Ekonomi

Jadi Topik Reses; WW : "Pertamina Harus Awasi Penyaluran Gas LPG Bersubsidi"

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 14 November 2018 10:17   499 kali
MANADO (BK) Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) Bersubsidi masih saja dikeluhkan oleh warga di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara. Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Gerindra Drs Wenny Warouw (WW), setiap kali melakukan reses di Kabupaten/Kita di Sulut, penyaluran LPG 3 kilogram masih menuai protes dari warga. 
 
"Setiap kali melakukan reses pasti ada warga yang mengeluh terkait penyaluran LPG. Masih banyak agen dan pangkalan nakal yang menjual LPG diatas harga eceren tertinggi," kata anggota Komisi III DPR RI ini.
 
Untuk itu, WW meminta kepada PT Pertamina sebagai ditributor LPG untuk melakukan pengawasan penyaluran LPG hingga ke pangkalan-pangkalan. "Kalo ada kedapatan ada agen nakal, Pertamina tidak perlu segan-segan untuk mencabut izin mereka sebagai agen dan pangkalan tidak boleh menjual LPG diatas HET," ujar Calon Legislatif DPR RI Partai Gerindra nomor urut 1 Dapil Sulut ini.
 
Sesuai aturan hanya warga kurang mampu dan usaha kecil yang boleh menggunakan LPG 3 kg. Pertamina harus tegas kepada para agen dan pangkalan agar supaya semua warga kurang mampu bisa tercover dalam penggunaan LPG bersubsidi ini. 
 
"Pertamina bersama dengan Pemerintah Daerah harusnya melakukan inspeksi mendadak di semua pangkalan dan tempat usaha untuk memastikan penyaluran LPG 3kg tepat sasaran," tutur Warouw yang didampingi staf DPR RI Sonny Maringka.
 
Ditambahkannya, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pertamina harus segera menyiapkan stok LPG 3kg dengan baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang pasti akan meningkat mulai awal Desember mendatang. 
 
"Tidak boleh ada kelangkaan LPG 3kg menjelang Natal dan Tahun Baru dna itu merupakan tugas utama Pertamina dan Pemerintah  Daerah untuk memastikan stok LPG bersubsidi aman," tukas WW.
 
(mfw/bk-11)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
15 Feb 2019 / dibaca 538 kali
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978, minuman keras (miras) lokal Sulawesi Utara (Sulut), ternyata mampu menyita perhatian nasional. Dukungan pun...
Ekonomi
24 Jan 2019 / dibaca 711 kali
MANADO (BK) : Kantor Pemasaran (SalesOffice) Holland Village Manado (HVM) diresmikan. Peresmian kantor yang berlokasi di area...
Ekonomi
23 Jan 2019 / dibaca 818 kali
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978 menghilang dalam sepekan terakhir. Miras produk asli Sulawesi Utara (Sulut) yang kini legal dengan pita cukai,...
Ekonomi
23 Jan 2019 / dibaca 1228 kali
MANADO (BK) : Inovasi secara konsisten terus dilakukan Enesis Group. Hadirnya 3 produk baru yaitu Tesona, Scrubber dan Plossa Press and...
Ekonomi
10 Jan 2019 / dibaca 671 kali
MANADO (BK) : Aliran listrik di Kota Manado padam lagi, Kamis (10/1/2019). Listrik padam sekitar pukul 17.55 WITA. Bukan hanya di Manado,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.