Ekonomi

Hujan tak Surutkan Peresmian Bank Sampah Watutumou Minahasa Utara

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 07 December 2018 19:40   635 kali
HUJAN. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Harianto Widodo meresmikan Bank Sampah di Watutumou, Minut. (foto : acha)
KALAWAT (BK) : Hujan lebat yang mengguyur, tak menyurutkan langkah peresmian Bank Sampah di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jumat (7/12/2018). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Harianto Widodo.
 
 
Bank Sampah Watutumou adalah rangkaian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Pegadaian (Persero) dalam bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR). Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015, telah mengatur pelaksanaan PKBL di BUMN, dimana perusahaan wajib menyisihkan maksimal 4% laba perusahaan untuk dialokasikan dalam program PKBL.
 
 
“The Gade Clean and Gold namanya. Artinya membersihkan dan memilah sampah, hasilnya ditukar di bank sampah untuk dikonversi ke dalam bentuk emas yang tersimpan dan dicatat dalam rekening Tabungan Emas,” ujar Harianto Widodo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian.
 
 
 
Jajaran pejabat dan karyawan di lingkungan PT Pegadaian (Persero). (foto : acha)
 
 
Harianto mengatakan, Pegadaian bukan hanya berorientasi pada bisnis saja, tetapi bagaimana bisa turut serta berperan dalam membangun lingkungan sekitar masyarakat yang merupakan stakeholdernya. CSR ini juga katanya bagian dari menghadirkan BUMN Hadir untuk Negeri.
 
 
Adapun wujud komitmen Pegadaian dalam membangun dan menjaga lingkungan, telah disusun beberapa program CSR. Program itu disebut Pegadaian Bersih-Bersih yang terdiri dari :
 
 
1. Bersih-bersih Lingkungan (Pro Planet)
Program ini untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan dalam rangka pengembangan inklusi keuangan.
 
 
2. Bersih-bersih Administrasi (Pro Profit)
Program ini melakukan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pengusaha mikro untuk meningkatkan kemampuan dalam proses administrasi usaha, sehingga dapat lebih tertib dan terukur hasil usahanya.
 
 
3. Bersih-bersih Hati (Pro People)
Meningkatkan kepedulian pada masyarakat dalam infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
 
 
“Peresmian bank sampah kali ini merupakan salah satu program Bersih-bersih Lingkungan (Pro Planet),” tambah Harianto.
 
 
 
Gedung Bank Sampah Watutumou, Kecamatan Kalawat, Minut. (foto : acha)
 
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Minut, Jemmy Hengky Kuhu, mengatakan permasalahan sampah memang ada dimana-mana. Memang katanya, ada program pemerintah untuk mengatasi masalah sampah, tapi belum berjalan maksimal.
 
 
Kuhu yang mewakili Bupati Minut Vonnie Panambunan kemudian memberi apresiasi kepada Pegadaian yang telah mempelopori berdirinya Bank Sampah di Desa Watutumou. Pegadaian pun disebutnya punya visi yang sama dengan Pemkab Minut untuk mengatasi sampah.
 
 
“Kami sampaikan apresiasi kepada Pegadaian dan Desa Watutumou yang menjadi desa percontohan pertama penggunaan bank sampah. Kita harus menjaga, memelihara agar semua ini bisa berjalan lebih baik, dan semoga bisa diikuti oleh desa-desa lain di Minut,” pungkas Kuhu.
 
 
Peresmian Bank Sampah ini dihadiri anggota Komisi VII DPR RI, Bara Hasibuan, Asisten II Kabupaten Minut Allan Mingkit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yansen Tulung, jajaran Muspida di lingkungan wilayah Kabupaten Minut dan Kecamatan Kalawat serta jajaran pejabat dan karyawan di lingkungan PT Pegadaian (Persero).
 
 
 
Anggota DPR RI Perwakilan Sulawesi Utara, Bara Hasibuan (kemeja putih). (foto : acha)
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
15 Feb 2019 / dibaca 538 kali
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978, minuman keras (miras) lokal Sulawesi Utara (Sulut), ternyata mampu menyita perhatian nasional. Dukungan pun...
Ekonomi
24 Jan 2019 / dibaca 712 kali
MANADO (BK) : Kantor Pemasaran (SalesOffice) Holland Village Manado (HVM) diresmikan. Peresmian kantor yang berlokasi di area...
Ekonomi
23 Jan 2019 / dibaca 828 kali
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978 menghilang dalam sepekan terakhir. Miras produk asli Sulawesi Utara (Sulut) yang kini legal dengan pita cukai,...
Ekonomi
23 Jan 2019 / dibaca 1233 kali
MANADO (BK) : Inovasi secara konsisten terus dilakukan Enesis Group. Hadirnya 3 produk baru yaitu Tesona, Scrubber dan Plossa Press and...
Ekonomi
10 Jan 2019 / dibaca 673 kali
MANADO (BK) : Aliran listrik di Kota Manado padam lagi, Kamis (10/1/2019). Listrik padam sekitar pukul 17.55 WITA. Bukan hanya di Manado,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.