Bitung

Pilkada Bitung Berkualitas, PAN: Tergantung Kerja Penyelenggara

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 04 March 2020 19:55   262 kali
BITUNG (BK) : Terwujudnya Pilkada Kota Bitung yang aman, damai, jujur, adil dan demokratis tergantung pada penyelenggaranya yaitu KPU dan Bawaslu. Hal ini dikatakan oleh Wakil Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sulut, Ahmad Syafrudin Ila.
 
 
Dia mengatakan, dalam melaksanakan pesta demokrasi ini KPU harus bisa proporsional yaitu menjaga netralitas, tidak berpihak kepada pasangan calon atau kandidat. Tapi yang paling utama, katanya adalah KPU harus lebih aktif dalam mensosialisasikan tahapan pemilu.
 
 
"Mereka (KPU) punya kewajiban untuk menjadikan pilkada ini berhasil. Menggandeng masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam pilkada ini," ujar Ahmad Syafrudin Ila saat ditemui di Bitung, Senin kemarin.
 
 
Saat ini katanya, KPU Bitung memang sedang berusaha meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS. Mereka terus mendorong agar target 80 persen bisa tercapai.
 
 
"Inilah menjadi peran serta dari penyelenggara pemilu dalam membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS," lanjut pria yang akrab dipanggil Aco.
 
 
Selain penyelenggara, anggota DPRD Kota Bitung ini juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan politik uang (money politic), karena menurutnya, itu adalah sesuatu yang membuat tidak bagus dalam pesta demokrasi lima tahunan di Kota Bitung.
 
 
"Yang jelas itu merusak tatanan demokrasi sehingga masyarakat tidak lagi akan memilih pemimpin yang benar-benar berkualitas, yang punya visi dan misi yang bagus, tapi seolah olah memilih pemimpin yang gizinya paling bagus," terangnya.
 
 
Menurutnya, money politic adalah pendidikan politik yang tidak baik. Karena itu, sebagai wakil rakyat ia menghimbau masyarakat supaya jangan terpengaruh dengan praktik-praktik yang ditawarkan seperti itu.
 
 
"Kalau ada yang mo kase, kalau boleh torang mo tolak lebe bae tolak (Kalau ada yang memberi, kalau bisa ditolak itu lebih bagus)," sebutnya menggunakan dialek Manado.
 
 
"Tapi kalau sudah tidak bisa ditolak, bisa saja diterima tapi laporkan. Jangan masyarakat menjadikan patokan untuk menjatuhkan pilihan karena pemberian, sebab memilih seorang pemimpin hanya karena semata-mata orang tersebut memberikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu, maka tidak akan ada jaminan Kota Bitung ini akan menjadi kota yang lebih baik lagi kedepan," tambahnya.
 
 
Hal yang sama juga sempat disampaikan Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda pada sosialisasi mengenai tugas dan kewenangan pengawas Ad Hoc, pada Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tahun 2020, Sabtu (29/2/2020) lalu di Sutanraja Hotel Minut.
 
 
Menurutnya, masyarakat harus proaktif ketika menemukan adanya praktik politik uang dalam pelaksanaan pilkada nanti. "Tolak saja kalau ada yang memberikan uang. Tapi bisa juga diambil tapi laporkan ke Bawaslu dan jadikan uang tersebut sebagai barang bukti," jelas Herwyn.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Bitung
Bitung
26 Feb 2019 / dibaca 425 kali
BITUNG (BK): Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bitung,  Zulkifli Densi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan...
Bitung
24 Feb 2019 / dibaca 632 kali
BITUNG (BK): Lagi, anggota DPR RI, Jerry Sambuaga mengunjungi Kota Bitung, Minggu (24/2/2019). Sebelum bertemu dengan warga, ia beribadah...
Bitung
22 Feb 2019 / dibaca 977 kali
BITUNG (BK): Calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Utara, Jerry Sambuaga mengadakan...
Bitung
19 Feb 2019 / dibaca 473 kali
BITUNG (BK) : Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung masuk dalam 5 Kejari yang ditetapkan sebagai unit kerja Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah...
Bitung
04 Jan 2019 / dibaca 678 kali
BITUNG (BK): Pemilu 2019 prosesnya cukup panjang. Bawaslu sendiri sadar bahwa untuk melaksanakan fungsi pengawasan diperlukan peran semua...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.