Ekonomi

Gula Merah Sulut 'Merona' di Pasar Ekspor dan Domestik

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 14 April 2022 09:39   1053 kali
MANADO (BK) : Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado melaporkan tren peningkatan lalu lintas komoditas gula merah asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
 
Kepala Karantina Pertanian Manado, Donny Muksidayan mengatakan, dari data yang ada di Karantina Pertanian Manado selama tahun 2021, komoditas olahan asal sub sektor perkebunan ini telah berhasil di ekspor ke tiga negara yakni Hongkong, Jepang dan Singapura.
 
“Total tahun 2021 kita sudah mengekspor sebanyak 531,02 kg Gula Merah ke tiga negara tersebut, dengan ekspor terbesar ke Jepang sebanyak 381,52 kg, dengan nilai 43,6 juta rupiah,” papar Donny melalui keterangan tertulisnya, Kamis (14/4/2022).
 
 
 
 
Menurutnya, tidak hanya pasar ekspor,  data pengiriman domestik pun gula merah Sulut tahun 2021 mencapai  hingga 179 ton lebih ke beberapa daerah di Indonesia. Harapannya pelaku usaha pembuat gula merah, yang rata-rata dalam skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ini juga fokus membidik pasar ekspor.
 
"Peluang pasarnya masih terbuka lebar," katanya.
 
“Sesuai tugas yang diberikan kepada Karantina Pertanian untuk mengawal peningkatan ekspor, kami terjun langsung kelapangan untuk memberikan pendampingan," tambah Donni.
 
Pendampingan berupa sosialisasi dan bimbingan teknis tentang persyaratan ekspornya. Adapun wilayah sasarnya adalah  Kabupaten Minahasa Utara agar bisa mengekspor gula merah.
 
Untuk tahun 2021 lalu, sambungnya, ekspor Gula Merah dari Bumi Nyiur Melambai baru berasal dari tiga daerah yakni Kota Manado, Kota Bitung, serta Kota Tomohon.
 
Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengapresiasi peningkatan lalu lintas komoditas gula merah baik domestik maupun ekspor. 
 
 
 
 
Secara nasional, dari data pasa sistem lalu lintas komoditas pertanian, IQFAST Barantan mencatat pada tahun 2019 ekspor komoditas ini mencapai 5.774 ton senilai 115,9 miliar, tahun 2020 meningkat sebanyak 11.486 ton senilai 2,2 trilliun, dan tahun 2021 meningkat lagi sebanyak 11.923 ribu ton nilai 434,8 trilliun. 
 
“Ini menunjukkan kualitas gula merah kita bagus dan disukai oleh negara lain, karenanya bisa dikembangkan lagi mengingat negara kita banyak tumbuh pohon aren sebagai pohon penghasil cairan untuk bahan gula merah,”ujarnya
 
Bambang menambahkan, seperti pinang, jika fokus untuk dikembangkan, gula merah bisa juga menjadi komoditas unggulan ekspor baru di bidang pertanian.
 
"Mari kita bersinergi dengan instansi terkait lainnya untuk mewujudkan gula merah sebagai komoditas ekspor unggulan pertanian yang baru," tutup Bambang.
 
Editor: Asrar Yusuf
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
25 Jun 2021 / dibaca 545 kali
JAKARTA (BK) : Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi menyatakan, bahwa Konvensi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin, tidak bisa...
Ekonomi
23 Jun 2021 / dibaca 528 kali
JAKARTA (BK) : Konvensi Anggota Luar Biasa (ALB) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia tidak mendapat ijin penyelenggaraan, dan...
Ekonomi
10 Jun 2021 / dibaca 779 kali
MANADO (BK) : Dalam rangka HUT ke-3, Buddy Burger Manado menggelar Buddy Burger 3rd Anniversary dengan tajuk Burgerversary. Sejumlah program...
Ekonomi
06 Jun 2021 / dibaca 532 kali
BALI (BK) : Pandemi Covid-19 selama 15 bulan, membuat perekonomian Bali terpuruk jatuh hingga minus 9,85%. Padahal sebelum pandemi, ekonomi...
Ekonomi
03 Jun 2021 / dibaca 561 kali
JAKARTA (BK) : Melanjutkan kesuksesan kompetisi di beberapa season sebelumnya, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia kembali menggelar kompetisi...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2022 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.