Ekonomi

Ekspor Lagi ke 4 Negara, Kelapa Parut Sulut Makin Diminati

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 18 November 2020 22:46   110 kali
MANADO (BK) : Kelapa parut asal Sulawesi Utara (Sulut) kian diminati di mancanegara. Buktinya, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado kembali mengekspor kelapa parut secara serentak ke empat negara.
 
 
Keempat Negara itu adalah Cina sebanyak 104 ton, Irak 26 ton, Rusia 26 ton serta Selandia baru sebanyak 37, 4 ton. Total nilai ekonomi dari hasil ekspor tersebut sebesar Rp4,99 miliar. Kelapa parut yang dikirim ke empat negara tersebut dijamin sehat dan aman sampai di negara tujuan.
 
 
“Karena sudah memenuhi persyaratan negara tujuan baik dari aspek kesehatan maupun standar keamanan pangannya sebelum diberangkatkan dari Pelabuhan Laut Bitung,” ungkap Donni Muksydayan, Kepala Karantina Manado saat menyerahkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada eksportir Tri Mustika Cocominaesa dan PT. Royal Coconut, Rabu (18/11/2020).
 
 
Menurut Donni kelapa parut asal Sulut ini semakin diminati di pasar global dan merupakan salah satu produk unggulan ekspor asal sulut yang meningkat signifikan terutama dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi.
 
 
Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan juga kemudahan layanan ekspor oleh Bea Cukai dan layanan di pelabuhan yang baik dan kerjasama petani serta pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar terus berkelanjutan.
 
 
Berdasarkan data Karantina Pertanian Manado tercatat fasilitasi ekspor kelapa parut selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2020 sebanyak 16,72 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 397,51 miliar. Hal ini meningkat sebanyak 31,3 % dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 12,73 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp. 261,56 miliar.
 
 
 
 
 
Donni menerangkan, supaya ekspor kelapa parut ini meningkat dan terus berkelanjutan, Karantina Pertanian Manado melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.
 
 
Lanjutnya, salah satu cara untuk meningkatkan nilai pertumbuhan ekspor adalah dengan mendorong ekspor produk olahan setengah jadi dan bentuk jadi. “Kini ekspornya tidak lagi dalam bentuk kelapa bulat namun sudah lebih banyak berupa santan atau kelapa parut,” terang Donni.
 
 
Dorong Hilirisasi
 
 
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL – red) untuk mengawal upaya peningkatan ekspor, dengan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks, pihaknya mendorong hilirisasi produk segar yang telah memiliki pasar ekspor.
 
Menurut Jamil, ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik saat ini. Selain bernilai tambah, tahan lama dan mudah mengemasnya.
 
 
“Sulut sudah menerapkan hal ini pada komoditas kelapa, dan harapannya kedepan juga dilakukan pada komoditas pertanian segar unggulan ekspor lainnya," tukas Jamil.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
16 Sep 2020 / dibaca 206 kali
  Indonesia Maju #MulaidariKamu    Indonesia, 12 September 2020 -     Industri startup di...
Ekonomi
25 Aug 2020 / dibaca 165 kali
MANADO (BK) : PT Angkasa Pura I (Persero) menyalurkan lagi bantuan program kemitraan guna pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)....
Ekonomi
14 Aug 2020 / dibaca 454 kali
JAKARTA (BK) : Setahun sudah perjanjian Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) diberlakukan. Sejak 10 Agustus...
Ekonomi
07 Aug 2020 / dibaca 238 kali
MINUT (BK) : Pertanian di Sulawesi Utara (Sulut) bertumbuh dengan positif walaupun di tengah pandemi COVID-19. Ekonomi Sulut bahkan tumbuh...
Ekonomi
09 Jul 2020 / dibaca 295 kali
MANADO (BK) : Grab telah meluncurkan laporan Dampak Sosial 2019/2020 edisi kedua yang difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap komunitas dan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.