Ekonomi

Garuda Indonesia Bakal Masukkan Agen Penjual Tiket ke Daftar Hitam Jika Harganya di atas TBA

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 27 November 2019 18:05   1517 kali

JAKARTA (BK): PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengancam bakal memasukkan perusahaan agen perjalanan (travel agent) ke dalam daftar hitam (blacklist) jika menjual tiket pesawat di atas Tarif Batas Atas (TBA).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan perusahaan online travel agent (OTA) seringkali menjual harga tiket tinggi. Sebab, OTA seringkali menggabungkan rute.

"Yang jadi masalah di OTA itu suka digabung-gabungkan rutenya sehingga menyebabkan harganya mahal," ucap Pikri, Selasa (26/11).

Ia mencontohkan, harga TBA untuk rute Bandung-Medan sebesar Rp2,4 juta. Namun, harga jual di OTA bisa mencapai Rp5 juta.

"Misalnya karena Garuda Indonesia kan tidak punya rute itu, jadi sistem OTA akan cari Bandung-Denpasar,-Cengkareng-Medan, sehingga harganya gabungan dari itu total bisa Rp5 juta," jelas Pikri.

Sementara itu, Pikri memastikan harga tiket pesawat untuk momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (nataru) tak akan naik. Perusahaan memastikan harganya akan sama seperti hari normal.

"Kami sampaikan tak ada kenaikan harga selama nataru," tegasnya.

Maka itu, ia akan memantau harga yang akan dijual di sejumlah agen perjalanan untuk meminimalisir penjualan harga tiket di atas TBA. Pikri menyebut tiket yang akan dijual nantinya tetap di bawah tarif batas atas (TBA).

"Harga tiket tidak boleh ditentukan sendiri, di domestik sudah ditentukan pemerintah di dalam TBA. Maskapai mana pun tak boleh jual lebih dari TBA," papar dia.

Hanya saja, harga yang ia maksud di bawah TBA itu belum termasuk dengan penambahan sejumlah komponen lain, seperti Pembayaran Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC), pajak pertambahan nilai (PPn) 10 persen, dan asuransi.

"Contoh Jakarta-Yogyakarta misalnya tiket Rp800 ribu. Tapi ada PSC Rp130 ribu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ditambah PPn 10 persen, dan iuran asuransi. Jadi bisa Rp1 juta lebih," pungkas Pikri.

(cnn/bk-10)

Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
03 Nov 2019 / dibaca 312 kali
MANADO (BK): Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan, Jerry Sambuaga menegaskan, pihaknya akan berikan perhatian khusus mengenai komoditas cengkih....
Ekonomi
06 Oct 2019 / dibaca 516 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melarang peredaran minyak curah di pasar masyarakat mulai 1 Januari 2020. Sebagai...
Ekonomi
26 Jun 2019 / dibaca 584 kali
MANADO (BK) : Sejumlah hasil perikanan tanpa dokumen yang berusaha diselundupkan lewat Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi...
Ekonomi
19 Jun 2019 / dibaca 1555 kali
MANADO (BK) : Securitas atau tingkat keamanan data nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Manado dipertanyakan. Pasalnya, data nasabah Bank...
Ekonomi
29 May 2019 / dibaca 519 kali
MANADO (BK) : PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo, memastikan pasokan listrik di wilayahnya, Sulawesi Utara, Sulawesi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.