Ekonomi

Setahun Perjanjian IC-CEPA, Utilitas Ekspor ke Chile Capai 167 Persen

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 14 August 2020 15:56   383 kali
(foto: biro humas kemendag)
JAKARTA (BK) : Setahun sudah perjanjian Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) diberlakukan. Sejak 10 Agustus 2019, dua Negara melakukan perjanjian bilateral di bidang perdagangan barang, hingga jasa dan investasi.
 
 
Tapi, seberapa besar dampak perjanjian tersebut untuk perdagangan  Indonesia?
 
 
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga mengatakan, IC-CEPA telah memberikan dampak positif bagi Indonesia dalam ekspor ke Chile. Menurutnya, ada peningkatan utilitas ekspor yang angkanya mencapai 167%.
 
 
“Ini adalah peningkatan yang sangat besar,” kata Jerry.
 
 
Melalui IC-CEPA, lanjutnya, Chile menghapus 89,6 persen pos tarif dari seluruh pos tarif Chile. Sementara, Indonesia menghapus 86,1 persen pos tarif dari seluruh pos tarif Indonesia. “Semua ini tidak lepas dari kemudahan dan potongan tarif hingga 0% dari produk-produk Indonesia ke Chile,” terangnya.
 
 
Sementara dilihat dari pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA), angkanya juga naik tajam. Jika tahun 2019 angkanya hanya sekitar 19,9 juta, di tahun 2020 sudah menjadi 53,3 juta. Sedangkan angka nominalnya riilnya adalah USD 73,2 juta. “Itu hitungan sampai bulan Juli saja, dampaknya terlihat sekali karena sudah naik dua kali lipat”.
 
 
 
 
 
Itu pun katanya, baru setengah tahun pemanfaatan SKA-nya. Ini karena dengan memanfaatkan SKA, keuntungannya sangat menarik. “Tarif impor yang diberlakukan oleh Chile menjadi 0%, otomatis harga barang lebih rendah dan mengangkat daya saing,” tambah Jerry.
 
 
Ini adalah kabar baik di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum pulih karena pandemi. Bagi Indonesia, meningkatnya nilai ekspor juga akan memberikan dampak pada bergulirnya ekonomi domestik. Produk-produk dominan yang masuk ke pasar Chile dari Indonesia adalah alas kaki, tekstil dan produk turunannya, bahan makanan, kendaraan bermotor serta kertas.
 
 
Kedepan, Wamendag mengharapkan produk-produk dengan nilai tambah tinggi bisa lebih digalakkan. Bahkan produk-produk teknologi dan digital, menurutnya harus terus didorong. Kemampuan dan kreatifitas anak-anak muda Indonesia tidak diragukan lagi. Kemendag punya banyak program dalam failitasi perdagangan dan ekspor.
 
 
“Kita hanya perlu membentuk sebuah ekosistem yang mendukung. Tinggal kita sesuaikan saja dengan kebutuhan dunia usaha,” terangnya.
 
 
Bagi Wamendag, Chile juga bisa jadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin. Letak Chile yang berada di sepanjang pantai Barat Amerika Latin bisa menjadi hub untuk negara-negara sekitar seperti Brazil, Kolombia, Venezuela. Letak Amerika Selatan yang relatif jauh dari Indonesia perlu dicarikan solusi agar lebih mudah terjangkau produk Indonesia.
 
 
Lebih lanjut Jerry akan memastikan bahwa mekanisme perjanjian-perjanjian bilateral bisa terus dibuat. Ia menilai perjanjian bilateral menjadi kunci keberhasilan menembus pasar asing.
 
 
 
 
 
Menurutnya, ada perbedaan antara perjanjian bilateral dan multilateral. Kalau perjanjian multilateral mempunyai kerangka besar. Sedangkan Indonesia masih bersaing dengan negara-negara anggota perjanjian yang lain untuk memenangkan pasar.
 
 
“Nah, kalau bilateral kan kita langsung dan komitmennya lebih tinggi. Jadi lebih kelihatan dampaknya. Tapi kedua-duanya punya sisi keunggulannya masing-masing,” imbuh Jerry.
 
 
Menurut Jerry, pihaknya juga sedang memantau hasil penerapan dari Indonesia-Australia CEPA dan AHKFTA. Meskipun baru implementasi, Wamendag yakin kedua perjanjian itu juga akan memberikan dampak positif bagi eksportir Indonesia. Pihak Kemendag sendiri siap memberikan asistensi untuk ekspor dan mengurus Surat Keterangan Asal (SKA).
 
 
“Kita sudah ada beberapa kantor FTA atau FTA Center. Silakan bagi teman-teman yang ingin memperluas pasar ke luar negeri berkonsultasi di FTA Center terdekat. Kami siap membantu,” tutup Wamendag.
 
 
Chile merupakan mitra dagang Indonesia terbesar ke-3 di Amerika Selatan setelah Brasil dan Argentina. Pada 2018, total perdagangan Indonesia-Chile sebesar USD 274,1 juta.
 
 
Chile merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-55 dengan total ekspor USD 158,9 juta di tahun 2018, naik sebesar 0,3 persen dari USD 158,5 juta di tahun sebelumnya. Sedangkan sebagai mitra impor, Chile menempati urutan ke-63 sebagai asal impor dengan nilai USD 115,1 juta tahun 2018, turun sebesar 4 persen dari USD 119,9 juta di tahun sebelumnya.
 
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Ekonomi
Ekonomi
19 Dec 2019 / dibaca 324 kali
General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus ET Gandeguai saat membuka Posko Terpadu Nataru 2019/2020 di Lobi Bandara Sam Ratulangi...
Ekonomi
18 Dec 2019 / dibaca 397 kali
KOTAMOBAGU (BK) : PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu menjamin ketersediaan listrik pada perayaan Natal dan...
Ekonomi
09 Dec 2019 / dibaca 586 kali
Peresmian kantor dan showroom Daikin Manado. (foto: acha)         MANADO (BK) : PT Daikin...
Ekonomi
27 Nov 2019 / dibaca 1561 kali
JAKARTA (BK): PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengancam bakal memasukkan perusahaan agen perjalanan (travel agent) ke dalam daftar hitam...
Ekonomi
04 Nov 2019 / dibaca 514 kali
Kepala Disnakertrans Provinsi Sulut, Erni Tumundo memukul tetengkoren tanda pameran kesempatan kerja "Job Matching 2019" yang...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.