Ekonomi

Riset: UMKM dan Gig Worker Berperan Besar Bagi Perekonomian Manado

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 09 July 2020 15:04   149 kali
MANADO (BK) : Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Kota Manado. Dalam riset tersebut, diketahui bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Manado.
 
 
Mitra Grab Manado yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia). Tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab.
 
 
 
 
Hal ini diungkapkan oleh Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics pada peluncuran program #TerusUsaha Grab, Kamis (9/7/2020). Ia menjelaskan beberapa indikator UMKM dan Gig Worker sangat berperan besar bagi perekonomian Manado. Indikator yang dimaksud adalah:
 
 
Peningkatan Pendapatan dan Pemasukan
 
Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Manado yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 22% menjadi Rp64.7 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Manado meningkat 26% menjadi Rp8.5 juta per bulan sejak bergabung.
 
 
Sebanyak 45% mitra merchant GrabFood Manado juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Manado dengan peningkatan pendapatan hingga 105% menjadi Rp5,6 juta per bulan dan 175% menjadi Rp4,2 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.
 
 
“Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman,” kata Riyadi.
 
 
“Sejumlah 22% mitra pengemudi GrabBike dan 16% mitra pengemudi GrabCar di Manado baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab”. 
 
 
Akses Perbankan
 
Peningkatan penghasilan menurut Riyadi, telah membuat lebih banyak mitra Grab mulai mengatur keuangan pribadi mereka. Sebanyak 76% mitra pengemudi GrabBike dan 73% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1,1 juta hingga Rp1,7 juta.
 
 
Dengan adanya tabungan di bank dan kesehatan finansial yang lebih baik, sebanyak 59% dari mitra pengemudi GrabBike dan 59% mitra pengemudi GrabCar dapat lebih mudah meminjam uang setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka.
 
 
“Pinjaman ini membuat mereka lebih leluasa mengembangkan bisnis atau berinvestasi pada kendaraan mereka,” ucapnya.
 
 
Teknologi Membuka Kesempatan Usaha
 
Dari riset CSIS dan Tenggara Strategics tersebut, terbukti ada banyak masyarakat yang terinspirasi untuk membuka usaha. Sebanyak 10% mitra merchant GrabFood Manado terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood. Kemudian 13% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.
 
 
“Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka,” Riyadi menuturkan.
 
 
“Sebanyak 43% mitra merchant GrabFood dan 19% mitra agen GrabKios di Manado juga menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab”.
 
 
Melalui riset ini, Riyadi menjelaskan seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang. “Saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi,” terangnya.
 
 
“Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16% setelah bergabung dengan Grab. Untuk itu, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal,” sebutnya.
 
 
Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27% mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru”.
 
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
04 Nov 2019 / dibaca 480 kali
Kepala Disnakertrans Provinsi Sulut, Erni Tumundo memukul tetengkoren tanda pameran kesempatan kerja "Job Matching 2019" yang...
Ekonomi
03 Nov 2019 / dibaca 334 kali
MANADO (BK): Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan, Jerry Sambuaga menegaskan, pihaknya akan berikan perhatian khusus mengenai komoditas cengkih....
Ekonomi
06 Oct 2019 / dibaca 562 kali
JAKARTA (BK): Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melarang peredaran minyak curah di pasar masyarakat mulai 1 Januari 2020. Sebagai...
Ekonomi
26 Jun 2019 / dibaca 618 kali
MANADO (BK) : Sejumlah hasil perikanan tanpa dokumen yang berusaha diselundupkan lewat Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi...
Ekonomi
19 Jun 2019 / dibaca 1601 kali
MANADO (BK) : Securitas atau tingkat keamanan data nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Manado dipertanyakan. Pasalnya, data nasabah Bank...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.