Ekonomi

Berkualitas Ekspor, Karantina Pertanian Buka Peluang Investor Kelola SBW Asal Sulut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 29 March 2022 14:56   680 kali
Sarang Burung Walet. (foto: istimewa)

MANADO (BK) : Karantina Pertanian Manado membuka peluang investor untuk mengelola potensi Sarang Burung Walet (SBW). Ini dikarenakan SBW asal Sulawesi Utara (Sulut) memiliki kualitas ekspor.

 

"SBW Sulut ini memiliki kualitas ekspor, hanya saja masih berbentuk Raw sehingga perlu diolah lebih lanjut," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donny Muksidayan melalui keterangan persnya, Selasa (29/3/2022).

 

Dari catatan Karantina Pertanian Manado pada triwulan pertama tahun 2022, sebanyak 5,1 ton komoditas SBW asal Provinsi Sulut telah dilalulintaskan antar area ke kota-kota besar.

 

SBW dalam bentuk Raw atau mentah dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 21,7 miliar ini sebagian besar dikirim ke Jakarta dan Surabaya guna diproses lebih lanjut dan di ekspor ke negara tujuan.

 

Donny pun memastikan SBW asal Sulut, sehat dan dalam kondisi baik serta utuh. Lebih lanjut, ia menjelaskan di wilayah Sulut belum memiliki tempat pemrosesan SBW.

 

"Kebanyakan ada di Jawa sehingga hasil SBW harus dikirim ke daerah lain yang memilikinya agar layak ekspor," ujarnya.

 

Dia berharap, daya tarik SBW Sulut ini mampu menarik investor untuk menginvestasikan modalnya dalam mengekspose potensi SBW Sulut.

 

"Katakanlah investor tersebut membangun tempat pemrosesan SBW agar nilai jual dari produk meningkat hingga tiga kali lipat sehingga dapat menjadi penopang baru dalam membangun sektor perekonomian daerah Sulut," terang Donny.

 

Terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, menyebutkan eksportasi komoditas pertanian di 2022 ini akan semakin meningkat dibandingkan tahun lalu, sesuai dengan tujuan Gerakan Ekspor Komoditas Pertanian Tiga Kali Lipat (Gratieks), karenanya kita harus melakukan terobosan untuk akselerasinya.

 

Sebagai informasi, dari rilis BPS mencatat adanya peningkatan ekspor pertanian hingga bulan Februari tahun 2022 sebesar  11,45% (YoY). Secara khusus data IQFAST Barantan menunjukan selain SBW yang menunjukkan tren peningkatan sebesar 20%, yakni secara nasional mencapai 81,2 ton dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 67,7 ton saja.

 

Komoditas asal sub sektor perkebunan, kelapa bulat dan santan juga menunjukan tren peningkatan masing-masing 60,9% dan 11,9%.

 

“Strategi akselerasi ekspor ini salah satunya dengan menggali potensi daerah dan membagi informasi kepada para investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi, terlebih SBW ini dimana potensi Indonesia sangat besar,” pungkas Bambang.

 

Editor: Asrar Yusuf

Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
12 Oct 2021 / dibaca 878 kali
JAKARTA (BK) : Indonesia Digital Conference (IDC) yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) tahun 2021 akan merekam sejumlah...
Ekonomi
10 Oct 2021 / dibaca 767 kali
MANADO (BK) : Masa pandemi di Indonesia, termasuk Sulawesi Utara masih terus berlangsung. Masyarakat pun memanfaatkan belanja untuk kebutuhan...
Ekonomi
06 Oct 2021 / dibaca 707 kali
MANADO (BK) : Morris Garage (MG) Motor Indonesia meresmikan outlet MG Kairagi Manado, Rabu (6/10/2021). Peresmian ditandai dengan...
Ekonomi
28 Sep 2021 / dibaca 899 kali
MANADO (BK) : Korem 131/Santiago kedatangan tamu Bapak Purwanto, pimpinan dari salah satu BUMN yang ada di Kota Manado yakni PT Bank Rakyat...
Ekonomi
25 Sep 2021 / dibaca 843 kali
MANADO (BK) : Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja melakukan acara temu muka dengan 28 alumni penerima Kartu Prakerja Sulut di Hotel...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.