Religi

Pesparani, Momentum Kebangkitan Perempuan Katolik di Indonesia

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 02 November 2018 18:59   437 kali
Menteri PPPA, Yohana Yembise. (dok : Humas Kemen PPPA).
AMBON (BK) : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I Tahun 2018 di Lapangan Merdeka, Ambon, Provinsi Maluku, Jumat (2/11/2018).
 
 
Menteri didampingi Gubernur Maluku, Said Assagaff. Dia sangat antusias ketika memberikan sambutan. “Ini kali pertamanya saya melihat langsung kompetisi paduan suara akbar yang diinisiasi oleh organisasi keagamaan dengan ribuan peserta,” ujarnya.
 
 
Mama Yo, panggilan akrab menteri mengatakan, Pesparani ini bisa dijadikan momentum kebangkitan perempuan Katolik, khususnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Dia juga mengapresiasi Gubernur Maluku dan seluruh elemen yang terlibat, karena telah mampu mempersatukan peserta dari berbagai latarbelakang dan daerah di Kota Ambon.
 
 
“Kebhinekaan ini adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa yang harus dipertahankan. Saya juga menitipkan perempuan dan anak ke tangan bapak, ibu, peserta sekalian untuk dapat membantu mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan dan pemenuhan hak anak bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tegas Menteri.
 
 
Menteri menceritakan beberapa waktu lalu saat bersama Presiden Jokowi membuka Kongres Perempuan Katolik. Saat itu, Presiden sangat memuji keunggulan kaum perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
 
 
Penutupan Pesparani Katolik Tingkat Nasional I di Ambon, Maluku. (foto : Humas Kemen PPPA)
 
 
Perempuan, kata Presiden mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki. Perempuan juga lebih kuat dalam menghadapi persaingan, serta multi tasking atau memiliki beban ganda yang lebih besar dibanding laki-laki.
 
 
“Oleh karena itu sebagai Menteri PPPA, saya bangga melihat banyaknya perempuan yang terlibat dalam acara paduan suara ini,” jelas Menteri Yohana.
 
 
Menurut Menteri, tidak dapat dipungkiri jika perempuan menambah harmonisasi dan keindahan dalam perpaduan suara bersama kaum laki-laki. Lewat kegiatan paduan suara, perwujudan kesetaraan gender sangat terasa.
 
 
“Jadi dalam kegiatan ini perempuan berdaya dengan keterampilan dan kemampuannya, sekaligus mendapatkan ruang bagi kesetaraan gender,” ungkapnya.
 
 
Pesparani Katolik Nasional telah berlangsung sejak tanggal 27 Oktober 2018. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini sejalan dengan program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi oleh Kemen PPPA, dan bekerjasama dengan Dinas PPPA Provinsi di seluruh Indonesia sejak tahun 2016.
 
 
Dalam PUSPA ini, seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan ikut terlibat dalam meningkatkan kepedulian dan perhatian terhadap persoalan perempuan dan anak.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Religi
Religi
29 Oct 2018 / dibaca 829 kali
JAKARTA (BK): Hingga kini, polemik mengenai dua pasal yaitu Pasal 69 dan 70 dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 554 kali
MANADO (BK): “Saya tahu, kegiatan sekolah minggu (SM) dan katekisasi merupakan bagian dari tata gereja. Bukan sebuah lembaga pendidikan...
Religi
27 Oct 2018 / dibaca 683 kali
JAKARTA (BK): Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME  menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pelka Laki-Laki Sinode (PLS) Gereja...
Religi
25 Oct 2018 / dibaca 494 kali
MANADO (BK): Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw meminta pemerintah untuk membakukan kegiatan-kegiatan pertemuan...
Religi
21 Oct 2018 / dibaca 395 kali
KALAWAT (BK): Jemaat GMIM Genesaret Watutumou Permai (GWP) Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara mengadakan ibadah syukur HUT ke-10, pada Minggu...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.