Ekonomi

Garuda Indonesia Bakal Masukkan Agen Penjual Tiket ke Daftar Hitam Jika Harganya di atas TBA

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 27 November 2019 18:05   1364 kali

JAKARTA (BK): PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengancam bakal memasukkan perusahaan agen perjalanan (travel agent) ke dalam daftar hitam (blacklist) jika menjual tiket pesawat di atas Tarif Batas Atas (TBA).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan perusahaan online travel agent (OTA) seringkali menjual harga tiket tinggi. Sebab, OTA seringkali menggabungkan rute.

"Yang jadi masalah di OTA itu suka digabung-gabungkan rutenya sehingga menyebabkan harganya mahal," ucap Pikri, Selasa (26/11).

Ia mencontohkan, harga TBA untuk rute Bandung-Medan sebesar Rp2,4 juta. Namun, harga jual di OTA bisa mencapai Rp5 juta.

"Misalnya karena Garuda Indonesia kan tidak punya rute itu, jadi sistem OTA akan cari Bandung-Denpasar,-Cengkareng-Medan, sehingga harganya gabungan dari itu total bisa Rp5 juta," jelas Pikri.

Sementara itu, Pikri memastikan harga tiket pesawat untuk momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (nataru) tak akan naik. Perusahaan memastikan harganya akan sama seperti hari normal.

"Kami sampaikan tak ada kenaikan harga selama nataru," tegasnya.

Maka itu, ia akan memantau harga yang akan dijual di sejumlah agen perjalanan untuk meminimalisir penjualan harga tiket di atas TBA. Pikri menyebut tiket yang akan dijual nantinya tetap di bawah tarif batas atas (TBA).

"Harga tiket tidak boleh ditentukan sendiri, di domestik sudah ditentukan pemerintah di dalam TBA. Maskapai mana pun tak boleh jual lebih dari TBA," papar dia.

Hanya saja, harga yang ia maksud di bawah TBA itu belum termasuk dengan penambahan sejumlah komponen lain, seperti Pembayaran Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC), pajak pertambahan nilai (PPn) 10 persen, dan asuransi.

"Contoh Jakarta-Yogyakarta misalnya tiket Rp800 ribu. Tapi ada PSC Rp130 ribu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ditambah PPn 10 persen, dan iuran asuransi. Jadi bisa Rp1 juta lebih," pungkas Pikri.

(cnn/bk-10)

Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
23 Jan 2019 / dibaca 1108 kali
MANADO (BK) : Inovasi secara konsisten terus dilakukan Enesis Group. Hadirnya 3 produk baru yaitu Tesona, Scrubber dan Plossa Press and...
Ekonomi
10 Jan 2019 / dibaca 619 kali
MANADO (BK) : Aliran listrik di Kota Manado padam lagi, Kamis (10/1/2019). Listrik padam sekitar pukul 17.55 WITA. Bukan hanya di Manado,...
Ekonomi
09 Jan 2019 / dibaca 491 kali
MANADO (BK): Resiko terjadinya kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Untuk itu, setiap pelanggan perlu mengasuransikan...
Ekonomi
20 Dec 2018 / dibaca 558 kali
MANADO (BK) : Sebanyak 85 personil gabungan dilibatkan dalam Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru (NATARU) 2018/2019. Posko yang...
Ekonomi
19 Dec 2018 / dibaca 394 kali
MANADO (BK) : Tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Manado, mencapai lebih dari Rp 23 miliar di tahun...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.