Pendidikan

Tim Dosen Faperta Unsrat Edukasi Warga Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Kompos

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 23 September 2018 11:03   305 kali
Praktek pembuatan kompos dari bahan utama a
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman yang telah merusak keindahan danau tondano ini, bisa juga dijadikan bahan pupuk kompos yang potensial.
 
Melihat hal tersebut, tim dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, perlu untuk melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di wilayah sekitaran Danau Tondano sebagai daerah populasi Eceng Gondok tersebut.
 
Dipimpin Ketua Tim Dr Ir Verry R Ch Warouw, MS dan anggota masing-masing terdiri dari dosen Ir, Elsje Pauline Manginsela, Riansen Nangaro dan para mahasiswa diantaranya Nopri Apena, Ni Nyoman Suriantini, Michelle Valerie Rumagit dan Celine Kagiling, memilih Desa Ranomerut Kecamatan Eris sebagai lokasi PKM untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk kompos.
 
Tergolong sebagai desa strategis karena berada di sekitar danau Tondano, Ranomerut sangat berpotensi untuk pengembangan pembuatan pupuk organik kompos berkualitas, karena letak daerahnya berdekatan dengan sumber bahan dasar eceng gondok. 
 
"Dalam PKM ini, kami menawarkan solusi bagaimana masyarakat kelompok tani ini memanfaatkan bahan baku eceng gondok untuk produksi pupuk organik (Kompos) sebagai media tanam yang potensial dan sumber hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman," kata Dr Ir Verry R Ch Warouw, MS.
 
Warouw mengungkapkan, dijadikannya eceng gondok sebagai pupuk kompos juga akan sangat membantu masyarakat yang umumnya bertani padi sawah, tanaman jagung dan perkebunan cengkeh serta lahan kering untuk tanaman semusim.
 
"Pengomposan ditakrifkan sebagai proses biologi oleh kegiatan mikroorganisme dalam mengurai bahan organik menjadi bahan semacam humus. Bahan yang terbentuk mempunyai berat volume yang lebih rendah daripada bahan dasarnya, stabil, dekomposisi lambat, dan sumber pupuk organik," kata Warouw.
 
Kegiatan ini berlangsung dengan menarik, karena masyarakat mendukung penuh pelatihan yang dinilai bisa menekan jumlah limbah eceng gondok serta mampu untuk menjadi nilai tersendiri.
 
"Jadi penyuluhan pemanfaatan bahan limbah eceng gondok untuk pembuatan pupuk kompos guna meningkatkan produksi tanaman jagung, padi sawah dan tanaman semusim seperti kacang tanah, sayur-sayuran dan tanaman dapur lainnya," kata Warouw kembali.
 
(jusuf kalalo)
Komentar ()
Berita Pendidikan
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 316 kali
MANADO (BK) : Komisi D DPRD Kota Manado berencana memanggil hearing Kepala SD Negeri Winangun, Nortje Tolukun SPD MPd. Hal ini dilakukan...
Pendidikan
26 Sep 2018 / dibaca 415 kali
TONDANO (BK): Universitas Negeri Manado menggelar kegiatan Wisuda. Wisuda merupakan prosesi kelulusan mahasiswa setelah mengikuti pendidikan di...
Pendidikan
24 Sep 2018 / dibaca 224 kali
MANADO (BK): Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang digelar di Kelurahan Malalayang I Timur, Kecamatan...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 401 kali
JAKARTA (BK): Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan,  kampus  tidak boleh menjadi...
Pendidikan
23 Sep 2018 / dibaca 306 kali
MANADO (BK): Pemanfaatan eceng gondok saat ini, masih sebatas pada pembuatan kerajinan tangan saja. Padahal, selain hasil kerajinan, tanaman...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.