Ekonomi

Kenapa Harus The Gade Clean and Gold? Ini Jawabannya

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 07 December 2018 21:11   1318 kali
Bank Sampah Watutumou Minahasa Utara. (foto : acha)
KALAWAT (BK) : PT Pegadaian (Persero) mempelopori berdirinya Bank Sampah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), The Gade Clean and Gold. Tapi, apa yang dimaksud dengan The Gade Clean and Gold?
 
 
Harianto Widodo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian PT Pegadaian (Persero), dalam rilis yang diterima beritakawanua.com, Jumat (7/12/2018), menyebut The Gade Clean and Gold adalah membersihkan dan memilah sampah, dan hasilnya ditukar di bank sampah untuk dikonversi ke dalam bentuk emas.
 
 
“Nantinya hasil yang terkumpul akan tersimpan dan dicatat dalam rekening Tabungan Emas. Program ini dapat membantu meningkatkan ekonomi dan juga mengedukasi masyarakat dalam berinvestasi,” ujar Harianto.
 
 
Namun, mengapa nama The Gade Clean and Gold yang dipilih? Apa yang melatarbelakanginya?
 
 
 
 
Harianto menjelaskan, program Corporate Sosial Responsibility (CSR) tersebut diambil dari nama kecil PT Pegadaian, The Gade (de gade). Orang jawa biasanya menyebut Pegadaian dengan Gaden. “Nah, untuk lebih kekinian, disingkat menjadi The Gade,” ujarnya.
 
 
Sedangkan kata ‘Clean and Gold’, lanjutnya mengandung makna tersendiri namun bisa diartikan secara luas. Clean katanya, bukan berarti sesuatu kegiatan membersihkan, melainkan bisa diartikan sebagai upaya untuk memperbaiki atau menjadikan suatu kondisi/keadaaan ke arah yang lebih baik dan bermanfaat.
 
 
“Kebetulan program bank sampah ini terkait dengan kebersihan, jadi dengan membersihkan lingkungan melalui pengumpulan dan pemilahan sampah, Pegadaian sedang mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar agar menjadi lebih baik dan sehat,” jelas Harianto.
 
 
“Tetapi program bersih-bersih saja tidak cukup, kami selalu berprinsip agar program yang kami laksanakan memberi manfaat yang positif atau bernilai. Itulah yang kami istilahkan dengan kata Gold,” tambahnya.
 
 
 
 
Mengenai produk Tabungan Emas, Harianto mengatakan, bagaimana masyarakat berinvestasi emas secara retail dengan pecahan minimal 0,01 gram, atau saat ini setara dengan Rp6 ribuan. Emas yang ditabung merupakan logam mulia 24 karat yang dibeli secara tunai dan kemudian dititipkan di Pegadaian dalam rekening Tabungan Emas. Apabila saldo Tabungan Emas telah mencapai minimal 1 gram, emas dapat dicetak dalam bentuk fisik emas batangan.
 
 
“Saldo Tabungan Emas ini juga dapat digadaikan di Pegadaian atau dilakukan ‘buy back’ jika memang nasabah membutuhkan dana,” terangnya.
 
 
Untuk mengakses layanan ini pun sangat mudah, karena bisa dilakukan melalui seluruh outlet yang sudah online melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS). Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa menabung emas, menjual (buyback) dan menggadaikan tanpa perlu datang ke outlet Pegadaian.
 
 
“Jadi Program The Gade Clean and Gold ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat sambil mengurangi dampak sampah lingkungan,” katanya.
 
 
Program memilah sampah menjadi emas ini kini menjadi program nasional. Program ini pertama kali diluncurkan di Desa Setia Asih, Bekasi, Jawa Barat, dan mendapat respon positif dari masyarakat dan Pemerintah setempat. Program ini terus berkembang hingga beberapa daerah.
 
 
“Pekan lalu terdapat 7 titik yang akan diresmikan. Kemarin di Aceh, Pekanbaru, Banjarmasin, Dompu, Bandung, Makassar, Palembang, dan saat ini di Manado. Kami menargetkan minimal terdapat 59 titik lokasi implementasi program sampah menjadi emas sampai dengan tahun depan,” pungkasnya.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
11 Apr 2019 / dibaca 437 kali
MANADO (BK) : Panasonic terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan di wilayah Manado. Salah satunya dengan memindahkan kantor cabang Manado...
Ekonomi
12 Mar 2019 / dibaca 435 kali
MANADO (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Franky Donny Wongkar SH, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank...
Ekonomi
01 Mar 2019 / dibaca 489 kali
MANADO (BK) : Bandara Sam Ratulangi Manado memusnahkan ratusan prohibited item, atau barang terlarang dalam penerbangan. Pemusnahan...
Ekonomi
15 Feb 2019 / dibaca 566 kali
MANADO (BK) : Cap Tikus 1978, minuman keras (miras) lokal Sulawesi Utara (Sulut), ternyata mampu menyita perhatian nasional. Dukungan pun...
Ekonomi
24 Jan 2019 / dibaca 747 kali
MANADO (BK) : Kantor Pemasaran (SalesOffice) Holland Village Manado (HVM) diresmikan. Peresmian kantor yang berlokasi di area...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.