Sangihe

Kapal Tangkap Ikan di Bawah 10 GT tak Perlu Izin

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 23 January 2019 06:02   159 kali

TAHUNA (BK): Sebagai bagian dari pelayanan masyarakat, beberapa lembaga terkait dan perbankan juga turut mengikuti kegiatan Me'Daseng Kedua di Kecamatan Tabukan Tengah (Tabteng), Kampung Bira, Sabtu (19/1/2019).

 

Seperti halnya disampaikan petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Kepulauan Sangihe. "Kami memiliki stasiun PSDKP di Kota Tahuna yakni untuk mengawasi peraturan bidang kelautan dan perikanan. Juga perlindungan terhadap sumber daya laut (SDL), di antaranya paus, penyu, lumba-lumba, dan lainnya," jelasnya. 

 

Dia juga menyampaikan, pernah beberapa waktu lalu, paus terdampar di sebuah wilayah pantai, namun karena tidak tahu menanganinya, maka akhirnya tewas. Lagipula paus, lumba-lumba dan beberapa hewan laut lainnya termasuk sebagai hewan yang dilindungi. 

 

"Bila ditemukan, agar bisa disampaikan kepada kami. Bila penanganannya salah, maka akan berakibat kematian," tandasnya. 

 

Pula ditambahkannya, bagi nelayan yang memiliki kapal penangkap ikan di bawah 10 GT tidak wajib izin, bisa melaut dengan bebas, agar bisa menangkap ikan dengan baik.

 

"Himbau agar kalau ada yang menangkap ikan dengan menggunakan bius dan bom, agar tidak melakukannya. Bahkan kalau ada juga tangkap ikan dengan kompresor. Kompresor bukan untuk pernapasan. Mari kita hindari hal-hal yang bisa merugikan. Ikan-ikan yang harus kita lindungi bila dieksploitasi makan akan merugikan anak-anak cucu kita di kemudian hari," pungkasnya. 

 

Untuk Karantina Ikan Kabupaten Kepulauan Sangihe, disampaikan oleh Gerik Lumiu, yakni terhadap tugas dan fungsi, melaksanakan mencegah hama penyakit pada ikan, baik dari luar luar negeri ke dalam negeri ataupun sebaliknya, dan dari daerah lain masuk ke daerah lainnya. "Hama penyakit pada ikan bisa merugikan masyarakat. Untuk kegiatan pencegahan di pelabuhan dan bandara. Tentunya kita selalu memonitor terhadap hama penyakit pada ikan," tandasnya. 

 

Juga dijelaskan, beberapa waktu lalu ditemukan hama virus ikan koi, yakni di beberapa wilayah termasuk Manado. Virus ini masih bisa dicegah. Karena bisa membawa ikan, bisa juga ikut koi herves virus, dan hal ini perlu diperhatikan agar tidak bisa merugikan masyarakat. 

 

"Monitoring mutu hasil perikanan. Beberapa waktu lalu sudah dimusnahkan ikan selar atau ikan tude dari Manado. Ikan ini dibawa dari Manado ke Kota Tahuna tanggal 9 Januari 2019, dimuat pada sebuah kapal laut sebanyak 15 box ikan, sempat balik lagi ke Manado dan kembali lagi ke Kota Tahuna. Setelah dicek ternyata kondisi es sudah habis, dan menunjukan gejala klinis rusak. Kita tahan sesuai prosedur dan uji lab terhadap ikan selar atau ikan tude tersebut," ungkapnya. 

 

Dijelaskan lebih lanjut, untuk prosedur uji lab sebanyak 7 parameter yang digunakan, hasilnya menunjukan ikan ini tidak layak konsumsi. Tindaklanjutnya melakukan koordinasi dengan pemiliknya. Setelah diteliti dan dicek, ternyata sebanyak 5 box ikan selar atau ikan tude dinyatakan rusak, dan diperkirakan sebanyak 250 ekor. Sedangkan 10 box ikan dimaksud dinyatakan masih baik dan layak dikonsumsi. Kemudian 5 box ikan selar atau ikan tude yang sudah rusak tersebut akhirnya dimusnahkan," terang dia. 

 

Tahun 2019, target untuk dilakukan ekspor ikan, yakni target pengolahan ikan dan kegiatan ekspor ikan dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta pula bisa dilakukan sertifikasi ekspor ikan, dan tentunya bisa menunjang pendapatan para nelayan.

 

Sementara itu, perwakilan atau utusan Bank SulutGo (BSG), menyampaikan selamat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe yang sudah mendapat Piala Adipura. 
 

"Untuk produk BSG berupa tabungan dan kredit. Diantaranya bagi pegawai negeri sipil (PNS), pelajar, mahasiswa, kontraktor. Selama tahun 2014, tabungan sebanyak Rp44 milyar uang masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, jugabdisalurkan dalam bentuk kredit bagi PNS," jelasnya. 

 

Lebih lanjut disampaikannya, pula ada prudensial kredit, dan di tahun 2018, dana senilai Rp436 juta diserahkan untuk lampu hias di Jalan Boulevard Tahuna. Termasuk juga kita berikan deviden, yakni Pemda juga mendapatkan deviden. 

 

"Tentunya kita juga memperhatikan terhadap dukungan fasilitas kredit. Tahun 2018, ada penambahan ATM di Kota Tahuna, dan tahun 2019 ini akan bertambah di wilayah Manganitu, Manente dan kawasan Pelabuhan Tabuna. Bila akan membuka ATM baru, maka harus ada ijin dari BI. Diharapakan akan dibuka di kecamatan, dan mengupayakannya agar tiap kecamatan punya satu ATM. Di akhir tahun 2018, BSG memperoleh laba Rp23 miliar," tutupnya.

 

(fad/bk-1)  

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
10 Apr 2019 / dibaca 68 kali
TAHUNA (BK): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Rapar Koordinasi (Rakor) Sentra Penegakan Hukum Terpadu...
Sangihe
09 Apr 2019 / dibaca 146 kali
TAHUNA (BK): Harga tarif tiket kapal cepat KM Majestik Kawanua diduga terlalu mahal. Pasalnya, tarif dengan pelayaran menempuh Pulau...
Sangihe
09 Apr 2019 / dibaca 84 kali
TAHUNA (BK): Menjelang menjelang Pemilu 17 April 2019 mendatang, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sangihe mengucap ikrar...
Sangihe
08 Apr 2019 / dibaca 460 kali
TAHUNA (BK): Dilaporkan, sekitar empat bulan tunjangan kinerja guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sangihe belum...
Sangihe
08 Apr 2019 / dibaca 91 kali
TAHUNA (BK): Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Dr R Sigit Hardjanto SH MSi melaksanakan kunjungan kerja (kunker) sehari di wilayah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.