Ekonomi

Pemprov Sulut Siapkan Pengembangan Kelapa Berbasis Korporasi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 16 November 2018 18:59   369 kali
Konferensi Nasional Kelapa (KNK) ke IX dan Expo Kelapa di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Jumat (16/11/2018). (foto : acha)
MANADO (BK) : Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan berbagai sektor produktif untuk memacu bergeraknya aktivitas perekonomian dan pembangunan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Refly Ngantung, pada Konferensi Nasional Kelapa (KNK) ke IX dan Expo Kelapa di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Jumat (16/11/2018).
 
 
Menurutnya, ada beberapa program unggulan yang menitikberatkan pada sektor agrokonteks sesuai dengan rencana strategi daerah. Program-program itu diantaranya adalah revitalisasi pertanian dan perkebunan, peningkatan kesejahteraan petani guna peningkatan produksi.
 
 
“Termasuk di dalamnya peningkatan komoditi kelapa, dimana luas lahan tanaman kelapa di Sulut lebih dari 280 ribu hektare dengan produktivitas perhektare hampir 1,2 ton kopra kering pertahun,” ujar Ngantung saat membacakan sambutan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.
 
 
 
 
Khusus di sektor pengembangan tanaman tahunan terutama kelapa, Ngantung mengatakan Pemprov Sulut menerapkan program peningkatan berkelanjutan seperti peremajaan kelapa serta pemberdayaan dan penguatan kelembagaan petani kelapa. “Jadi strategi kita kedepan pengembangan kawasan berbasis koorporasi,” lanjutnya.
 
 
Selain itu, juga dilakukan pelatihan strategi pengembangan kelapa dan petani kelapa, pelatihan manajemen kemitraan budidaya, pelatihan kepemimpinan komunikasi, pelatihan administrasi pembukuan dan program tabungan, pelatihan pengembangan ekonomi rumah tangga, pelatihan penumbuhan kebersamaan petani kelapa.
 
 
Ngantung juga mengatakan Sulut mempunyai komoditi yang tak kalah dengan kelapa, yaitu cengkih dan pala. Dua komoditi ini juga menjadi andalan komoditi ekspor dengan tujuan negara-negara Eropa.
 
 
“75 persen kebutuhan pala dunia dipasok Indonesia, dan 65 persennya berasal dari Sulut. Sehingga kita punya tiga komoditi ekspor yang sangat menjanjikan,” terangnya.
 
 
“Kami juga ada program kerja turunan dari RPJMD 2016-2021, dengan salah satu misinya yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan perkuat sektor pertanian,” tambah Ngantung lagi.
 
 
Dia pun mengapresiasi jajaran Badan Penelitian Pengembangan Pertanian Kementan RI, pengurus Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), yang telah memprakarsai konferensi di Bumi Nyiur Melambai, The Land Of Smiling People.
 
 
“Kami berharap forum ini dapat berjalan dengan baik dan selaras, sehingga bisa menghasilkan keputusan strategis dan konstruktif yang mampu menjadi jembatan untuk mengoptimalkan pencapaian visi pembangunan dan kesejahteraan yang setinggi-tingginya,” ungkap Ngantung.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
29 Nov 2018 / dibaca 250 kali
MANADO (BK) : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aksi Perempuan Indonesia (API) yang...
Ekonomi
17 Nov 2018 / dibaca 461 kali
MANADO (BK): Warga Manado jangan sampai ketinggalan kegiatan First Anniversary Transmart Kawanua, satu-satunya perusahaan retail yang...
Ekonomi
16 Nov 2018 / dibaca 370 kali
MANADO (BK) : Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan berbagai sektor produktif...
Ekonomi
16 Nov 2018 / dibaca 448 kali
MANADO (BK) : Kementerian Pertanian (Kementan) memfokuskan pertanian sebagai pilar penentu dan penyelamat perekonomian nasional. Program...
Ekonomi
14 Nov 2018 / dibaca 364 kali
MANADO (BK) Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) Bersubsidi masih saja dikeluhkan oleh warga di hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara. Menurut...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.