Ekonomi

Daging Ayam Olahan ke Sulut Turun, Ini Langkah Karantina Pertanian Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 27 September 2020 22:13   211 kali
Salah satu merek produk daging ayam olahan. (foto: ist)
 
 
 
 
MANADO (BK) : Volume daging ayam olahan yang masuk ke Sulawesi Utara (Sulut) menurun. Hal ini berdasarkan rilis Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado dari sistem One Stop Service (OSS).
 
 
Data tersebut menyebutkan daging ayam olahan pada triwulan III-2020 sebanyak 165 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp16,3 miliar. Jumlah ini bila dibandingkan dengan periode sama di tahun 2019 berjumlah 198 ton atau menurun 17%.
 
 
“Hal ini diprediksi akibat adanya pembatasan berskala besar berupa penutupan gerai makanan cepat saji dan restoran yang terbatas waktu operasionalnya akibat pandemi Covid-19,” kata Donni Muksydayan Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado saat melakukan monitoring tindakan karantina pertanian di gudang pemilik CV. BL Manado, Sabtu (26/9/2020).
 
 
“Produk olahan ini masuk melalui seluruh tempat pemasukan di Sulut yang kami jaga berasal dari berbagai kota,” lanjutnya.
 
 
 
 
 
Menurut Donni, kegiatan monitoring dan pengambilan sampel yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjamin mutu dan kesehatan produk asal hewan agar aman dikonsumsi oleh masyarakat Sulut.
 
 
Saat ini sebanyak 6,8 ton produk olahan ayam milik CV. BL tiba di dermaga bongkar Pelabuhan Bitung dengan menumpang kapal KM. Tanto Tangguh dari Surabaya.
 
 
“Kami akan terus melakukan serangkaian tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik dan kesesuaian volume serta jenis produk,” katanya.
 
 
Selanjutnya, dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.  Pengujian berupa Total Plate Count (TPC) yang dilakukan di Laboratorium Karantina Pertanian Manado.
 
 
“Pengujian ini untuk menunjukkan jumlah mikroba yang terdapat dalam suatu produk dengan cara menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan pada media agar,” Donni menambahkan.
 
 
Kelancaran Arus Barang
 
 
 
 
 
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan bahwa pengawasan keamanan dan pengendalian mutu bahan pangan dan pakan asal produk pertanian adalah tugasnya. Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang perkarantinaan nomor 21/2019.
 
 
"Selain tugas utama menjaga kelestarian sumber daya alam hayati kita yang sangat kaya ini," kata Jamil.
 
 
Selain itu juga sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, untuk menjamin kelancaran arus barang pertanian, ia menginstruksikan jajarannya untuk terus melakukan sinergitas dengan pemangku kepentingan di unit kerja.
 
 
“Jadi produk pertanian yang dilalulintaskan tidak hanya sehat dan aman saja tapi juga harus lancar,” tandas Jamil.
 
 
 
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
11 Oct 2020 / dibaca 152 kali
MANADO (BK) : Pandemi Covid-19 telah membuat banyak pelaku usaha dekorasi ulang tahun dan sound sistem harus rela tutup sementara dan bahkan...
Ekonomi
30 Sep 2020 / dibaca 236 kali
MANADO (BK) : Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, DR Jerry Sambuaga direncanakan akan kembali mengunjungi Kota Manado. Kunjungan yang...
Ekonomi
27 Sep 2020 / dibaca 212 kali
Salah satu merek produk daging ayam olahan. (foto: ist)         MANADO (BK) : Volume daging ayam...
Ekonomi
25 Sep 2020 / dibaca 579 kali
MANADO (BK) : PT Sinar Terang Mandiri (STM) terus menggenjot pembangunan jalan tol Manado-Bitung pada zona STA 33+500 hingga STA 36+650....
Ekonomi
24 Sep 2020 / dibaca 236 kali
MANADO (BK) : Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) - KKP, melaunching ekspor perdana penerbangan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.