Religi

Pdt Rumopa; "Membangun Kota Butuh Dasar-Cegah DBD Cari Sumbernya"

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 11 January 2019 12:16   370 kali
Pdt. Lucky Irwan Rumopa, M.Th.
2 Raja-raja 2:19-22.
 
Elisa Menyehatkan Air di Yerikho
 
Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."
Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya.
Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." 
Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.
 
Fenomena dan realitas demam berdarah di Kota kita tercinta dapat dilihat dari demam berdarah itu sendiri, dampak demam berdarah, tetapi yang lebih penting adalah apa penyebabnya. Dalam perspektif Alkitab berbicara tentang Elisa menyehatkan air di kota Jericho. Jadi, ada sebuah peristiwa pada waktu itu orang banyak datang orang banyak datang berbondong-bondong mengeluh kepada Elisa. Kenapa harus mengeluh kepada Elisa? Supaya disahkan oleh pimpinan agama karena dia penentu kebijakan kota. Kota Yerikho adalah kota yang strategis dan indah alamnya. Potensi kota Yerikho sangat luar biasa. Sehingga menjadi ikon kota pariwisata dunia.
 
Elisa melihat kota Yerikho sebagai anugerah Tuhan yang hebat tetapi kondisi saat itu banyak terjadi kematian atau keguguran bayi karena air yang tidak baik sehingga banyak orang mengeluh kepada Elisa dengan harapan ada jalan keluar terhadap kondisi kota Yerikho. Indah alamnya ternyata tidak menjamin kesehatan.
Elisa dengan dengan sangat yakin memberi jalan keluar terhadap masalah Kota Yerikho. Menyiapkan linggan baru dan menaruh garam di dalam linggan kemudian melemparkannya ke sumber air yaitu mata air. Maka, sehatlah air itu. Air yang sehat mengakibatkan tidak ada lagi keguguran bayi di Kota Yerikho.
 
Di Kota Manado. Kota yang indah dan memiliki potensi alam bahkan sumber daya manusia yang baik. Terjadi saling hormat dan menghargai semua lapisan masyarakat walaupun kondisi majemuk dari segi agama, suku, dan ras tetapi justru menjadi Ikon kerukunan hidup beragama di dunia. Secara nasional baru-baru ini Kota Manado dinobatkan sebagai Kota cerdas se-Indonesia dengan kategori Kota Sedang. Ini semua karena masyarakat Manado menganut semboyan "Si tou timou tumou tou", "torang samua basudara", dan "torang samua ciptaan Tuhan".
 
Namum sayang kondisi dan fenomena kota Manado akhir-akhir ini dilanda dengan penyakit demam berdarah yang mengakibatkan kematian. Sumber masalahnya adalah air yang tidak baik. Nyamuk bukan sumber masalah, air yang tidak baik sumbernya. Oleh karena itu, fogging sebagai bentuk teknologi yang hebat dan berkelanjutan dapat saja dilakukan untuk memberantas nyamuk tetapi perlu ada penanganan untuk menyelesaikan akar persoalan dari demam berdarah yaitu solusi terhadap air yang kotor.
 
Air kota Yerikho disehatkan dengan linggan (seperti muc) baru ditaruh garam dan dilemparkan ke sumber air. Linggan bukan hanya sekedar muc tetapi sebuah gambaran suatu wadah, lembaga, atau organinasi, orang, dan atau sekelompok orang yang baru. Linggan baru menggambarkan tentang sesuatu yang baru. Pikiran baru. Garam adalah gambaran kemurnian juga melukiskan karakternya bagaimana dengan Kota Manado?
 
Persoalan air dan akibat dari masalah air di Kota Yerikho dan di Kota Manado hampir sama. Sama-sama soal air dan akibatnya adalah kematian. Cara menyelesaikan masalah harusnya mencari titik atau sumber masalahnya. Mencari akar dan dasar masalah. Jalan keluar didapat dari jalan masuk yaitu dasar.
 
Layaknya bermain kartu remi. Sekalipun memiliki kartu As dan kartu Joker tetapi tidak memiliki "dasar" maka tidak akan mungkin memenangkan permainan. Sekalipun memiliki kekuatan finansial, memiliki kekuasaan tetapi tidak memiliki dasar yang kuat yaitu dasar ilmu dan iman, maka pasti tidak akan pernah memenangkan pertandingan kehidupan.
 
Salam Kasih Persaudaraan....i'm Lucky
 
Komentar ()
Berita Religi
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 513 kali
MANADO (BK): “Saya tahu, kegiatan sekolah minggu (SM) dan katekisasi merupakan bagian dari tata gereja. Bukan sebuah lembaga pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 612 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME  menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pelka Laki-Laki Sinode (PLS) Gereja...
Religi
25 Oct 2018 / dibaca 458 kali
MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan...
Religi
21 Oct 2018 / dibaca 378 kali
KALAWAT (BK): Jemaat GMIM Genesaret Watutumou Permai (GWP) Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara mengadakan ibadah syukur HUT ke-10, pada Minggu...
Religi
01 Oct 2018 / dibaca 525 kali
MANADO (BK): Penatua (Pnt) Jabes Ezar Gaghana (JEG) SE ME dilantik menjadi Wakil Ketua Pengurus Forum Komunikasi (FK) Pria Kaum Bapa...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.