Religi

Cara HMI Manado Peringati Milad HMI ke-72, Sederhana dan Doa untuk Korban Bencana

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 06 February 2019 20:23   469 kali
MANADO (BK) : Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, diperingati dengan cara berbeda oleh HMI Cabang Manado. Peringatan secara sederhana itu dilakukan dengan doa bersama untuk para korban bencana alam yang terjadi di Kota Manado, pekan lalu.
 
 
Milad yang dilaksanakan di Masjid Ulil Albab, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini dihadiri 10 Komisariat yang berada di bawah naungan HMI Cabang Manado, Selasa (5/2/2018) kemarin.
 
 
“Kami merasa terpanggil untuk ikut memberikan sumbangsih kepada para korban bencana, meskipun hanya dalam bentuk doa,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim melalui rilisyang diterima beritakawanua.com, Rabu (6/2/2019).
 
 
Iman mengatakan, HMI Cabang Manado bisa saja menggelar milad di ruangan megah seperti cabang-cabang serta pengurus PB HMI yang lain. Apalagi melihat posisi strategis dari para alumni HMI.
 
 
 
 
Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim. (foto : dok)
 
 
“Tapi itu bukanlah substansi kita memperingati Milad HMI. Tapi bagaimana pada momentum ini kita mampu menjiwai semangat dari para founding himpunan ini, merefleksi kembali sejarah HMI berdiri” katanya.
 
 
HMI berdiri pada 5 Februari 1947 dengan diprakarsai oleh Prof. Lafran Pane. Berawal dari ruang sederhana yaitu ruang kelas mata kuliah kelas tafsir dengan dosen Husein Yahya. Organisasi ini kemudian membuktikan kesetiaannya dalam mengawal kemerdekaan Indonesia.
 
 
Diusianya ke-72, telah membuat HMI semakin matang dalam berdinamika. Terbukti sampai sekarang organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia ini, mampu menjawab tantangan zaman di era digital serta telah melahirkan kader-kader bangsa.
 
 
 
 
Pengurus dan kader HMI Cabang Manado berfoto bersama usai peringati Milad HMI ke-72 di Masjid Ulil Albab Unsrat Manado. (foto : ist)
 
Hal ini, lanjut Iman, seharusnya dijadikan peluang oleh kader-kader HMI untuk kebangkitan kembali dan menuju masa kejayaan. “Dari sini kita mampu melihat bahwasannya HMI itu sangat biasa dengan sebuah proses kesederhanaan, namun mampu menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat,” imbuhnya.
 
 
Ditambahkannya lagi, dalam perjalanan sejarah, HMI mendapat pengakuan dari Jenderal Besar Sudirman yang menyebut HMI dengan Harapan Masyarakat Indonesia. Untuk itu HMI harus berada di garda terdepan dalam memperjuangan hak masyarakat Indonesia.
 
 
“Dan hari ini, kami masih sama dengan 72 tahun yang lalu, dimana HMI masih konsisten dengan semangat para pendiri HMI,” pungkas lulusan Pascasarjana Unsrat jurusan Pemerintahan Daerah.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Religi
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 519 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME  menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pelka Laki-Laki Sinode (PLS) Gereja...
Religi
25 Oct 2018 / dibaca 396 kali
MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan...
Religi
21 Oct 2018 / dibaca 351 kali
KALAWAT (BK): Jemaat GMIM Genesaret Watutumou Permai (GWP) Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara mengadakan ibadah syukur HUT ke-10, pada Minggu...
Religi
01 Oct 2018 / dibaca 464 kali
MANADO (BK): Penatua (Pnt) Jabes Ezar Gaghana (JEG) SE ME dilantik menjadi Wakil Ketua Pengurus Forum Komunikasi (FK) Pria Kaum Bapa...
Religi
22 Aug 2018 / dibaca 531 kali
MANADO ( BK ) : Ribuan warga memadati Lapangan Sparta Tikala Manado untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1439 Hijriah, Rabu (22/8/2018) pagi....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.