapun lokasi kunjungan...
Pendidikan
17 Jan 2018 / dibaca 557 kali
TONDANO (BK): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohammad Nasir secara resmi meluncurkan program Seleksi...
Pendidikan
12 Dec 2017 / dibaca 308 kali
MANADO (BK): Pendidikan Karakter harusnya ditanamkan sejak anak-anak usia dini agar ke depan akhlak budi pekertinya benar-benar baik. Salah...
Pendidikan
09 Dec 2017 / dibaca 286 kali
MANADO (BK):  Universitas Negeri Manado menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Pimpinan Unima. Rapat Kerja  yang  dilaksanakan...
Pendidikan
05 Dec 2017 / dibaca 278 kali
MANADO (BK): Media Center Universitas Negeri Manado menggelar pelatihan Jurnalistik Jumat s.d Sabtu , 1-2 Desember 2017 di Hotel Grand Puri...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.