Religi

Sambuaga: SM, Katekisasi Bagian dari Tata Gereja

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 27 October 2018 18:09   603 kali
Jerry Sambuaga

MANADO (BK): “Saya tahu, kegiatan sekolah minggu (SM) dan katekisasi merupakan bagian dari tata gereja. Bukan sebuah lembaga pendidikan formal, dan berisi proses interaksi edukatif rohaniah dan imaniah yang dilakukan oleh gereja-gereja di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tegasnya, kegiatan liturgia ini masuk dalam kategori pelayanan ibadah bagi anak-anak dan remaja atau taruna,” kata anggota DPR RI, Jerry Sambuaga kepada wartawan, usai pertemuan dengan pemuda Islam di Manado, Sabtu (27/10/18).

 

Legislator asal Sulawesi Utara, itu segera berjuang menggalang rekan-rekan dari berbagai latar di lingkup DPR RI untuk menghapus dua pasal di RUU Pesantren yang dinilai tidak sesuai konsep Pendidikan Keagamaan Kristen. Ia langsung bergerak cepat menyikapi keresahan umat Kristiani di Indonesia mengenai kegiatan Sekolah Minggu dan Pendidikan Katekisasi yang harus mendapat izin terlebih dulu dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama. Bahkan dengan mencantumkan syarat, minimal anak Sekolah Minggu dan Pendidikan Katekisasi 15 orang.

 

Putra mantan Menteri Tenaga Kerja RI dan Menteri  Perumahan Rakyat RI, Theo Sambuaga itu sudah menemui Ketua Komisi VIII (yang membidangi keagamaan) untuk menyampaikan keberatan mayoritas warga Kristen. “RUU tersebut sedang dalam proses pembahasan di DPR RI. Saya temui Ketua Komisi VIII agar menghilangkan dua pasal yang dimaksud,” ujarnya.

 

Dukung usul inisiatif DPR

Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama (PA) ini  merupakan usulan inisiatif DPR. Dengan sikap positif, Jerry Sambuaga yang meraih gelar doktor ilmu politik di Universitas Indonesia, dan Master of International Affaire di sebuah universitas di Amerika Serikat (kampus yang juga tempat kuliah mantan Presiden Barack Obama, Red) itu, menyambut baik usulan inisiatif DPR soal  RUU Pesantren dan Pendidikan Agama tersebut.

 

Namun, Jerry yang kini kembali jadi calon legislatif (Caleg) nomor urut 1 Partai Golkar dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut) itu, menyorot kritis dan memberi catatan penting soal Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi pada Pasal 69 serta 70. “Dua pasal itu saya anggap tidak tepat. RUU ini tidak memahami konsep Pendidikan Keagamaan Kristen,” katanya.

 

Jerry yang juga Wakil Ketua Umum DPP Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP) dan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar itu, menyebut, memang ada pendidikan formal melalui sekolah yang dikelola oleh lembaga-lembaga gereja. Ada juga pendidikan nonformal melalui kegiatan pelayanan di gereja, yang merupakan bagian dari liturgia.

 

(cal/bk-1)

 

Komentar ()
Berita Religi
Religi
25 Dec 2018 / dibaca 351 kali
MAUMBI (BK): Sekitar ratusan jemaat menghadiri ibadah Natal, di Gedung GMIM Genesaret, Kalawat Satu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Selasa...
Religi
24 Dec 2018 / dibaca 1202 kali
MANADO (BK): Bupati terpilih Kabupaten Talaud, Dr Elly Engelbert Lasut (E2L) bersama istri dr Telly Tjangkulung (T2) memimpin ibadah...
Religi
22 Dec 2018 / dibaca 357 kali
TOMOHON (BK) : Pascasarjana Universitas Manado (Unima) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tomohon melaksanakan perayaan Natal di Aula...
Religi
15 Dec 2018 / dibaca 798 kali
MANADO (BK) : Seekor anak kunang-kunang bernama Joy, penasaran dengan cahaya abadi yang dibicarakan teman-temannya. Bersama seorang rekannya,...
Religi
22 Nov 2018 / dibaca 411 kali
MANADO (BK): Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah oleh seluruh komponen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.